Sunday, 20 September 2015

Hari ini tepat 2 tahun yang lalu

Dua tahun lalu, hari Minggu, 21 September 2013, kami masih tinggal di Pondok Kopi, jauh dari orang tua yang tinggalnya di Depok dan Pasar Minggu.

Waktu itu mobil kebetulan lagi di Bengkel. Berhubung hamilnya Tania udah di minggu ke 37 atau 38, jadi dari beberapa hari sebelumnya kita sempet minjem mobil dari Depok. Karena rencananya Senin mobil sudah selesai dari bengkel, jadi sehari sebelumnya mobilnya dikembaliin lagi ke Depok. Jadi hari itu jadi hari pertama enggak ada mobil di rumah.

Tepat habis Magrib, tiba-tiba Tania keluar air ketuban. Masya Allah, ternyata pas di hari itu lah D-day-nya. Inget banget Habibie yang waktu itu masih 1 tahun lebih beberapa bulan langsung jalan keliling rumah karena ikut-ikutan panik. Si Mbak langsung beberes barang-barang yang mau dibawa ke Rumah Sakit. Dan gw langsung naik sepeda ke jalan raya untuk cari taksi. Taksi Bluebird atau Express yang penting yang lebih cepat. Enggak kepikiran lagi buat mesen via Apps. Alhamdulillah langsung dapat taksi yang supirnya kebetulan seorang bapak yang sudah punya cucu.

Dalam waktu kurang dari 10 menit, kita langsung jalan ke RS YPK Menteng. Perjalanan lewat jalan Casablanca juga alhamdulillah lancar sekali, mungkin karena Minggu malam juga. Enggak kebayang kalau kejadiannya beda beberapa jam di Senin pagi. Selain gw yang udah berangkat ke kantor, juga pastinya akan kena macet. Kita milih di RS YPK Menteng karena ada salah satu dosen Tania yang praktek disana. Jadi hanya masalah convenient sama siapanya.

Di perjalanan gw langsung telepon RS YPK Menteng, yang kebetulan diangkat sama Tante Tini, bidan yang juga tetangga sebelah rumah Bapak di Depok. Tante Tini ini jadi tetangga sebelah rumah gw dari mulai gw bayi, jadi kita udah berasa keluarga. Dokter langsung ditelpon untuk datang.

Sampai di RS YPK Menteng sekitar jam 7 PM, Tania langsung masuk ke ruang persalinan. Habibie nunggu di ruang tunggu sama Mbak. Practically kita cuman berempat aja waktu itu di RS. Orangtua dari Depok maupun dari Pasar Minggu baru sampai setengah jam kemudian.

Ternyata waktu Tania sampai di RS sudah pembukaan ke 3. Dan berjalan sangat cepat sekali, sampai akhirnya sebelum jam 8 PM bayi mungil lucu itu sudah muncul ke dunia, bahkan sebelum dokter kami datang. Total kurang dari 2 jam dari mulai 'alarm' peringatan muncul.

Bayi itu kita kasih nama Narendra Lukmanul Hakim. Narendra ini kepikiran hanya beberapa hari sebelum lahiran, selain karena Prime Ministernya India Narendra Modi yang berita bisa di-googling, juga karena harapan orangtuanya supaya kelak bayi ini bisa jadi pemimpin umat.

Malam setelah lahiran itu, semua keluarga pulang, Habibie tidur sama neneknya di Pasar Minggu. Mbaknya juga ikutan. Jadi cuman ada gw dan Tania aja di kamar RS yang agak besar di YPK. Waktu itu kita jadi berasa lagi piknik, karena jajanan di depan YPK yang enak-enak. Agak beda sama waktu lahiran Habibie di RS Permata Cibubur yang daerah sekitarnya sepi.

Setelah Naren dan Tania dibolehkan pulang, kami mulai hari-hari yang baru di Pondok Kopi berlima, karena sekarang udah ditambah Naren. Alhamdulillah enggak ada perubahan yang berarti di Habibie, gak cemburu, malah seneng punya adek baru. Sampai sekarang gw ngerasanya kalau Habibie bahkan belum sempet sadar kalau dulu pernah ada di masa jadi anak tunggal, cucu tunggal.

Walaupun berantemnya kakak adek gak terhitung jumlahnya, tapi alhamdulillah masing-masing saling menikmati punya saudara laki-laki. Semoga mereka berdua bisa jadi partner dalam segala hal kebaikan sampai besar nanti.

Selamat Ulang Tahun, anakku Naren, semoga Allah menyertai jalanmu kelak, menjadi anak yang sukses dunia akhirat. Aamiin.

No comments:

Post a Comment