Aku pinjamkan catatan ini

simple, but powerfull


Kapan Bikin Panitia?

Tadi sore, selesai beraktivitas seharian, belum sampai 5 menit dirumah, tiba-tiba telepon berdering dan ternyata yang nelpon adalah nyokap gw.

Intinya ibu bilang kalau Uwa Neneng masuk Rumah Sakit daritadi siang karena hipertensi dan DM. Dan gw disuruh ke rumah sakit, tapi sebelum itu harus jemput nenek, karena si nenek gak ada yang nganterin ke Rumah Sakit.

Bercerita sedikit tentang Uwa-ku yang satu ini, Uwa Neneng itu kakaknya ibu nomor 2. Anaknya ada 4 tadinya, tapi yang nomor 2 meninggal ketika masih berumur belasan. Almarhumah satu-satunya sepupu yang tahun lahirnya sama kayak gw.

Anaknya Uwa yang pertama ini sering dipanggil Kakak Iin, karena beliau cewe yang paling tua di keluarga besar. Sekarang baru lulus dari Biologi UI, dan sedang mengandung anak hasil buah pernikahan dengan Salman Farishi, yang pernah jadi MWA UI Unsur Mahasiswa.

Suaminya Uwa Neneng lah yang memaksa gw untuk ikut salah satu program MDP (Management Development Program) di salah satu bank. Lantaran beliau sekarang kerja di salah satu Bank dan melihat masa depan yang cerah dari program Management Trainee bank tersebut.

Ya jadi tadi waktu ketemu sama beliau, jadi ngobrol2 lagi mengenai program MDP itu. Tentang tracknya untuk bener-bener jadi jajaran direksi, dan blablabla yang lainnya, sampai salary juga diomongin :P Ya..gw cuman bisa bilang kalau sekarang ini harus banyak sholat Isthikarah agar diberikan petunjuk yang terbaik :) Amiin ya Allah..

Tapi yang namanya dapet fasilitas kamar inap kelas tertinggi, segala macamnya jadi lux kayak hotel. Sampai tempat jenguk yang muat nampung sekeluarga besar yang jumlahnya nyampe nyaris 30 tadi yang dateng. Walhasil di kamar itu jadi tempat arisan keluarga X)

Berbagai macam pembicaraan pun digelar, dari ba’da magrib sampai jam 10an malem belum selesai-selesai juga. Yaampun..Mana si Uwa gak diinfus, jadi komplitlah kita kayak di hotel super jumbo.

Gw asik-asik aja ngikutin obrolan sampai tiba pada topik yang gw sampai harus mikir 100x. Ini pembicaraan awalnya:

Tante Nunung: Eh kita kapan mau bikin panitia lagi ni?
Yang lain nyeletuk: Panitia apa tante?
Nenek (dengan tiba-tiba): Iya ini Heri dulu apa Deni dulu ni?

........................................zzzz...

Duh gw jadi tercengo. Emang di dalam urutan keluarga besar, gw itu cucu nomor 5.
Nomor 1 -> Kak Heri
Nomor 2 -> Kak Iin (sudah menikah)
Nomor 3 -> Kak Ima (sudah menikah)
Nomor 4 -> Almarhumah Kak Irna
Nomor 5 -> Gw

Kak Heri itu masih melanjutkan S2-nya, baru selesai tahun depan. Belum lagi dia jelas-jelas bilang kalau mau berangkatin orangtuanya ke Mekah dulu baru nikah.

Jadi kesimpulannya?

1 Responses to “Kapan Bikin Panitia?”

  1. # Anonymous Anonymous

    生活的趣味,在於享受生活的樂趣與學習~這些希望您會喜歡^^
    法拍
    白蟻
    保健食品
    隔熱紙
    高雄一日遊
    seo
    網路行銷
    MOTEL  

Post a Comment

Links to this post

Create a Link



© 2006 Aku pinjamkan catatan ini | Blogger Templates by GeckoandFly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.
Learn how to make money online | First Aid and Health Information at Medical Health