Aku pinjamkan catatan ini

simple, but powerfull


Mudik, mudik..

Sungguh enak memiliki banyak saudara. Dari hari Minggu hingga hari ini silaturahmi keluarga tidak berhenti-henti.

Cerita Lebaran tahun ini dimulai dari hari Senin, dimana sebagian saudara saya sudah berlebaran. Hari itu setelah banyak saudara yang berkunjung kerumah, saya pun ke rumah Nenek untuk bertemu saudara yang lain. Senang bisa kumpul-kumpul lagi sama saudara, ngobrol-ngobrol dari hal yang agak serius sampai yang becanda juga ada.

Dilanjutkan hari Selasa, dimana puncaknya berputar-putar keliling ke rumah saudara-saudara. Capek hari ini. Malam-malamnya bersiap untuk pergi mudik ke Tasik. Ternyata baru sadar malamnya, bahwa ada banyak yang harus disiapkan, terutama yang berkaitan dengan tugas kuliah. Setelah beberapa hari tidak menyentuh buku, akhirnya malam itu membuka buku PSD Gajski, dan buku MD. Pertama-tama agak kaget ternyata tugasnya banyak! Padahal pas lagi diliat-liat kemarin PR MD cuma ada beberapa nomer gitu. PSD juga cuma ada 6 nomer. Tapi kedua tugas itu telah menguras waktu saya di malam itu. Tapi Alhamdulillah selesai juga sekitar jam 22.00. Lalu chatting dengan pacar. Abis chatting niatnya mau tidur, tapi ternyata kangen lagi, akhirnya telpon-telponan sampai sekitar jam 24.00. Setelah agak berkurang dikit kangennya (meskipun masih), lalu tidur.

Hari Rabu! Ya, inilah hari yang menyenangkan. Pagi hari bangun jam 4, sholat Tahajjud, ngaji bentar, lalu ngecek mobil. Setelah sholat Shubuh, sarapan dulu, akhirnya perjalanan panjang dimulai. Sekitar jam 6 sampai di UKI, baru mau masuk ke tol Cikampek, ternyata sudah tersendat. Ternyata ada kecelakaan. Sepertinya baru, karena masih ada barang-barang yang berceceran. Saya menarik nafas agak panjang sekaligus dag dig dug. Sepanjang perjalanan saya pun berdoa terus, dan tak lupa memintar pacar untuk mendoakan. :)

Tol Cipularang hari itu sangat padat sekali, tapi tidak sampai membuat perjalanan menjadi tersendat. Akhirnya sekitar 2 jam kemudian sampailah di Bandung. Kota yang beberapa waktu lalu banyak disoroti akan kasus sampahnya ini ternyata masih saja indah. Setidaknya mengobati error di otak setelah beberapa jam ketemunya tol melulu. Selepas dari Bandung, beberapa gejala mengesalkan pun timbul. Sampai di Cileunyi, perjalanan menjadi begitu melelahkan karena jalannya macet sekali. Akhirnya setir kemudi pun berganti. Dibelakang bersama adik akhirnya foto-foto dan menghabiskan makanan yang dibawa. Hehe.

Sampai Malangbong, macet makin parah. Gak selesai juga, bahkan sampai Nagrek. Kembali makanan pun yang menjadi korban keganasan saya. Tetapi kalau dibandingkan, ketika pergi, dari Cileunyi sampai Tasik memakan waktu 6 jam. Tetapi ketika pulang, dari Tasik ke Cileunyi hanya menghabiskan waktu 1,5 jam. Bisa dibayangkan bagaimana macetnya.

Tapi begitu sampai di rumah yang di Tasik, semua rasa capek, lelah, kesal, dan gondok pun hilang. Suasana khas Tasik yang kesunda-sundaan pun serasa datang menyeruak. Setelah ziarah ke makam, jalan-jalan beli makanan, akhirnya malamnya baru berkumpul dengan saudara sepupu yang begitu banyak.

Jadi gini, ayah saya adalah anak ke-14 dari 15 bersaudara. Satu-satunya adik yang dimiliki ayah ternyata menikah lebih dahulu dibanding ayah. Jadi ayah nikahnya paling belakangan dibanding saudaranya yang lain. Berarti otomatis saya jadi anak sulung termuda. Atau dengan kata lain mempunyai kakak sepupu yang bejibun, dan tentunya keponakan yang banyak.

Sayangnya keesokan harinya harus pulang. Setelah pagi-paginya jalan-jalan sambil mancing juga, cuci mobil bentar, dan beli oleh-oleh, akhirnya harus pulang lagi ke Depok. Huhuhu.

