<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342</id><updated>2011-12-03T06:48:30.920+07:00</updated><title type='text'>Aku pinjamkan catatan ini</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-6929703174471909645</id><published>2011-04-11T12:22:00.001+07:00</published><updated>2011-04-11T12:23:30.057+07:00</updated><title type='text'>Dari Monitor Depok ke Facebook</title><content type='html'>Lagi-lagi saya melupakan blog ini ya. Di sela-sela jam makan siang, karena hari ini saya tidak makan siang karena insyaAllah sedang shaum, saya mau share mengenai cerita seminggu lalu yang agak unik di rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar seminggu yang lalu, ada harian Monitor Depok yang tergeletak di ruang tamu. Rupanya harian tersebut masih rutin menyajikan kolom Hikmah, enggak tau tiap hari atau seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Muhammad Arifin Ilham yang mengisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berpesan seperti ini:&lt;br /&gt;“Suami sholeh adalah suami yang menjadi teladan dalam ketakwaan kepada Allah, dikagumi istri &amp;amp; anak-anaknya. Kadang ia menjadi imam dengan kemuliaan akhlak, kadang menjadi guru yang pintar dan kharismatik bagi anak-anaknya, orangtua pelindung yang bijak, pangeran yang gagah, pacar yang genit, dan juga teman sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, kadang-kadang kekanak-kanakan, suka bercanda &amp;amp; manja sekali pada istrinya (QS 30:21). Ia memaksimalkan ikhtiar &amp;amp; doa untuk keluarganya agar selamat dari fitnah dunia &amp;amp; akhirat. Keluarga baginya adalah yang pertama, tetapi umat baginya utama..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Sebegitu detail Ustadz Arifin mendeskripsikan tentang suami sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya enggak mau menambahkan cerita lagi kecuali yang satu ini. Ceritanya, ayah saya bersahabat sama Ustadz Arifin sudah cukup lama, semenjak saya SMP, karena ayah membeli rumah yang sebelumnya ditempati oleh Ustadz Arifin. Jadi menurut saya wajar kalau ayah pasti baca kolom ini. Secara fotonya sebesar tulisannya hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang mengagetkan, tiba-tiba aja ayah buat note baru di facebook. Isinya kutipan dari harian Monitor Depok ini. Hihi, si ayah..ada2 aja ya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-6929703174471909645?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/6929703174471909645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=6929703174471909645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/6929703174471909645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/6929703174471909645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2011/04/dari-monitor-depok-ke-facebook.html' title='Dari Monitor Depok ke Facebook'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-3719326970721719877</id><published>2011-03-04T13:31:00.000+07:00</published><updated>2011-03-04T13:29:59.707+07:00</updated><title type='text'>Semoga Sukses</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga sukses&lt;/span&gt;. Itu sepotong kalimat terakhir yang bisa gw ucapkan ke seorang teman yang di awal bulan ini tidak diperpanjang kontraknya. Gw gak tau gimana rasanya, tapi semoga itu jadi pelajaran yang berharga untuknya. Semoga hidupnya akan tambah sukses setelah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pernah bilang kalau di dunia kerja itu enggak terlalu penting untuk cerdas, tapi gimana kita bisa memadukan antara cerdas dan lobi-lobi yang baik ke atasan. Semakin keatas, cerdas menjadi tidak terlalu penting, dan lobi menjadi hal yang lebih menarik untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang menjadikan gw akhirnya mutusin buat bekerja di perusahaan multinasional, dimana kita dinilai berdasarkan kapabilitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada akhirnya gw berada pada zona tidak nyaman. Dengan sekian banyak lulusan mahasiswa Computer Science dan Electrical &amp;amp; Informatics Engineering yang dihasilkan tiap tahunnya membuat persaingan antar Engineer di bidang IT Consultancy pun semakin berat. Belum lagi ditambah orang-orang yang banting setir pindah ke bidang IT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw bersyukur karena perusahaan buru-buru membekali gw dengan skill yang unik. Kalau bisa hitung berapa orang yang pernah sekolah AS/400 plus High Availability-nya tapi juga punya pemahaman mendalam tentang Network ditambah programming skill yang not bad, mungkin gak terlalu banyak. Dengan itu gw bisa menentukan carrier path untuk selanjutnya di bidang Software Engineering untuk kemudian jadi Architect. Semoga Allah bisa melancarkan jalan kita semua untuk kemajuan bangsa. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana jadinya seorang fresh graduate yang tidak tahu apa-apa melamar sana sini ditambah lagi dengan banyak perusahaan yang sekarang melakukan proses Outsourcing. Akhirnya banyak yang 'terpaksa' masuk sebagai tenaga outsource.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang jam kerja mungkin akan lebih fix, sekian jam perhari. Sedikit berbeda dengan yang misalnya punya waktu sangat flexible. Kadang bisa pulang sore, kadang malem banget. Kadang hari ini kerjanya cuman 7 jam, tapi besok musti 13 jam. *curcol*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah gw mempelajari bagaimana peraturan yang ada di Indonesia, kontrak itu hanya boleh sampai 2 tahun. Beruntung bagi perusahaan yang punya banyak anak perusahaan, karena setelah 2 tahun di anak perusahaan A, kemudian kontrak dipindahkan ke anak perusahaan B. Begitu selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah yang kejadian sama temen gw yang kontraknya persis habis bulan Februari kemarin. Dengan alasan kinerja, kontraknya tidak diperpanjang di bulan Maret ini. Atau dengan kata lain, minggu lalu jadi hari terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini bakal berputar seperti ini terus kalau tidak ada perubahan yang berarti. Kurikulum IT di berbagai macam kampus yang sebagian besar mendidik bagaimana supaya si mahasiswa bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Bahkan ada yang iklannya: "Mau dapet kerja? Masuk ****"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak ada pemberian pemahaman bahwa sekarang lowongan pekerjaan yang berkualitas untuk lulusan IT itu semakin berkurang. Kata-kata berkualitas mungkin relatif. Tapi jaminan kesehatan, gaji yang bisa menghidupi ia dan pasangannya (juga kalau nantinya punya anak), tunjangan yang cukup untuk keperluan sekunder sekalipun, ditambah dengan jaminan hari tua, mungkin itu mutlak hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ada pemahaman bahwa kita musti belajar bagaimana bisa memindahkan industri software dan hardware sekelas IBM, Microsoft, Intel, Apple, dll, ke negara ini. Jangan biarkan banyak uang kemudian lari keluar Indonesia hanya karna kita mau beli license atau beli server. Kalau kita bisa membuatnya sendiri, kenapa musti beli sama luar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana caranya, mungkin para akademisi  lebih mengetahui. Atau malah praktisi yang sudah berkecimpung puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, yang terbaik yang bisa gw lakukan adalah gimana cara transfer knowledge sama setiap temen-temen yang kebetulan masih outsource, sehingga bisa terjadi peningkatan skill, pengembangan kepribadian, yang semoga menjadi peningkatan dalam kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sukses. Mari kita berpikir dalam skala yang lebih besar. InsyaAllah kita bisa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-3719326970721719877?