Etnis Cina dan Etnis Sunda
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Monday, December 07, 2009 at Monday, December 07, 2009.
Gw berangkat ke airport hari itu dengan hati yang lega, plus plus plus.
Di perjalanan, gw iseng2 nanya apakah ada tax di Hongkong Int Airport sama orang yang ada di depan gw. Kalau di Cengkareng kan kita kena Rp 150.000 untuk perjalanan ke luar negeri. Eh ternyata pertanyaan gw berbuah obrolan yang panjang.
Untuk kesekian puluh kalinya dia membuka pembicaraan dengan: "Come from Philiphine?" Untungnya gw udah terbiasa untuk mendengar pertanyaan ini. Tapi begitu gw jawab enggak, dia tanya lagi: "So, you are Chinese?" :)) Baru deh dengan proud gw jawab kalo gw orang Indonesia. Dan ternyata beliau orang Malaysia, yang lagi ke Hongkong untuk meeting. Dan, oia, beliau adalah seorang Chinese.
Obrolan dimulai tentang etnis karena gw nanya dia yang begitu fasih berbahasa Cina, padahal orang Malaysia.
Beliau jawab dengan cerita tentang keadaan di Malaysia. Di Malaysia, ada 3 etnis yang eksis: Malay(70%), Chinese(20%), dan India (5%). Disana, sesama orang Malaysia yang etnisnya Cina, mereka akan selalu ngomong bahasa Cina. Sama kayak ketika kita gw di Tasik, maka mostly orang akan ngomong bahasa Sunda.
Tapi ternyata, ada 2 bahasa yang jadi bahasa sehari-hari sebagian orang: Melayu dan English. Jadi si Mister X ini harus belajar bahasa Melayu, Inggris, dan Cina. Dia cerita begitu sambil mengeluh bahwa dia belajar bahasa Melayu hanya karna sebagian penduduk disana fasih dalam bahasa Melayu. Istilahnya gak bisa pergi ke pasar kalau gak bisa bahasa Melayu. Alasannya hanya 1: orang Melayu jarang yang bisa bahasa Inggris.
Mister X yang lagi nyelesain PhD-nya ini cerita lagi tentang university entrance yang menurut dia juga aneh. Ada kuota yang diberikan ketika masuk ke top universitas negri bagi orang-orang Melayu. Jadi, 70% jatah dari mahasiswa baru diperuntukkan untuk orang Melayu, sisanya baru untuk yang lain-lain. Jadi etnis Cina juga harus berebut jatah 30% dan bersaing juga dengan International Students yang lain.
Makanya, 30% tersebut biasanya akan jadi orang2 yang hebat ketika mereka lulus nanti, dan berbeda jauh dengan sebagian dari 70% sisanya. Untuk dokter misalnya, kebanyakan dokter dari Melayu enggak bisa bahasa Inggris dengan baik. Berbeda jauh dengan kualitas 30% sisanya yang kata si Mister X ini sangat baik. Akhirnya misi pemerintah buat niru Singapur dalam hal kesehatan gak pernah jalan. Ya dan emang gw gak pernah denger ada orang yang mau pergi ke Malaysia buat berobat.
Gw bales cerita kalau di Indonesia, gak ada yang namanya kuota2 seperti itu untuk etnis Cina. Chinese merupakan orang-orang yang giat kerja keras, pintar, dan pantang menyerah. "So, top graduate student from top universities are mostly Chinese." Dan tentunya cerita2 tentang etnis Cina di Indonesia yang gw prediksi sekitar 5%. Gw cerita tentang etnis Cina di masa-masa 1998 yang di benak gw, gw inget banget kalau mindset gw digiring ke arah: "membenci etnis Cina, membenci etnis Cina, dan membenci etnis Cina." Eh tapi mindset gw mulai berubah saat gw SMA kelas 1. Di pelatihan Olimpiade, gw punya banyak temen2 yang dari etnis Cina. Dan mereka jauh lebih asik dibanding temen-temen gw yang pribumi. Bahkan ketika masuk Nasional, dari 16 wakil DKI, 14-nya merupakan Chinese. Pemerintah pun menghargai etnis Cina tersebut dengan ngasih beasiswa juga baut mereka yang emang berprestasi, because they are Indonesian.
Mister X appreciate dengan apa yang dilakukan pemerintah Indonesia. Dia komentar juga mengenai pemerintah yang sekarang: "Your new president are very good, he can solve the economic problem." Tapi satu hal yang kurang dia suka dari Indonesia adalah korupsi.