Waktu pulang, setelah tidak mengalami masalah kemacetan sampai Bandung, akhirnya ayah memutuskan untuk lewat Puncak, tidak lewat Cipularang lagi seperti pergi. Hitung-hitungannya, kalau lewat Puncak, bisa lewat Padalarang dan Cianjur untuk beli oleh-oleh lagi. Sedangkan kalau lewat Cipularang bisa kena macet di Cawang.

Lewat Puncak, lihat kebun teh, ternyata baru sadar kalau sudah lama juga nggak pergi ke Puncak. Yah, kayaknya harus dijadwalin rutin setiap bulan nih jalan-jalan keluar kota. Lumayan juga melepas kepenatan setelah beberapa bulan terakhir berjuang di 2 'surga' dunia.

Oke, kayaknya udah panjang banget. Kasihan yang bacanya. :D Sekarang udah agak seger nih menghadapi ujian beruntun. Minggu depan yang baru ketahuan 3 ujian. Ayo semangat2 ya, teman-teman! Kita pasti bisa. Ayo mudah-mudahan semuanya minimal dapet B. Jadi seneng semua. Amiin. :)

Yah, Ramadhannya pergi..


Saya begitu tertarik ketika membaca poster diatas di Pusgiwa beberapa waktu lalu. Pertama-tamanya bertanya-tanya dalam hati: "Apa sih ada yang promosi sampai 1 bulan segala? Kalo gitu enak dong anak kos disini?"
~apa gw yang polos banget ya

Lalu setelah membaca semuanya jadi jelas. Ternyata iklan yang dipasang oleh SALAM UI itu mempromosikan bulan Ramadhan. Ah, saya jadi tertarik menaruh ini di blog saya. Sebenarnya sudah sejak lama, tapi baru akhir-akhir ini boleh dicabutnya. Itu juga fotonya diatas selimut kamar *haiyah, internisti gituh :D

Ya, sebenarnya banyak yang bisa kita dapatkan di bulan Ramadhan ini, selain laundry gratis tersebut. Saya sendiri kayaknya gak bakal sanggup kalau disuruh menyebutkan satu persatu. Tapi yang jelas, semua orang pasti merasakan indahnya bulan Ramadhan ini. *Semua orang? Bukannya yang muslim aja?*

Tentunya bukan. Saya mendengar cerita teman saya yang non-muslim dengan antusias ketika ia bercerita tentang keindahan bulan Ramadhan. Tempat-tempat judi ditutup, PSK (ah, kebagusan namanya) banyak yang ngurung, klub-klub malam dibatasi, orang-orang miskin mendapatkan gizi yang cukup, dan banyak lagi hal-hal indah lainnya.

Ramadhan bukan hanya milik orang muslim saja. Begitu pun Lebaran. Untuk sehari saja kita lupakan kasus Lapindo yang belum beres, kekesalan terhadap Fernando Alonso, atau kasus sederhana lainnya. Mari berjabat tangan. Kalau katanya Senada dalam lagunya Satu dalam Damai:

Perbedaan antara kita
Pemberi warna di kehidupan
Sehingga dunia tetap berputar
Mengiringi zaman

Ya, sebentar lagi Ramadhan telah pergi, tentunya dengan beberapa kenangan dan amal yang mudah-mudahan selalu berbekas hingga kita (InsyaAllah) bertemu dengan Ramadhan tahun depan.

Ramadhan yang indah ini diakhiri dengan berbagai kisah manis. Yang terakhir saat semalam buka puasa bersama kelas IPA 3. Senang bertemu teman-teman lama, ketawa-ketawa ampe cekikikan, inget-inget pengalaman di SMA dulu. Jadi ingat waktu dulu jaman-jamannya Persiapan UAN, SPMB, beserta TryOutnya. Mungkin ini yang membuat kenapa kelas 3 begitu terasa dibanding kelas 1 dan kelas 2. Persahabatan yang telah terjalin mudah-mudahan akan begini terus, sampai nanti saat Arvan udah jadi Raja Minyak, Kahlil udah jadi elektronikawan (loh, emang ada?), Ukie jadi arsitek rumah idaman gw nanti :p, Ijah, Agung, Ayun, Bana, Anjaya, dan banyak lagi yang akan menjadi ekonom terkenal (baru sadar kalo banyakan masuk FE, padahal kelas IPA), Tommie, Yusron, Widya, bersama gw akan menjadi dokter handal (Aamiin), dan Ronggo, Santi, Levi, yang akan menjadi ilmuwan peraih nobel, dan lainnya yang InsyaAllah akan terus sukses sampai kapanpun. 33 orang di kelas 3 IPA 3. Ya, meskipun gw udah dapat teman-teman lain, insyaAllah berbagai kebodohan kita gak akan gw lupakan.