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/3719326970721719877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=3719326970721719877' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/3719326970721719877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/3719326970721719877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2011/03/semoga-sukses.html' title='Semoga Sukses'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-7996659926661562178</id><published>2011-02-25T22:46:00.001+07:00</published><updated>2011-02-25T22:55:10.225+07:00</updated><title type='text'>Kisah Pak Suyatno</title><content type='html'>Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Suyatno, 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun dan dikarunia 4 orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal cobaan menerpa setelah istrinya melahirkan anak ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ketiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka. Sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yg cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu , semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.........bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi. Kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini. Kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anakku ......... Jikalau perkawinan dan hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah......tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian…sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang. Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio. kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru karena disitulah pak Suyatno bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) semua menjadi sia-sia. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan diamemberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama…dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya, sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-7996659926661562178?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/7996659926661562178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=7996659926661562178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/7996659926661562178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/7996659926661562178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2011/02/kisah-pak-suyatno.html' title='Kisah Pak Suyatno'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-4584869101812108816</id><published>2011-02-25T06:43:00.003+07:00</published><updated>2011-02-25T06:57:17.164+07:00</updated><title type='text'>Kisah Hasan Basri</title><content type='html'>Terkisah Hasan Basri, seorang imam termahsyur yang memiliki wajah yang rupawan. Beliau  sering berjalan-jalan keliling kota Basrah karena sangat  senang dengan keindahan dan keramaian penduduk yang tinggal di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika Hasan berjalan, secara tiba-tiba beliau melihat seorang wanita cantik. Melihat  wanita cantik itu. Hasan berjalan mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menoleh,  sambil berkata kepadanya: "Apakah engkau tidak malu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malu pada siapa?" Hasan menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata. "Malu kepada Zat Yang Maha  Mengetahui, mata yang khianat dan apa-apa yang terlintas di dalam  hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertanam rasa cinta di dalam hati Hasan terhadap wanita  itu sehingga ketidaksabaran dan godaan hawa nafsu membuatnya terus berjalan mengikuti wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata lagi  kepadanya, "Mengapa engkau mengikuti aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh, aku  terpesona dengan pandangan matamu itu," Hasan menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali berkata, "Tunggulah  di sini, nanti akan aku kirim apa yang engkau kehendaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan  beranggapan wanita itu menaruh cinta kepadanya, sebagaimana dia jatuh  cinta kepada wanita itu. Beliau pun menunggu di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak beberapa lama kemudian, datanglah seorang pelayan wanita cantik itu kepadanya membawa nampan bertutupkan sehelai sapu tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Hasan membuka tutup bekas itu, ternyata dua mata wanita itu ada di  dalamnya. Melihat hal sedemikian, maka pelayan berkata. "Sungguh tuan puteri berkata: 'Aku tidak ingin mata yang memuatkan  fitnah dan mempesonakan orang.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika dia gemetar dan bulu  romanya berdiri. Hasan lalu memegang janggutnya dan berkata kepada dirinya: "Celaka  engkau, sebab sudah berjanggut mengapa tidak malu terhadap wanita cantik  itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun menyesal dan bertaubat pada saat itu sebelum  pulang ke rumahnya dan menangis semalaman. Keesokan paginya, Hasan ke  rumah wanita itu untuk meminta maaf segala kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba di rumah wanita tersebut, Hasan menemui rumahnya tertutup dan mendengar suara  tangisan wanita dari dalam rumah itu. Akhirnya, beliau pun bertanya apa  yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan bahwa pemilik rumah itu meninggal. Hasan kembali ke rumahnya dan menangis selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam ketiga, dia bermimpi melihat wanita cantik itu sedang berada di dalam syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan berkata kepada wanita itu dalam mimpinya. "Hai wanita yang cantik, maafkan semua kesalahanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab. "Sungguh, semua sudah kumaafkan kerana aku memperoleh  kebaikan daripada Allah sebab engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan kemudian kembali berkata, "Berikanlah  kepadaku akan nasihatmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau engkau sendirian, berzikirlah  atau ingatlah kepada Allah. Dan pada setiap pagi maupun petang,  beristighfar memohon ampun kepada Allah serta bertaubat kepada-Nya."  kata wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Sungguh, seringkali kita dibiaskan oleh banyak hal di dunia ini. Alangkah mulianya akhlak wanita di kisah tersebut. Semoga kita bisa sama-sama menjaga hati, lisan, dan pandangan, dari apa yang menjauhkan diri kita dari Allah swt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-4584869101812108816?