Gw cuman bisa ketawa miris. Dalam hati gw, gw pengen nyeritain tentang masalah Bank Century dan kasus Bibit Chandra. Tapi biarlah itu semua ada dalam benak gw semata.
Kita ngobrol banyak lagi sebenernya, kayak dia yang kaget dengan usia gw yang ternyata baru 22 tahun. Beliau berusia 37 tahun, seorang business consultant, dan di akhir pembicaraan kita tukeran name card.
Dan gw sampai di bandara yang konon merupakan salah satu yang tersibuk tersebut, menulis ini, berharap temen-temen gw yang etnis Cina bisa baca, bersyukur, dan memberikan yang terbaik buat negara ini. Gw sunda, elu Cina, so what gitu loh? :)
Di perjalanan, gw iseng2 nanya apakah ada tax di Hongkong Int Airport sama orang yang ada di depan gw. Kalau di Cengkareng kan kita kena Rp 150.000 untuk perjalanan ke luar negeri. Eh ternyata pertanyaan gw berbuah obrolan yang panjang.
Untuk kesekian puluh kalinya dia membuka pembicaraan dengan: "Come from Philiphine?" Untungnya gw udah terbiasa untuk mendengar pertanyaan ini. Tapi begitu gw jawab enggak, dia tanya lagi: "So, you are Chinese?" :)) Baru deh dengan proud gw jawab kalo gw orang Indonesia. Dan ternyata beliau orang Malaysia, yang lagi ke Hongkong untuk meeting. Dan, oia, beliau adalah seorang Chinese.
Obrolan dimulai tentang etnis karena gw nanya dia yang begitu fasih berbahasa Cina, padahal orang Malaysia.
Beliau jawab dengan cerita tentang keadaan di Malaysia. Di Malaysia, ada 3 etnis yang eksis: Malay(70%), Chinese(20%), dan India (5%). Disana, sesama orang Malaysia yang etnisnya Cina, mereka akan selalu ngomong bahasa Cina. Sama kayak ketika kita gw di Tasik, maka mostly orang akan ngomong bahasa Sunda.
Tapi ternyata, ada 2 bahasa yang jadi bahasa sehari-hari sebagian orang: Melayu dan English. Jadi si Mister X ini harus belajar bahasa Melayu, Inggris, dan Cina. Dia cerita begitu sambil mengeluh bahwa dia belajar bahasa Melayu hanya karna sebagian penduduk disana fasih dalam bahasa Melayu. Istilahnya gak bisa pergi ke pasar kalau gak bisa bahasa Melayu. Alasannya hanya 1: orang Melayu jarang yang bisa bahasa Inggris.
Mister X yang lagi nyelesain PhD-nya ini cerita lagi tentang university entrance yang menurut dia juga aneh. Ada kuota yang diberikan ketika masuk ke top universitas negri bagi orang-orang Melayu. Jadi, 70% jatah dari mahasiswa baru diperuntukkan untuk orang Melayu, sisanya baru untuk yang lain-lain. Jadi etnis Cina juga harus berebut jatah 30% dan bersaing juga dengan International Students yang lain.
Makanya, 30% tersebut biasanya akan jadi orang2 yang hebat ketika mereka lulus nanti, dan berbeda jauh dengan sebagian dari 70% sisanya. Untuk dokter misalnya, kebanyakan dokter dari Melayu enggak bisa bahasa Inggris dengan baik. Berbeda jauh dengan kualitas 30% sisanya yang kata si Mister X ini sangat baik. Akhirnya misi pemerintah buat niru Singapur dalam hal kesehatan gak pernah jalan. Ya dan emang gw gak pernah denger ada orang yang mau pergi ke Malaysia buat berobat.
Gw bales cerita kalau di Indonesia, gak ada yang namanya kuota2 seperti itu untuk etnis Cina. Chinese merupakan orang-orang yang giat kerja keras, pintar, dan pantang menyerah. "So, top graduate student from top universities are mostly Chinese." Dan tentunya cerita2 tentang etnis Cina di Indonesia yang gw prediksi sekitar 5%. Gw cerita tentang etnis Cina di masa-masa 1998 yang di benak gw, gw inget banget kalau mindset gw digiring ke arah: "membenci etnis Cina, membenci etnis Cina, dan membenci etnis Cina." Eh tapi mindset gw mulai berubah saat gw SMA kelas 1. Di pelatihan Olimpiade, gw punya banyak temen2 yang dari etnis Cina. Dan mereka jauh lebih asik dibanding temen-temen gw yang pribumi. Bahkan ketika masuk Nasional, dari 16 wakil DKI, 14-nya merupakan Chinese. Pemerintah pun menghargai etnis Cina tersebut dengan ngasih beasiswa juga baut mereka yang emang berprestasi, because they are Indonesian.