Kalau teringat dengan Lagunya Stevie Wonder yang That's what friends are for:

And I Never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love youAnd if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can't remember.....
Keep smilin'
Keep shinin'
Knowin' you can always count on me for sure
that's what friends are for
For Good Times And bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for

Wah, postingan saya sudah panjang rupanya. Ya sudah, terakhir, kapanpun merayakannya, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Mungkin ada kata-kata saya yang menyinggung, atau ada tulisan blog ini yang kurang sepaham, atau ada hutang yang belum terbayar (hehe).

Yang mau mudik, hati-hati di jalan. Yang mau dirumah, kerjain tugasnya dengan bener ^_^

Wajah baru

Setelah muncul kritikan dari beberapa pihak tentang desain blog ini yang terlalu 'elegan', akhirnya pada tanggal 18 Oktober 2006, denilukman.blogspot.com telah resmi berganti wajah. Hehe.

Inilah beberapa respon pertama dari tampilan yang baru ini:
radoyanu: nice!! better!
botem: bagusan yang biasa ah...gw gak suka ama div2 putih itu, jadinya kebanting aja gitu...
lalu rado pun kembali membalas:
radoyanu: ya bisa liat sendiri lah, selera gw ama botem...hehehe

Jadi intinya? Ya begitu.. :)

Sekarang PayPal Bisa Dipake dari Indonesia :D



Yak, Kalau sebelum2nya harus pakai negara lain buat daftar (huhu, tidak nasionalis sekali), sekarang PayPal bisa didaftarkan oleh WNI! Hehe..

Selamat berpaypal ria!

~bisa dapet duit dari topcoder dari PayPal langsung deh :D
~tapi katanya kursnya jelek :(
~gpp, daripada duitnya gak nyampe, hehe

Labels:

Sarana apa yang paling bagus untuk selingkuh?

Saya agak terkejut ketika mengunjungi detiki-net. Ada sebuah poling yang pertanyaannya adalah: "Dari ICT dibawah ini, mana yang kerap digunakan untuk selingkuh?"
Hasil Sementara:
Email: 2 orang
Ponsel (voice): 11 orang
Chatroom (IRC): 24 orang
Messenger: 21 orang
SMS: 62 orang

~kalo gini harus sering2 ngecek HP pacar :p
~bcanda. aku percaya kok :)

Tang Ting Tung Teng Tong

Kemarin ini ada buka puasa sekaligus sahur bareng BPH panitia OKK UI 2006. Setelah diwarnai beberapa kejadian yang terjadi karena gw kelupaan akan sesuatu yang penting sore-sorenya, akhirnya bisa juga ketemu sama teman lama. Kesibukan yang terjadi dulu saat mempersiapkan OKK UI 2006 pun muncul lagi. Gw jadi ingat saat persiapan menjelang biding, pengumuman biding, sampai dengan persiapan OKK UI 2006 yang diwarnai rapat yang molor, keseringan gak seriusnya, dan juga berbagai keceriaan yang terbangun karena event tahunan itu. Ya, semoga panitia OKK UI tahun depan setidaknya bisa mewarisi kekompakan ini.

Sehabis buka puasa, lalu sholat Magrib, lalu langsung ngobrol-ngobrol. Macam-macam pembicaraannya. Ada yang ngomongin orang (tapi yang baik-baiknya aja), sampai yang ngomongin masa depan. Hehe.

Jadi kasusnya begini. Kepanitiaan kemarin diwarnai oleh banyaknya anak 2003, atau yang akan minggat dari UI tahun ini. Jadi ya ngobrolinnya sering banget nyinggung tentang masa depan, termasuk mengingatkan apabila ada yang masih main-mainan pacarannya. Kan dari tahun masuk UI dan tanggal kelahiran, gw masih tercatat sebagai yang paling muda. Tapi bukan berarti yang paling dungu. Hehe. Jadi ya ikut-ikutan nimbrung, meskipun lebih sering diceramahin (ah, kalian memang kakak-kakak yang baik). Tapi teteup aja
Ryan yang paling 'bijaksana' soal seperti ini. :D

Tapi sayangnya agak banyak yang gak dateng. Kak Anest, Haryo, Awe, Osi, Andra, Nunu, Eja, Fenny..kemana kalian..Kangen nih.

Lalu, tadi ada berita bagus lagi. Alhamdulillah tim gw menang biding Olimpiade UI. Yes, yes, berarti statistik biding gw jadi 2-0. Dua kali menang, nol kalah. Hehe. Wah, semoga panitia Olimpiade UI bisa sekompak panitia OKK. Ayo,
Rangga, jadi wakil koordinator gw ya. Ntar staff kita wanita semua aja :p (sst..ada yang cemburu :p) Eh, eh, iya, ayo, semangat Doni! Acaranya InsyaAllah berjalan sukses kok. Kan ada gw. Hehe.