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/4584869101812108816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=4584869101812108816' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/4584869101812108816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/4584869101812108816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2011/02/kisah-hasan-basri.html' title='Kisah Hasan Basri'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-4372462090710122820</id><published>2011-02-09T23:19:00.005+07:00</published><updated>2011-02-10T00:20:35.771+07:00</updated><title type='text'>Kemampuan Hipnotis Terpendam?</title><content type='html'>Belakangan ini gw punya hobi baru: mengamati perilaku orang-orang yang ada di sekitar gw. Mungkin suatu saat gw bisa menggunakan hobi gw ini ketika gw punya 1000 orang karyawan yang bekerja di perusahaan gw. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kerjaan gw mendukung banget hobi baru gw tersebut. Gw bisa ketemu sekitar 30 orang dari background yang berbeda-beda tiap bulannya. Malah kalau 'beruntung' bisa lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, kenapa belakangan ini gw sering perhatikan bahwa ada beberapa client gw yang niru cara kerja gw. Seriously, ini bukan Ge-eR. Tapi ketika gw biasanya 1 minggu gw bekerja dengan si client, maka hari keesokannya gw merasa gaya gw banyak yang ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya sih enggak ada masalah apa-apa. Karena gw biasanya dengan senang hati memberikan beberapa best practices yang konon berasal dari perusahaan teknologi terbesar di dunia tempat gw berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kadang yang bersangkutan bisa mengubah kebiasaan rutinnya sampai ke hal yang kecil misalkan kebiasaan gw mengucapkan beberapa kata pertama yang agak ajaib ketika mau nelpon orang atau sholat dzuhur terlebih dahulu sebelum  makan siang. Kalau cuman kejadian sama 1 orang menurut gw wajar. Tapi kalau udah kejadian ke orang ketiga, kayaknya rada serem juga yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw jadi inget kejadian beberapa tahun lalu pas gw kuliah di tingkat 2. Gw punya beberapa anak tingkat 1 yang gw asdosin nih ceritanya, dan kebetulan waktu itu lagi ketemu di sekre square (ini tempat anak-anak Fasilkom UI ngumpul). Mereka berenam lagi belajar Matematika Diskrit, ketemu gw, dan langsung nanya beberapa pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 15 menit gw jelasin, mereka ngangguk-ngangguk. Di tengah-tengahnya gw sambil cerita yang agak Out of Topic tentang perkuliahan, dan kayaknya mereka interested banget. Kebetulan waktu itu gw terlibat di kepanitiaan Ospek. Setelah itu adzan ashar ni ceritanya. Yaudah gw berdiri, dan nanya: "Mau sholat ashar dulu gak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenamnya, yang semuanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cowo&lt;/span&gt;, pada ngangguk dan berdiri ngikutin gw jalan ke musholla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada yang aneh sampai di musholla. Sampai setelah kita semua pada buka sepatu dan mau ambil wudhu, salah satu diantara mereka ada yang tiba-tiba pake kaos kaki &amp;amp; sepatunya lagi sambil bilang: "saya lupa, kak, saya enggak sholat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jreng jreng..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-4372462090710122820?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/4372462090710122820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=4372462090710122820' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/4372462090710122820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/4372462090710122820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2011/02/kemampuan-hipnotis-terpendam.html' title='Kemampuan Hipnotis Terpendam?'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-2799288187926044259</id><published>2011-02-01T20:29:00.006+07:00</published><updated>2011-02-01T22:13:19.903+07:00</updated><title type='text'>Minus Dua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TUgQsDfs-7I/AAAAAAAAAJg/mdT_S4fp9Wg/s1600/IMG00646.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TUgQsDfs-7I/AAAAAAAAAJg/mdT_S4fp9Wg/s400/IMG00646.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568719288282184626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu saya menemui kejadian menarik: Lift di kantor salah satu client saya mulai dari angka -2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkesimpulan kalau -2 berarti lantai Basement 2, karena saat parkir ada tulisan B-2 di tiangnya. Selanjutnya -1 berarti lantai Basement 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas saya kesana bukan untuk ngebenerin lift mereka. Bukan karena pekerjaan ngebenerin lift itu pekerjaan yang rendah, lho. Enggak gitu. Tapi karena tugas saya di sana untuk menangani keluh kesahnya si client tentang sistem IT-nya. Bukan sistem lift-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian saya iseng juga nanya sama kedua bapak yang saya temui, apa mereka sadar kalau liftnya start dari angka minus. Bapak pertama enggak sadar karena enggak pernah ke Basement. Bapak kedua enggak pernah sadar tulisan di lift-nya apa. Waduh..akhirnya saking penasarannya saya nawarin bapak pertama buat pulang bareng saya, cuman demi ngeliat angka di lift yang -2 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata terbukti. Begitu sampai di basement 1, angka di lift berubah jadi -1. Dan kemudian berubah lagi jadi -2. Si bapak pertama malah nanya sama saya: "iya..kenapa ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercetus saja ketika itu anggapan saya bahwa inilah cara pengelola gedung ngingetin kita kalau ternyata kebanyakan dari kita berada pada lingkungan yang berada pada dunia yang cuman ada 2 kondisi: ada atau enggak ada. Punya mobil atau enggak punya. Punya rumah atau enggak punya. Jalanan lancar atau macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang diantara kita yang sadar kalau ada kondisi ketiga, yaitu kondisi minus. Kayaknya masih banyak orang yang jangankan buat nikmatin jalan macet, dapet kerja saja susah. Atau jangankan buat ngeluh rumah masih ngontrak terus, buat makan besok aja masih belum tentu makan nasi. Dan mungkin jangankan buat ngeluh kecapekan sama semua aktivitas, karna ternyata masih ada yang dini hari udah sibuk buat siapin jualan untuk dijual keliling besoknya seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma kondisi negatif. Itu mungkin yang ingin disampaikan oleh pengelola gedung kepada kita. Bahwa tidak selamanya kita berada pada kondisi plus atau nol. Ada kalanya kita jatuh pada kondisi minus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya yang namanya bilangan minus mah enggak ada batasnya ya. Cobaan seberat apapun pasti masih bisa membuat kita bersyukur atas nikmat lain yang masih diberikan ke kita. Hilang duit 1000 di kantong baju, masih ada 500 di kantong celana. Semua duitnya ilang, masih ada baju yang masih bisa dipakai. Kalau ternyata bajunya kumal, setidaknya kita masih bisa bersyukur karena masih punya harga diri untuk berusaha menutupi aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika semua itu dicabut, setidaknya kita masih bisa bersyukur pada satu hal..masih diberikan kesempatan untuk bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;~hayo habis -1 sebelum 1 di lift-nya keluar angka 0 atau huruf G?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-2799288187926044259?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/2799288187926044259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=2799288187926044259' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/2799288187926044259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/2799288187926044259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2011/02/minus-dua.html' title='Minus Dua'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TUgQsDfs-7I/AAAAAAAAAJg/mdT_S4fp9Wg/s72-c/IMG00646.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-4260021782494555307</id><published>2010-12-03T19:45:00.001+07:00</published><updated>2010-12-04T07:55:25.532+07:00</updated><title type='text'>Welcome Back, Dreams!</title><content type='html'>Tomorrow I will join a cool event, called Random Hack of Kindness (RhoK). Sponsored by Google, Microsoft, Yahoo, and Australian Embassy, I was invited to give a thought how to solve the disaster recovery in Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love the event from the first sight. Since from the event I can create something useful for disaster recovery, it means that I can give something for the country. Another reason why I join them and delaying my France exam (which occurred at the same time) is..going to lab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s not a medical lab or a mechanical lab. It’s a software engineering lab. It’s only just a luck (from God) who bring me into what I’m working on now. Now I’m working as an IT consultant who had many clients and implementing the same methods and works recurrently. It’s quite challenging to deal with people, make a negotiation with customer, build networking (having 3 times better $$ job offering from customer in the first 2 years), and the important thing, mixing hard and soft skills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No, I’m not a type of person who had a bad soft skill..although I’m not that good :P But the most important thing why I’m thinking to quit is because of lab. Yes, those 3 letters. L, A, B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You know what, working in Silicon Valley is cool. Working in one lab in Silicon Valley is great. You are working in the center of Technology Development, which make you keep updated in what is the newest technology developed instead of reading Chip, Info Komputer, or another Indonesian local Technology magazine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I’m sure that tomorrow, one location in Thamrin will be one great mini lab which filled in by many geeks who want to contribute to the country and also to have an exposure from big company which has a great software lab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A friend asked me a simple question: “now you’re part of the biggest IT company in the world..why don’t you join their lab?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For this question, I just can give a smile then :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-4260021782494555307?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/4260021782494555307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=4260021782494555307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/4260021782494555307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/4260021782494555307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/12/welcome-back-dreams.html' title='Welcome Back, Dreams!'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-7508535701766137550</id><published>2010-11-25T15:25:00.003+07:00</published><updated>2010-12-02T19:09:26.169+07:00</updated><title type='text'>Location Dependent Friends</title><content type='html'>Someone said that it just takes five minutes to break a relationship, but months even years needed to establish a good relationship. Yes it's true. It's a fact although sometimes some people couldn't understand why a hard work must be done just to find a best friends.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have one, a very smart friend who has everything in her own. Graduated from a top university, got an excellent GPA and had a good family. In addition from a complete live that she had, now she is working in a manufacture company as a Corporate Marketing. It's such a good position in a good company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But with all the things she had, she always told me that sometimes she can't share her happiness, sadness, and stories to someone. Not because she doesn't like it, but the problem is she always used calculation when establishing a new friendship to someone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The calculation is quite the same comparing to what we got in the simple Business theory that &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the most important thing which you considered most when you planning to do something is the benefit that you will get from that thing&lt;/span&gt;. More simpler, in your mind, there's just only 2 choices: Profit or loss. Useful or useless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I learn many things from my friend story. As in my case, I usually establish a new friend when I moved into a higher education and a better work place. I met a new friends, I met a new colleagues, and indeed I was starting forgot old friends. I didn't realize anything wrong with this until I experienced a strange condition that I faced when I lost my best friends recurrently just after I move to another environment, either it's a higher education, or a new workplace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Location dependent friends. Aha. I found a more suitable phrase to picture such a weird situation.  