Mister X appreciate dengan apa yang dilakukan pemerintah Indonesia. Dia komentar juga mengenai pemerintah yang sekarang: "Your new president are very good, he can solve the economic problem." Tapi satu hal yang kurang dia suka dari Indonesia adalah korupsi.
Gw cuman bisa ketawa miris. Dalam hati gw, gw pengen nyeritain tentang masalah Bank Century dan kasus Bibit Chandra. Tapi biarlah itu semua ada dalam benak gw semata.
Kita ngobrol banyak lagi sebenernya, kayak dia yang kaget dengan usia gw yang ternyata baru 22 tahun. Beliau berusia 37 tahun, seorang business consultant, dan di akhir pembicaraan kita tukeran name card.
Dan gw sampai di bandara yang konon merupakan salah satu yang tersibuk tersebut, menulis ini, berharap temen-temen gw yang etnis Cina bisa baca, bersyukur, dan memberikan yang terbaik buat negara ini. Gw sunda, elu Cina, so what gitu loh? :)
Introducing JUG-Bandung
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Saturday, December 05, 2009 at Saturday, December 05, 2009.
Java User Group (JUG) Bandung merupakan suatu komunitas pengguna java yang ada di Bandung. Komunitas ini berisikan anggota yang ingin belajar lebih dalam lagi mengenai dunia pemrograman Java. Karena itu, JUG di tujukan untuk semua orang yang tertarik dengan Java.
Anggota JUG sementara ini masih dari regional Bandung, namun tidak menutup kemungkinan anggota dari luar kota untuk bergabung. Silahkan click untuk bergabung dengan JUG Bandung.
Affiliate Partner :
OpenSolaris User Group Bandung
What a day
1 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Friday, November 20, 2009 at Friday, November 20, 2009.
Happy ending.
..
At least sampai hari ini..
Dimulai dari percakapan gw dengan Oknum Y tadi pagi:
Gw: "Mr H lupa tuh kali kita mau presentasi, kita pulang aja yuk, aku udah ngantuk banget ni gak tidur beberapa hari."
Oknum Y: "Wah den gw tau banget Mr H itu orangnya kayak gimana, beliau gak mungkin lupa. Kalau kita pura-pura lupa nanti malah kena."
Yaudah jadinya kita nunggu Mr H yang lagi Manager's Meeting. Oknum Y yang 8 tahun lebih tua dari gw akhirnya ngetok pintu dan ternyata Mr H lagi mumet tampangnya. Waduh roman2nya gak baik ni. Mr H nyuruh kita buat nunggu 15 menitan.
15 menit kemudian kita dipanggil...ke dalam ruangan Manager's Meeting. Oh my godd....
Disana ada 8 managers plus 1 orang Country General Manager which is Mr H. Awalnya gw tetep stay cool sambil buka topik mengenai anaknya Mr H yang kuliah di FKUI Kelas Internasional sambil nyiapin laptop plus materi presentasinya. 5 menit..10 menit ngobrol, sampai 15 menit, ehh taunya laptop gw masih gak bisa masuk ke proyektor.
Keringat dingin mulai mengucur. Oknum Y menenangkan. Tapi ternyata penenangan itu gak cukup berhasil untuk ngebuat laptop gw terdeteksi oleh si projector itu.
Akhir cerita, gw harus presentasi dengan laptop gw tapi diputer. Oh my, tadi gw kayak orang lagi jualan..Plus sebuah papan tulis yang ternyata sangat ngebantu. Ini ada lagi ceritanya.
Berawal dari Mr A yang tiba-tiba nanya: "Den, rancangan analisisnya seperti apa ya?" Kita semua terdiam. Deg. Deg. Deg. Deg. Kita kan gak bikin itunya......Akhirnya setelah Oknum Y bercuap2 dikit, gw pergi ke papan tulis dan seolah gw lagi ngajarin Rekayasa Perangkat Lunak ke beberapa orang yang gw kagumi itu.