Ya sudah sekian untuk hari yang menakjubkan ini. Besok harus latihan
FCC lagi, setelah minggu kemarin gak datang karena ketiduran 8 jam. Wah harus digeber nih besok. Sudah mau dekat seleksi. Tapi jam segini gw masih dirumah..boleh dari rumah gak si, yo? :D

Eh eh tapi belum cerita 1 lagi. Kemarin gw ketemu orang di Sekre Square. Pas gw datangi orang itu lagi ngebahas PR sama
Feha. Agak tesepona melihat wanita berjilbab yang terlihat cantik itu. Gw sangka mahasiswa yang gak pernah datang kuliah. Eh eh taunya..
:p

Eh eh kelupaan. Bersama pacar, gw udah buat blog baru. Linknya
disini.
*promosi mode = on*

Inilah Deadliners Sejati

Sebuah fenomena yang sangat menarik terjadi di kampus saya. Di akhir deadline pengumpulan tugas Lab 0 Pengantar Sistem Digital pada pukul 09.00, ternyata masih ada yang mengumpulkan pada pukul 08.50, 08.52, bahkan ada yang mengumpulkan pukul 08.56, atau 4 menit sebelum deadline.

Untungnya fenomena menarik ini sudah saya abadikan. Selamat untuk para deadliners sejati! :)
~kayak gw gak deadliner aja :D

detikinet.com atau ...?

Apakah anda pembaca setia detikinet? Atau malah lebih sering ke detikhot, seperti seseorang ini. :D

Sebenarnya saya cukup senang dengan pemberitaan detikinet yang benar-benar up to date. Meskipun beritanya muncul bukan dalam hitungan detik sesuai namanya. Namun belakangan ini cukup gerah juga melihat berita yang diturunkan oleh detikinet. Setelah diawal
memuji pelayanan Telkom Speedy, mulai tanggal 26 September, berita di detikinet didominasi dengan pelayanan yang tidak maksimal dari PT Telkom. Mulai dari Speedy Banyak dikeluhkan Soal Teknis dan Tagihan, dan Telkom Jatim migrasikan 1000 Pelanggan Speedy.

Bahkan dalam 2 hari (4 dan 5 Oktober) ada 5 berita tentang Speedy yang ditulis detikinet. Ada yang membahas pelayanan 147 (
Speedy bermasalah, 147 berulah), ada yang membahas kelemahan sistem tagihan (Wah, bisa ngintip Tagihan dan Alamat Pelanggan Speedy), bahkan dalam judul yang benar-benar 'menarik', seperti Speedy Kapan Beres? Hanya Tuhan yang Tahu, dan Busyet Tagihan Speedy Nyasar!. Kerugian yang dialami oleh Trader Valas pun tak luput dari pemberitaan detikinet (Speedy Lemot, Trader Valas Merugi).

Terakhir saya baca berita:
Telkom Speedy: Kami mohon maaf, saya kira detikinet akan dihiasi dengan pemberitaan lain yang lebih bermanfaat seperti Quran online Masuk 10 Besar Google.

Namun ternyata sampai terakhir saya mengunjungi detikinet, yang muncul lagi-lagi pemberitaan tentang speedy. Kini membahas
Link Kabel Laut Bermasalah, Penyebab Speedy Jeblog.

Kenyataan yang saya peroleh, Alhamdulillah Speedy selalu dapat memberikan yang terbaik. Bahkan bisa online 24 jam kalau mau. Banwidth yang disediakan PT Telkom juga tidak kalah besar. Terakhir saya mengecek lewat Cek Throughput Telkomspeedy.com, bandwidth yang saya dapatkan 337 kbps. Itu pun kalau tidak salah sewaktu siang hari. Jadi ya tetap saja wuzz wuzz wuzz. Ya, mungkin detikinet harusnya membuat berita tidak hanya membahas satu sisi mata uang saja. Kalau terus-terusan begini, lebih baik namanya diubah jadi antitelkom.com, atau mungkin telkomwatch.com?

Umurku sudah 19 tahun

Gw masih inget banget waktu dibawah umur 14 tahun (baca: masih SD dan SMP), setiap ulangtahun pasti dirayakan dengan mengundang entah itu teman sekolah, tetangga, atau saudara. Ketika itu gw masih bereuforia setiap ulangtahun. Senang karena umur gw terus bertambah, dan tentunya semakin cepat menjadi orang 'dewasa'. Yang ada dalam pikiran gw waktu itu, orang dewasa keren banget. Bisa ini, lah, bisa itu, lah.