Just guess that in our world, I thought most of us feels more comfort to  have a friends day-by-day, or maybe week-by-week. Either they are our  colleagues, they are classmates, or just meet in a daily activity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friends depend on location....sounds weird right? Imagine if you must move to one place to another frequently in every 2 years. Should you change your friends? Should you change the person that will listen to your stories?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Looks like a simple problem, but it will become bigger if your dependent ratio very high.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was happened with my mom. Since my father bought a new bigger house, he planned to move to our new house. My father is thinking when he become grandfather and have many grandsons and granddaughters visit him. Although I'm not married yet (and have no girlfriends yet :P), my father still insist to prepare all the things from now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfortunately my mother didn't agree with the plan. There is only one reason that she said: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mama udah nyaman sama lingkungan disini..&lt;/span&gt;" Ya ya ya..Beside she is Ketua PKK RW, she also had a daily schedule to visit our neighbor's (and also visited by our neighbors :P).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So..plan B must be executed then. We are going to make our house bigger to bring my father's grandsons and granddaughter. Still..although my sister is not married yet (and so do I..heheh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-7508535701766137550?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/7508535701766137550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=7508535701766137550' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/7508535701766137550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/7508535701766137550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/11/location-independent-friends.html' title='Location Dependent Friends'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-510456057137087517</id><published>2010-11-03T19:42:00.002+07:00</published><updated>2010-11-03T19:52:59.209+07:00</updated><title type='text'>Acting Roles</title><content type='html'>Barusan saya dapet undangan dari bapak GM kalau hari Kamis depan ada PMO meeting. Ini adalah meeting bulanan yang dihadiri oleh semua Project Manager di divisi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat ngerasa biasa sesaat, karena saya kira beberapa project konsultansi yang selama ini saya pegang butuh saran. Namun jadi tiba-tiba enggak bisa, karena setelah saya lihat, ternyata yang ada di meeting tersebut adalah senior-senior yang biasa menjadi PM di project dimana saya kerjakan. Waduh tiba-tiba keingetan ada ongoing project dimana saya accidentally acting sebagai PM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..dalam hati berpikir, apa maksudnya yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, sebelumnya sekitar 2 bulan yang lalu saya baru aja dapet GM baru, yang kebetulan seminggu sebelumnya (ini pas beliau masih jadi manager) saya datangin ke mejanya untuk nanyain tentang ambil program MBA di GM. Ngobrol sampai 1 jam, beliau cerita banyak sekali terutama mengenai kerjaan dan hal-hal lain yang cukup menggugah lah pokoknya. Eh gak taunya seminggu kemudian jadi GM..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hikmahnya perlu ngobrol sama saya dulu kali yah kalo mau naik jadi GM :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan jadi GM, beliau mengangkat 2 orang teman saya, Mas Ario dan Mas Taufan, yang sekarang sama-sama 26 tahun, buat naik jadi manager. Keduanya masuk 4 tahun yang lalu di posisi yang sama dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang ini termasuk kebijakan yang kalau di level Presiden itu: “memihak pada rakyat” hehe. Karena disini jarang orang yang memilih untuk menekuni karir manajerial, berhubung banyak kendala, akhirnya karir Project Manager-lah yang dipilih, dengan tingkat yang selevel dengan Manager. Kalau Manager itu People-Manager-Directly, sedangkan Project Manager itu People-Manager-Indirectly. Masing-masing ada challenge-nya sendiri-sendiri. Kalau menurut gw, PM itu lebih challenging yah kayaknya, karena selain musti manage resource di dalam, PM juga musti facing customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sendiri, saya memilih jenis yang ketiga, yakni karir engineering, semenjak hari pertama saya kerja, karena disamping karir engineering tidak ada batasnya, rewardnya bisa setara dengan CEO. Walaupun ketika sampai di suatu level maka si engineer musti pindah ke Singapore atau ke US. Dan menjadi distinguish engineer merupakan puncak dari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tadi pagi masih jadi misteri buat saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya kemudian saya keingetan sama kata-katanya Mario Teguh: “kalau kamu belum bisa jadi manager, maka berilah saran-saran yang bermanfaat dan bantulah manager kamu, maka suatu saat kamulah yang akan jadi manager.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..semoga aja semua ini ada hikmahnya :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-510456057137087517?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/510456057137087517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=510456057137087517' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/510456057137087517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/510456057137087517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/11/acting-roles.html' title='Acting Roles'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-3332122079660984680</id><published>2010-11-01T16:11:00.005+07:00</published><updated>2010-11-01T16:20:26.002+07:00</updated><title type='text'>Gaji Papa Berapa Si?</title><content type='html'>Seperti biasa Andrew, konsultan di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000 untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000 dong” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew.&lt;br /&gt;Tetapi Sarah tidak beranjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,&lt;br /&gt;“Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000 enggak ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah, nggak usah macam-macam lagi.&lt;br /&gt;Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.&lt;br /&gt;Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Papa…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Andrew pun habis.&lt;br /&gt;“Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000 di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan Rp 5.000 lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000 tapi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000 maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikutip dari seorang teman, yang mengingatkan akan pentingnya keluarga..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-3332122079660984680?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/3332122079660984680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=3332122079660984680' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/3332122079660984680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/3332122079660984680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/11/gaji-papa-berapa-si.html' title='Gaji Papa Berapa Si?'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-522027565003838860</id><published>2010-10-27T22:02:00.003+07:00</published><updated>2010-10-27T22:14:31.568+07:00</updated><title type='text'>Perubahan yang tidak bisa berubah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan hari ini tepat aja handphone saya menjadi barang passive yang enggak bisa dipakai untuk Blackberry Messenger, terima email, nelpon, bahkan untuk kirim SMS sekalipun. Cuman fungsi terima SMS atau terima telpon yang bisa dipakai. Anehnya, Telkom sekali-kalinya mati dalam jangka waktu yang lama untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir. Biasanya mati cuman maksimal 2 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Otomatis, saya hanya bisa akses komputer desktop tua yang ada di meja kerja di kamar saya, karena beruntungnya bagi kamu, saya mengubah setting login laptop kantor saya menjadi domain login, alias login online, alias kalo mau login musti konek internet dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu? Iya, beruntung buat kamu. Karena bentar lagi kamu bakal ketemu tulisan saya di blog yang jadi obsolete ini. :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mohon maaf kalau dalam beberapa bulan ini blog ini jadi terlantar. Entah kenapa, entah bagaimana, saya juga enggak ngerti kenapa aktivitas sehari-hari saya bisa mencapai volume tiada akhir. Semoga tulisan ini bisa mengobati rasa rindu kamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-ttd, Pemilik Blog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin persis saya lewat jalan Rasuna Said-SMA 3 Jakarta-Sudirman untuk menghindari macetnya malam Selasa yang sudah beredar dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah beberapa kali lewat SMA 3, tapi kali itu rasanya beda, karena jalur yang saya lewati persis dengan jalur 6 tahun yang lalu. Waktu tahun 2004 itu, setiap seminggu 2 kali saya harus ke SMA 3 Jakarta buat ikut karantina Olimpiade Sains Nasional Matematika bareng 12 orang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya iseng-iseng lihat profil teman-teman setelah pulang. Beberapa temen dari SMAK 1 Penabur seperti Sanders, sekarang kerja di Apple Computer. Atau Ivan, yang kerja di Intel. Edwin, yang lanjut kuliahnya di NTU, masih enggak ketahuan gimana nasibnya. Gabriella, yang dulu saya pernah suka, sekarang masih kuliah di NTU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, saya kok jadi keingetan sama diri saya 6 tahun yang lalu itu ya. Waktu itu saya sangat eager sekali dengan kemauan untuk membuat perusahaan software yang bisa menyaingi Microsoft, atau Oracle. Sampai-sampai pernah diwawancara oleh majalah sekolah, dan headline-nya: “menyaingi Bill Gates” Haha, sampai hati saya ingin tertawa sekaligus miris kalau ingat hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rela meninggalkan kuliah FKUI saya karena saya ingin banget dapet ilmu secara utuh di bidang ini. Keinginan ini lama-lama entah terlupakan, atau sengaja beradaptasi dengan perubahan jaman:&lt;br /&gt;Creator -&gt; Implementer -&gt; Konsultan&lt;br /&gt;Waduh lama-lama bisa jadi Auditor! :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beneran deh, saya enggak pernah menganggap bahwa pekerjaan sebagai implementer atau konsultan, bahkan sebagai auditor sekalipun, menjadi sebuah pekerjaan yang lebih rendah levelnya. Pekerjaan saya sekarang pun kebanyakan menjadi konsultan terhadap kebutuhan bisnis customer yang akan ditranslasi menjadi sebuah IT Needs, dan kemudian akan diimplementasikan menjadi sebuah sistem yang tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi balik lagi, ini masalah mindset yang mengena di dalam otak ini: kalau saya menjadi implementer atau konsultan, maka hasil kerja keras saya akan dapat dipakai oleh customer tersebut. Customer tersebut happy, lalu saya mendapatkan rewards diluar gaji, atau gaji saya dinaikkan, ya paling besar efeknya saya bisa nabung yang kemudian bisa dipakai untuk ternak sapi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No, no, no.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even ketika banyak teman-teman yang kemudian keluar lalu membuat sebuah perusahaan IT sendiri. Yang dilakukan ya tidak jauh beda dengan pekerjaan sebelumnya: menjual jasa dan servis konsultasi dan implementasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya salut dengan tipe seperti ini, karena saya termasuk orang yang cukup sakit hati melihat harga yang ditawarkan oleh perusahaan ke customer atas saya. Setengah? No. Seperempat? No. Sepersepuluh? Itu aja kayaknya gak nyampe deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya tenaga ahli dari dalam negeri yang berasal dari perusahaan nasional, setidaknya kita enggak pernah membuat sekitar 90% yang diatas tersebut pergi keluar negri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekarang katakanlah telah ada kebijakan bahwa Departemen di Pemerintah beserta kawan-kawannya (pokoknya yang pegawainya berstatus PNS :D) untuk membuat kontrak proyek pengadaan barang dan jasa mereka hanya dengan perusahaan dalam negeri. Ini seenggaknya bisa membantu temen-temen local startup company untuk bisa berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..ada tapinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proyek