Gw begitu menikmati masa-masa itu. Semuanya mengalir begitu aja dengan exact dari pikiran gw, seolah gak ada yang terlewat satupun. Gw percaya ini adalah rezeki yang Allah kasih :)
Eh lupa, sebelum itu, ada Oknum Audy (loh kok jadi nama asli? :P) yang dateng. Akhirnya kita bertiga deh jadi tic tac saat ngejawab pertanyaan dari Board of Director itu. Oknum Audy yang tinggal di Cibubur dan ngaku gak bisa programming dan cuman bisa bahasa assembler aja (kok assembler aja si :P)
Gak terasa udah jam setengah 12 aja. Dan gw seneeeeng banget muka mereka tampak puas sekali dengan apa yang kita udah present.
Di akhir sesi, selain dapet standing applause, kita dapet jus mangga plus jeruk plus jambu yang masih dingin. Hihi, udah selesai dan ditepokin aja bersyukur banget, ini malah dapet bonus jus :P
Trus gw langsung menuju masjid buat solat jumat yang astagfirullah banget. Walaupun menyesal, tapi muka gw menyiratkan bahwa gw seneng 'tertidur' dari adzan (sekitar jam 11.45) sampai iqamah (sekitar jam 12.30). Trus jam 15.00 gw udah sampai rumah lagi, dan tertidur sampai jam 20.30, wakakak.
Dan berarti sekarang tidur 6 jam pertamanya udah kecontreng dong ya :P Tinggal berapa lagi hayooooooooo?
..
At least sampai hari ini..
Dimulai dari percakapan gw dengan Oknum Y tadi pagi:
Gw: "Mr H lupa tuh kali kita mau presentasi, kita pulang aja yuk, aku udah ngantuk banget ni gak tidur beberapa hari."
Oknum Y: "Wah den gw tau banget Mr H itu orangnya kayak gimana, beliau gak mungkin lupa. Kalau kita pura-pura lupa nanti malah kena."
Yaudah jadinya kita nunggu Mr H yang lagi Manager's Meeting. Oknum Y yang 8 tahun lebih tua dari gw akhirnya ngetok pintu dan ternyata Mr H lagi mumet tampangnya. Waduh roman2nya gak baik ni. Mr H nyuruh kita buat nunggu 15 menitan.
15 menit kemudian kita dipanggil...ke dalam ruangan Manager's Meeting. Oh my godd....
Disana ada 8 managers plus 1 orang Country General Manager which is Mr H. Awalnya gw tetep stay cool sambil buka topik mengenai anaknya Mr H yang kuliah di FKUI Kelas Internasional sambil nyiapin laptop plus materi presentasinya. 5 menit..10 menit ngobrol, sampai 15 menit, ehh taunya laptop gw masih gak bisa masuk ke proyektor.
Keringat dingin mulai mengucur. Oknum Y menenangkan. Tapi ternyata penenangan itu gak cukup berhasil untuk ngebuat laptop gw terdeteksi oleh si projector itu.
Akhir cerita, gw harus presentasi dengan laptop gw tapi diputer. Oh my, tadi gw kayak orang lagi jualan..Plus sebuah papan tulis yang ternyata sangat ngebantu. Ini ada lagi ceritanya.
Berawal dari Mr A yang tiba-tiba nanya: "Den, rancangan analisisnya seperti apa ya?" Kita semua terdiam. Deg. Deg. Deg. Deg. Kita kan gak bikin itunya......Akhirnya setelah Oknum Y bercuap2 dikit, gw pergi ke papan tulis dan seolah gw lagi ngajarin Rekayasa Perangkat Lunak ke beberapa orang yang gw kagumi itu.
Gw begitu menikmati masa-masa itu. Semuanya mengalir begitu aja dengan exact dari pikiran gw, seolah gak ada yang terlewat satupun. Gw percaya ini adalah rezeki yang Allah kasih :)
Eh lupa, sebelum itu, ada Oknum Audy (loh kok jadi nama asli? :P) yang dateng. Akhirnya kita bertiga deh jadi tic tac saat ngejawab pertanyaan dari Board of Director itu. Oknum Audy yang tinggal di Cibubur dan ngaku gak bisa programming dan cuman bisa bahasa assembler aja (kok assembler aja si :P)
Gak terasa udah jam setengah 12 aja. Dan gw seneeeeng banget muka mereka tampak puas sekali dengan apa yang kita udah present.