Namun ketika sudah SMA, entah kenapa gw mulai sadar. Hehe, telat banget yah. Ketika ulangtahun berarti umur kita semakin berkurang. Sudah seharusnya semakin dekat kepada Allah, semakin baik pribadinya, dan tentunya semakin dewasa. Kadang gw mikir apa gw yang salah ya, kok baru nyadarnya sekarang. Kalo dari dulu kan berdoanya supaya umurnya gak nambah-nambah. Jangan-jangan yang waktu kecil mikirnya kayak gw cuman gw doang lagi. Gak mungkin banget, lah, ya.

Seaneh-anehnya pemikiran gw, mudah-mudahan gak ada lagi orang di dunia ini yang berulangtahun tapi gak ada bukti konkretnya. Kalau ingat sabdanya Rasulullah, “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung”, kita harusnya melakukan renungan apa aja yang harus dilakukan tahun ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Ya, yang pasti hari ini umur gw berkurang 1 tahun lagi. Sudah 19 tahun ada di dunia ini. Target yang gw canangkan ketika ulangtahun gw ke-14 Alhamdulillah sudah tercapai semua. Mudah-mudahan target yang gw bikin untuk 5 tahun kedepan tercapai lagi ketika gw sudah menginjak umur 24.

Eh eh, tapi seneng lho hari ini. Pagi-pagi pas sahur di HP udah 24 messages received. Sebagian mengirimkan jam 12 teng. Lalu sampai saat gw nulis tulisan ini, menjelang tanggal 12 Oktober, ada juga yang menyusul, sehingga kira-kira ada 50an. Wah senangnya. Terharu, karena masih banyak yang ingat. Ya secara teman gw ada di 2 kampus juga, belum lagi dari teman-teman dari kampus lain, BEM UI, Senat FK, teman-teman SMA, SMP, SD, trus waktu pelatihan olimpiade, trus di Forum Lingkar Pena, trus panitia OKK UI, Olimpiade UI, yang sesama BPH, maupun staff, anak-anak murid di NF, saudara-saudara, kakak sepupu, dan apalagi ya. Maaf kalau ada yang tidak disebutkan. Gw lupa, hehe. Oh iya, tentunya sahabat-sahabat terdekat.

Lalu waktu buka Friendster, ternyata banyak testimonial dan message juga, baik yang di account pertama, kedua, maupun ketiga. Maupun agak banyak yang gw reject karena menuliskan hal yang seharusnya tidak boleh di tuliskan di testimonial. Tau, lah ya. :)

Tapi yang paling penting tentu selamat dari bapak, ibu, dan adik. Adik gw memberi kado yang bener-bener membuat gw terharu. Pagi-pagi pas gw bangun kadonya udah ada ditaruh di atas tempat tidur. Padahal dia lagi Tes Blok. Masih disempet-sempetin aja. Tapi hari ini gw belum ngasih dia kado. Gak sempet beli kemarin. Huhuhu. Nanti mungkin. Eh iya, mungkin pada belum tahu ya. Jadi kalau gw ulangtahun tanggal 11 Oktober, adik gw tanggal 12 Oktober. Pas banget kan ya.

Lalu yang nggak kalah penting selamat dari pacar tentu :)

Ya Alhamdulillah semakin banyak teman semakin banyak pula yang mendoakan. Maaf kalau ada SMS, testimonial, atau message, yang belum sempat dibalas, terutama kalau ngirimnya siang-siang pas lagi kuliah. Doakan saja supaya gw menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Fatimah Az Zahra

Fatimah az-Zahra adalah puteri bungsu yang mulia Rasulullah S.A.W, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim.

Siti Fatimah az-Zahra dilahirkan pada hari Jumaat 20 Jamadil Akhir yaitu tahun kelima sebelum Nabi s.a.w. menjadi Rasul. Ketika itu kaum Quraisy sedang memperbaiki dan membangun kembali Kaabah disebabkan banyak kerusakan pada bangunan tersebut.

Fatimah Az Zahra putri kesayangan Nabi s.a.w. mendapat gelaran Assidiqah (wanita terpercaya), Athahirah (wanita suci) al-Mubarakah (yang diberikahi Allah) dan yang paling sering disebutkan adalah Fatimah Azzahra (bunga yang mekar semerbak).

Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab,hasab dan nasab.

Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash bin Rabi' dan Ruqayyah, isteri Uthman bin Affan. Juga dia lebih muda dari Ummu Kalsum.

Siti Fatimah az-Zahra menyaksikan sendiri betapa halangan dan rintangan yang telah dihadapi ayahandanya dalam memperjuangkan Islam. Pernah ketika Nabi s.a.w. dihina, dimaki hamun, malah diletakkan najis binatang ketika Nabi s.a.w. sedang sujud, menyembah Allah s.w.t., dengan tangisan kesedihan Fatimah Az Zahra membersihkan tubuh Nabi s.a.w. dari kotoran yang taburkan oleh kaum Quraisy.