pengadaan server misalnya: apakah para perusahaan nasional tersebut mampu menyediakan server sendiri? Tentunya balik lagi..si perusahaan A bawa mesinnya IBN (nama samaran), si perusahaan B bawa mesinnya HQ (lagi-lagi nama samaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam proyek pengadaan perangkat lunak: si perusahaan C bawa software dari Migrosok (nama samaran), dan si perusahaan D bawa software dari Oretel (nama samaran terakhir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh kalau begini praktiknya, maka si perusahaan nasional akan mendapatkan palingan 10% dari nilai proyek sementara si perusahaan asing akan mendapatkan bagian sisanya yang pastinya sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin hampir semua teman-teman saya tahu mengenai masalah ini. Dan ini yang saya ingat selalu di setiap hari saya berjalan menuju ke kantor untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ditanya oleh seseorang, kenapa saya ingin &lt;a href="http://chichi-doang.blog.friendster.com/2007/11/wanita-tidak-butuh-sertivicate-ccie/"&gt;mengejar CCIE&lt;/a&gt; saya. Dengan berbagai macam survei yang menunjukkan bahwa salary seorang CCIE masih yang tertinggi, atau beberapa teman yang setelah mendapatkan CCIE-nya langsung mendapatkan puluhan email tawaran kerja, &lt;a href="http://chichi-doang.blog.friendster.com/2007/11/wanita-tidak-butuh-sertivicate-ccie/"&gt;dengan salary yang berlipat-lipat&lt;/a&gt;, atau dengan jumlah CCIE di Indonesia yang tidak terlalu banyak sehingga eksklusif, tentunya ada dorongan kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, saya hanya berpikir, kalau seseorang tidak bisa menguasai suatu teknologi, bagaimana ia dapat membuat ide baru akan teknologi baru yang dapat berguna bagi dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disitulah saya menyadari, bahwa sebenarnya kita semua belum out-of-track. Kita masih sama-sama belajar. Yang mungkin sesekali kita lupa adalah bagaimana kita tetap menjaga mimpi itu sehingga suatu saat mimpi itu akan menjadi sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis bukan seorang IT Expert, bukan juga seorang enterpreneur.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-522027565003838860?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/522027565003838860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=522027565003838860' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/522027565003838860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/522027565003838860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/10/perubahan-yang-tidak-bisa-berubah.html' title='Perubahan yang tidak bisa berubah'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-231171758850932402</id><published>2010-06-13T01:14:00.005+07:00</published><updated>2010-06-13T01:51:27.945+07:00</updated><title type='text'>Hamilton dan The Wall of Champion</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TBPOq7-vahI/AAAAAAAAAJM/-MUgWCe_j2I/s1600/Kubica_crash.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 203px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TBPOq7-vahI/AAAAAAAAAJM/-MUgWCe_j2I/s320/Kubica_crash.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481952408490699282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Balapan Formula 1 yang minggu ini diadakan di Kanada menghasilkan Hamilton, seorang kebangsaan Inggris yang sempat diberikan penghargaan oleh Ratu Elizabeth, untuk mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pole position&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah kebanggan bagi Hamilton dengan mobil Mercedes-nya, yang mampu mengungguli team Red Bull yang hampir selalu mendominasi balapan F1 belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McLaren Mercedes Team mengungkapkan kalau mereka mengepaskan bahan bakar sehingga hanya cukup sampai garis finish saja. Tak heran kalau setelah finish, mobil Hamilton pun mogok sehingga ia harus mendorong mobilnya sendiri sebelum akhirnya dijemput oleh panitia lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain strategi team, ternyata ada satu titik yang bisa membuat Hamilton unggul cukup jauh dibanding dengan rekan setimnya, Jenson Button, yang ada di posisi ke-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wall of Champion. Ini adalah julukan bagi sebuah tembok yang terletak &lt;a href="http://wikimapia.org/8487798/The-Wall-Of-Champions"&gt;tepat setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chicane&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; terakhir, atau belokan terakhir sebelum garis finish. Disini pembalap seolah diajak berjudi, dengan resiko akan menabrak dinding seperti kasus terakhir Kubica di 2007, atau mendapat ganjaran waktu yang lebih cepat 0.2-0.4 s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa ini balapan F1, bukan perjalanan mobil biasa dimana ibu saya sering bilang: "gak usah ngebut-ngebut, paling nanti sampainya beda 5 menit". Perbedaan 0.2-0.4 s inilah yang menjadikan seorang pembalap lebih unggul dibanding pembalap lainnya. Tentunya karena mesin yang digunakan relatif tidak jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wall of Champion ini mengingatkan kita pada prinsip investasi sederhana: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;High Risk, High Return&lt;/span&gt;". Ini prinsip hidup yang sebenarnya mudah, tapi implementasinya sangat sulit dalam kehidupan sehari-hari. Kita cenderung untuk memilih sesuatu yang berada di dalam zona aman, dibanding dengan keluar dan mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gain&lt;/span&gt; yang lebih besar lagi. Padahal terkadang saya masih terngiang-ngiang kata-kata yang pernah diucapkan Mario Teguh:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Zona yang sering kita anggap nyaman itu sebenarnya tidak ada. Yang ada hanya zona tidak nyaman yang tidak mau kita tinggalkan karena malas untuk berusaha lebih giat"&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Atau kata ibu saya.. "Banyak orang yang lebih pintar dari kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha lebih giat"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-231171758850932402?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/231171758850932402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=231171758850932402' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/231171758850932402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/231171758850932402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/06/hamilton-dan-wall-of-champion.html' title='Hamilton dan The Wall of Champion'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TBPOq7-vahI/AAAAAAAAAJM/-MUgWCe_j2I/s72-c/Kubica_crash.