Kepada Salman Al-Farisi, Rasulullah S.A.W pernah bercerita tentang kearifan yang dicapai oleh Fatimah. Baginda bersabda, "Wahai Salman, ketahuilah bahawa Allah SWT telah memenuhi kalbu dan seluruh jiwa raga puteriku dengan keimanan." Al-Hassan menuturkan; "Ibuku adalah dia yang memenuhi malamnya dengan doa dan munajat hanya kerana umat Muhammad."

Sebagai pendamping hidup Imam Ali r.a, Fatimah juga tampil sebagai isteri yang ideal dan suri rumah yang penuh tanggungjawab. Bahkan beliau turut menggerakkan beberapa protes sosial terhadap status-quo yang merampas kekhalifahan Ali r.a dan pencerobohan ke atas tanahnya.

Demikian besar peribadi Fatimah sehingga insan sehebat Imam Ali r.a merasa tenang dan damai di sisinya. "Demi Tuhan, hingga akhir hayatnya, tidak pernah aku merasa kecil hati dengan perilakunya atau memaksanya. Begitu juga tidak pernah dia merasa marah terhadapku atau tidak mentaatiku. Saat aku melihat Fatimah," kata Imam Ali, "hilanglah duka dari seluruh jiwaku."

Fatimah Az Zahra..
Kini wanita itu yang akan memperindah hari-hariku.. :)

Quote yang paling gw ingat

Ini Quote yang gw ingat sepanjang hidup gw. Gak diinget juga si, cuman pernah denger, karena bagus jadi teringat.

Yang paling gw ingat waktu ngerjain tugas itu adalah quote dari Wilson Mizner:
Copy from one, it's plagiarism; copy from two, it's research
*Hehe

Ini waktu jadian sama orang cuman 1 bulan setengah: ^^
Never Judge A Book From Its Cover

Yang ini dari Sima Yi:

There are five possible operations for any army. If you can fight, fight; if you cannot fight, defend; if you cannot defend, flee; if you cannot flee, surrender; if you cannot surrender, die. These five courses are open to you, and a hostage would be useless. Now return and tell your master.

Yang ini dari filmnya John Woo:
Do you believe there's a God?Yes. I'm one, you're one. A god is someone who controls his destiny.

Give a guy a gun, he thinks he's Superman. Give him two and he thinks he's God.

Waktu lagi gak lolos Seleksi Paskibraka ke nasional:
You can't win all the time. But you can't lose forever, either.
We live in a grey world. Nothing is called absolute truth and nothing can be absolute fallacy.


Bahasa Cina tapi bagus dan lucu, apalagi yang ketiga (hehe):
Qian li zhi xing, (1000 Li Garis)
Shi yu zu xia. (Dimulai Dari Yang dibawahmu)


Bai nian cheng zhi bu zu, (100 thn kebaikan masih belum cukup)
Yi dan huai zhi you yu. (Satu Hari Keburukan Sudah berlebihan)


Nan ren pu hai, (Pria Tidak Nakal/Boys Not Naughty)
Ni ren Pu Ai (Wanita Tidak Suka/Girls Not Love)


Dari Julius Caesar
seldom she smiles n smiles such a shortwhen she mock her soul n scorn her selfit could turn her 2 smiles at anythng
everyone can be free without being great...but no one, no one in this world, can be great without being free

Dari Mahatma Gandhi
As soon as we lose the moral basis, we cease to be religious. There is no such thing as religion over-riding morality. Man, for instance, cannot be untruthful, cruel or incontinent and claim to have God on his side.

Dari Thomas Alva Edison:
I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work.

Dari Robin Williams di Hook The Movie:
To live is a great adventure

Dari Smallville's Lex Luthor:
You know, I don't want to do good things, I want to do great things

Dari Bono Man:
intimidate your enemies but never underestimate them...

Dari George Bernard Shaw:
The longer I live the more I see that I am never wrong about anything, and that all the pains that I have so humbly taken to verify my notions have only wasted my time

Terakhir Quote dari gw:
Jangan cari istri karena dia cantik, tapi karena sholehah (kalo cantik gak apa2 juga si hehe)
Menulislah di blog sebelum ujian atau kuis, karena disitulah engkau menyuruh orang-orang ikut mendoakanmu juga

#gakpentingbangetquotenya
##
besokkuispsdhehe

Depok Kotaku

Sebentar lagi usia saya 19 tahun, berarti sudah 15 tahun saya tinggal di kota Depok. Kota yang berpenduduk 1.313.495, dengan 82 ribu diantaranya menganggur ini, ternyata hanya 34 persen yang berasal dari betawi asli. Maka saya sungguh tidak setuju apabila banyak yang mengatakan bahwa penduduk kota Depok adalah penduduk kota Jakarta yang terpinggirkan. Yang tinggal disini adalah mereka yang memang memilih untuk tinggal disini, bukan karena terpaksa, atau lahan di Jakarta yang semakin sempit.

Tentu tidak banyak yang tahu bahwa
10 tahun lalu, hanya ratusan ribu orang yang mendiami kota ini. Sebagian dari teman-teman saya hanya tahu bahwa Depok adalah kota dengan jumlah tempat hiburan yang terlalu banyak. Bila menyusuri Jalan Raya Margonda, kita akan temui sekurang-kurangnya 6 pusat perbelanjaan, dari mulai Plaza Depok, ITC, Mall Depok, Hero, Depok Town Square, hingga Margo City. Meskipun banyak, tapi tidak satupun dari pusat perbelanjaan itu yang sepi, baik pagi hari, siang hari, maupun pada saat waktu sholat tarawih. Padahal mesjid di rumah saya saja ramainya hanya ketika sholat Isya dan Tarawih. Segelintir argumen muncul dari pengembang pusat perbelanjaan, "Oh pengunjungnya bukan warga Depok saja. Banyak mahasiswa bukan warga Depok yang datang berkunjung selepas kuliah." Sampai muncul kesimpulan bahwa penduduk Depok yang 1,3 juta itu hanya pada malam hari saja.

Lima belas tahun terakhir, saat kampus Universitas Indonesia dibangun di kota ini, perkembangan pesat pun terlihat (terutama dari segi jumlah penduduk), sampai-sampai ada kasus Mahasiswa UI Tak Ber-KTP Sementara. Semenjak itu banyak kampus yang mulai didirikan di kota ini. Hingga penyataan 'gw kuliah di Depok lho', menjadi begitu prestisius, sama gengsinya bila kita bilang 'gw kuliah di Bandung', atau 'gw kuliah di Jogja'.

Namun Depok tetaplah Depok. Meskipun rumah sakit dan klinik dokter hanya berjarak beberapa meter, namun masih ada 1.429 warga yang terinfeksi TBC. Di sisi lain, saya menemukan setidaknya 2 blog yang dikhususkan untuk membangun kota depok ini. Yang satu berlabelkan Kota Depok. yang satu lagi berlabelkan mengembangkan Depok.

Ya, di kota ini saya menuntut ilmu dari mulai TK sampai SMP. Tentu tidak semua penduduk kota Depok merasakan macet yang begitu dahsyat sewaktu Jalan Raya Margonda sedang dibeton. Yang sekarang penduduk Depok rasakan adalah pertumbuhan yang semakin pesat. Mahasiswa pun harusnya bisa memberikan kontribusi terhadap kota ini. Jangan hanya semangat saat demo saja.

Mungkin jangan sampai lagu ini yang diingat dalam setiap mahasiswa di Depok:

Dari rumah sampai ke kampus
Cuman mau ke Detos
...
(pake nada lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke')

Rindu Dial Up

Hari Sabtu.
Bangun jam 4, sahur. Sholat subuh, ngaji, sampai jam setengah 7.
Jam setengah 7, lari pagi. Sampai jam 8.
Jam 8, ke kampus. Latihan FCC. Sampai jam 1.
Jam 1, mengobrol, berbagi, dan tertawa bersama Arfan sampai jam 3.
Jam 3, ngajar di NF. Sampai jam setengah 5.
Pengin pulang lewat Margonda, tapi macet banget. Akhirnya muter2 dulu lewat Cimanggis.
Di Cimanggis, mampir ke rumah teman lama. Ngobrol2 tak terasa udah jam setengah 6.
Akhirnya pulang ke rumah, buka puasa dirumah.
Jam 7 sholat tarawih. Selesai, niatnya mau ngaji, tapi karena banyak yang online, jadi chatting.
Sampai jam 9. Niat mau itikaf di masjid dekat rumah, tapi bosan.
Akhirnya berjalan2 lagi. Ke arah Buncit, Mampang, Kuningan, Sudirman, Thamrin, lalu ke Monas, walaupun cuma lewat.
Menyadari bensin yang semakin mahal, akhirnya buru2 mencari tempat berlabuh.
Akhirnya dipilihlah Istiqlal.
Bermalam disana, pagi-pagi pulang untuk sahur dirumah.
Hari Minggu.
Setelah sholat subuh, ngaji, dan akhirnya tergoda lagi untuk chating, akhirnya memutuskan untuk ke kampus untuk bertemu dengan Sagi.
Sagi masih ngantuk, jadi main sendirian di kampus.
Bosan, akhirnya pulang sekitar jam setengah 8.
Sampai rumah, ada Pesantren yang benar-benar kilat untuk SD-SMP.
Karena tertarik untuk bertemu dengan anak2 kecil dan lucu, akhirnya gw ikutan.
Sampai jam setengah 10, lalu pulang kerumah, chatting lagi.
Ditengah-tengah chatting tiba-tiba ketiduran.
Baru bangun jam 12. Lalu ke mesjid, sholat.
Pulang kerumah, bukannya mengaji, malah melanjutkan tidur lagi.
Bangun jam (lupa), chatting lagi.
Sampai jam 4, lalu ke mesjid lagi karena ada kajian.
Pulang jam setengah 6, chatting lagi menunggu buka puasa.
Lalu buka puasa, sholat magrib, sholat tarawih. Pulang tarawih, chatting lagi.
Jam 10 berencana untuk tidur.
Dengan agak berat hati mencabut kabelnya, lalu berbaring.
Ternyata tidak bisa tertidur. Akhirnya menyalakan komputer, lalu chatting lagi sampai sekarang.
*JadiPengenBalikKeInternetDialUpLagi