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-8912903234085332071</id><published>2010-06-11T19:32:00.002+07:00</published><updated>2010-06-12T12:02:17.664+07:00</updated><title type='text'>Ayam Goreng Sabtu Sore di Victoria Park</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TBIxNMDJC-I/AAAAAAAAAI8/3TD41L-8p9c/s1600/fayataman1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TBIxNMDJC-I/AAAAAAAAAI8/3TD41L-8p9c/s320/fayataman1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481497799105776610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja nonton film "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Minggu Pagi di Victoria Park&lt;/span&gt;" bersama dengan ibu saya. Film itu bercerita tentang kisah tentang TKI yang berkumpul di Victoria Park setiap hari Sabtu dan Minggu. Victoria Park terletak di dekat Kowloon Mosque dan sekitar 3 km dari Nathan Road. Pikiran saya langsung melayang pada kenangan saya dengan nasi, ayam goreng, sayur labu siam, beserta sambal terasi yang saya nikmati di Hongkong beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, sepulang sholat Ashar di hari Sabtu, saya bertemu dengan seorang warga Pakistan yang bekerja di Hongkong. Perut saya yang mulai berbunyi membuat saya kemudian bertanya tempat makan khas Indonesia yang terkenal di sekitar Kowloon ini. Sang Pakistan pun bercerita kalau di Victoria Park ada banyak TKI yang berkumpul dan diantara mereka ada yang jualan makanan khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat saya memuncak seketika membayangkan nasi ayam goreng khas Jawa ditambah sambal pedas. Sebagai muslim, dua minggu di Hongkong membuat saya selektif untuk memilih makanan yang sudah jelas halal. Akibatnya, pilihan saya hanya berkisar dengan makanan India dan Pakistan yang menurut saya kurang pas untuk lidah orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eh&lt;/span&gt; benar saja. Beberapa menit berjalan dari Kowloon Mosque, saya sudah bisa melihat ada segerombolan wanita berusia 20-40 tahun berwajah khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara mereka ada yang berkelompok duduk di pinggir Victoria Park yang asri seakan sedang mengadakan arisan ibu-ibu. Sebagian lagi duduk berjejer menjajakan jualannya diam-diam. Ya, harus diam-diam, karena ternyata banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sweeping&lt;/span&gt; yang dilakukan oleh polisi Hongkong. Alhasil saya hanya bisa membawa makanan yang saya beli untuk dinikmati di hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh lima dollar yang saya keluarkan cukup pantas untuk seporsi nasi, 2 ayam goreng yang masih panas, sayur labu siam, dan sambal terasi tentunya. Sebanding dengan harga kangen atas masakan ibu saya yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama transaksi pembelian, saya menyempatkan untuk mengobrol dengan beberapa TKI yang ternyata semuanya bekerja sebagai pembantu disana. Si penjual yang makanannya saya beli asalnya dari Wonosobo dan sudah 4 tahun bekerja sebagai TKI di Hongkong. Bekerja dari Senin sampai Jumat, seperti layaknya karyawan kantoran, TKI di Hongkong diberikan jatah libur di Sabtu dan Minggu. Waktu 2 hari inilah yang dimanfaatkan oleh mereka untuk berkumpul dengan teman-teman, dan sebagian memanfaatkan untuk berjualan makanan. "Lumayan mas, daripada ngerumpi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enggak&lt;/span&gt; jelas jadinya gosip malah dosa, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mendingan&lt;/span&gt; jualan makan gini, hasilnya lumayan," kata wanita yang saya taksir masih berumur 30-an tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, mereka mau mengungkapkan gaji yang mereka terima per bulannya. TKI di Hongkong menerima gaji sekitar 4000 dollar HK (sekitar Rp 4 juta). Ada pro kontra tentunya disini. Mereka hanya bercerita kalau uang yang mereka terima cukup lumayan karena uang makan dan tempat tinggal ditanggung oleh majikan. Walaupun &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2009/07/10/09392710/tki.di.hongkong.terancam.dibayar.murah"&gt;yang saya baca di harian Kompas &lt;/a&gt;agak sedikit berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari keadaan underpaid tersebut, sebutan devisa negara untuk para TKI yang di film "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Minggu Pagi di Victoria Park&lt;/span&gt;" membuat Lola Amaria nekat untuk pergi ke Hongkong. Mungkin saja dari usaha makanan di pinggir Victoria Park mereka bisa merambah ke usaha bisnis makanan besar di Hongkong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jujur, menurut saya sambal terasinya memang benar-benar dahsyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-8912903234085332071?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/8912903234085332071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=8912903234085332071' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/8912903234085332071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/8912903234085332071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/06/ayam-goreng-sabtu-sore-di-victoria-park.html' title='Ayam Goreng Sabtu Sore di Victoria Park'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-iDcjJWZ5Kc/TBIxNMDJC-I/AAAAAAAAAI8/3TD41L-8p9c/s72-c/fayataman1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3968460303145239342.post-5947791162018910723</id><published>2010-06-06T23:54:00.000+07:00</published><updated>2010-06-11T22:38:17.707+07:00</updated><title type='text'>Bersih</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat yang baik pasti akan dibantu supaya hasilnya juga akan menjadi baik. Per tanggal dobel 6 ini gw ngebersihin blog ini plus semoga hati gw juga. Sungguh Allah Maha Tahu niat hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa lebih bermanfaat :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3968460303145239342-5947791162018910723?l=denilukman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denilukman.blogspot.com/feeds/5947791162018910723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3968460303145239342&amp;postID=5947791162018910723' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/5947791162018910723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3968460303145239342/posts/default/5947791162018910723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denilukman.blogspot.com/2010/06/bersih.html' title='Bersih'/><author><name>Deni Lukmanul Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15115610631192809808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i136.photobucket.com/albums/q180/zahradeni/DSC04532.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