7 things dan Biding Olimpiade UI

7 things

Dapat PR dari Ilman, nih. Ngerjain aja, padahal lagi sibuk. Hehe, bcanda. :p Jadi kalau baca postingan Ilman, katanya disuruh nerusin postingan ini (tapi yang ngisi saya):
7 things that scare me:

  1. Kehilangan orang-orang yang disayang
  2. Kehilangan kesempatan belajar di kampus ini
  3. Meninggal dalam keadaan tidak bertobat
  4. Gak jadian-jadian (hehe)
  5. Jadi bego tiba-tiba (kayak sekarang pinter aje)
  6. Gak punya anak
  7. Punya istri yang gak setia

Kayaknya gak penting banget ya diatas. :) Ya udah, lanjut.
7 random songs at the moment (sesuai counter di winamp saya):

  1. Broken (327 kali)
  2. Speed of sound (276 kali)
  3. Ku Benci Kau (250 kali)
  4. No Body's Home (210 kali)
  5. What about love (184 kali)
  6. Word up (151 kali)
  7. Love is only a feeling (143 kali)

Itu gak tau counternya dari sejak kapan, jadi harap maklum saja (saya suka me-repeat lagu kalau lagi suka)
7 things I like most:

  1. Main game
  2. Mengaji
  3. Memecahkan masalah sendiri
  4. Membantu teman memecahkan masalah
  5. Tidur
  6. Makan
  7. Olahraga

7 important things in my bedroom:

  1. Al-Quran (cieh)
  2. Komputer
  3. Telepon
  4. Laptop
  5. Tempat tidur
  6. Atap kamar
  7. Gitar

7 random facts about me:

  1. Suka bermain
  2. Suka belajar
  3. Suka berorganisasi
  4. Suka berkenalan dengan orang baru
  5. Suka menelepon orang
  6. Suka nonton bioskop sendirian
  7. Suka jalan-jalan yang tidak jelas sendirian

7 things I said most:

  1. Assalamualaikum
  2. Hehe
  3. Haha
  4. Huhu
  5. Hihi
  6. Hoho
  7. Bangke

7 important things I plan to do before i die:

  1. Punya istri yang sholehah
  2. Punya istri yang bisa masak
  3. Punya istri yang bisa ngurus anak
  4. Punya istri yang pintar
  5. Membahagiakan orangtua
  6. Bikin perusahaan sendiri yang go international
  7. Membangun keluarga yang sakinah

7 friends I wanna pass this on:

  1. Ryan
  2. Rado
  3. Arfan
  4. Rangga
  5. Nisa
  6. Dyta
  7. Aji

Mungkin agak gak penting apalagi dibanding isiannya punya ilman.

Biding Olimpiade UI

Hmm..ini cerita yang agak mengagetkan bagi gw, karena setelah beberapa minggu dilamar untuk bergabung di timnya Doni, gw ngerasa yakin bahwa dia adalah calon tunggal. Tapi ternyata saudara-saudara, ada satu lagi yang maju! Seorang oknum dari ** membuat gw jadi mau lebih mendukung Doni lebih giat. Hehe. Caiyo, caiyo, Doni! :)

By the way, karena beberapa orang telah menuliskannya, gw link aja ya. Silahkan baca di postingan beberapa calon BPH Olimpiade UI, diantaranya Ryan dan MeyMey.




© 2006 Aku pinjamkan catatan ini | Blogger Templates by GeckoandFly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.
Learn how to make money online | First Aid and Health Information at Medical Health