Di akhir sesi, selain dapet standing applause, kita dapet jus mangga plus jeruk plus jambu yang masih dingin. Hihi, udah selesai dan ditepokin aja bersyukur banget, ini malah dapet bonus jus :P
Trus gw langsung menuju masjid buat solat jumat yang astagfirullah banget. Walaupun menyesal, tapi muka gw menyiratkan bahwa gw seneng 'tertidur' dari adzan (sekitar jam 11.45) sampai iqamah (sekitar jam 12.30). Trus jam 15.00 gw udah sampai rumah lagi, dan tertidur sampai jam 20.30, wakakak.
Dan berarti sekarang tidur 6 jam pertamanya udah kecontreng dong ya :P Tinggal berapa lagi hayooooooooo?
Ciatt..Tenaga Terkuat Dikeluarkan
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Thursday, November 19, 2009 at Thursday, November 19, 2009.
Oh nooooooooo..
Bisa2 mulai Jumat sore besok hancur sudah dunia persilatan..
Gw bisa jamin dan membayangkan akan terjadi peningkatan waktu tidur yang signifikan antara Hari Sabtu, Minggu, dan mudah-mudahan bisa tidur enak di pesawat. Amiin..Karena kemungkinan untuk terulang kejadian naik SQ business class sangat kecil setidaknya untuk beberapa tahun ini, maka harus dimanfaatkan. Kalau beberapa tahun ke depan lagi, semoga deh bisa kebeli yang First Class, Amiin lagi :)
Dulu gw masih inget kejadian yang nyariiis mirip sama hari ini. Ada Tugas Proyek Akhir PSD yang pagi-paginya gw masih ke tempatnya Freddy buat ngeburn proyek ke CD dan ngeprint documentationnya. Kita sukses di menit-menit terakhir. Dan setelah itu gw langsung jalan ke Citos deh :D
Setelah 4 hari gak tidur cuman tidur 9 jam,
Setelah berjibaku dengan hantaman berbagai macam requirement,
dan masih sempet nulis tulisangak penting, ya tulisan ini lebih gak penting si.
Akhirnya besok gw harus presentasi juga. Dan ini harus berhasil, supaya bisa meninggalkan kota Jakarta yang lagi sering hujan ini dengan perasaan tenang dan damai.
Doakan ya teman!
Sebelum berangkat, sebenernya ada beberapa hal yang pengen gw lakukan:
1. Tidur 6 jam.
2. Tidur 6 jam.
3. Tidur 6 jam.
4. Tidur 6 jam.
5. Nonton 2012.
6. Nonton Ghosts of Girlfriend Past.
7. Nonton District 13 Ultimatum.
Eh sempet gak ya?
Oia, FYI ni ya..lagu This I Promise You itu bagus juga. Tapi buat siapa ya?
Bisa2 mulai Jumat sore besok hancur sudah dunia persilatan..
Gw bisa jamin dan membayangkan akan terjadi peningkatan waktu tidur yang signifikan antara Hari Sabtu, Minggu, dan mudah-mudahan bisa tidur enak di pesawat. Amiin..Karena kemungkinan untuk terulang kejadian naik SQ business class sangat kecil setidaknya untuk beberapa tahun ini, maka harus dimanfaatkan. Kalau beberapa tahun ke depan lagi, semoga deh bisa kebeli yang First Class, Amiin lagi :)
Dulu gw masih inget kejadian yang nyariiis mirip sama hari ini. Ada Tugas Proyek Akhir PSD yang pagi-paginya gw masih ke tempatnya Freddy buat ngeburn proyek ke CD dan ngeprint documentationnya. Kita sukses di menit-menit terakhir. Dan setelah itu gw langsung jalan ke Citos deh :D
Setelah 4 hari gak tidur cuman tidur 9 jam,
Setelah berjibaku dengan hantaman berbagai macam requirement,
dan masih sempet nulis tulisan
Akhirnya besok gw harus presentasi juga. Dan ini harus berhasil, supaya bisa meninggalkan kota Jakarta yang lagi sering hujan ini dengan perasaan tenang dan damai.
Doakan ya teman!
Sebelum berangkat, sebenernya ada beberapa hal yang pengen gw lakukan:
1. Tidur 6 jam.
2. Tidur 6 jam.
3. Tidur 6 jam.
4. Tidur 6 jam.
5. Nonton 2012.
6. Nonton Ghosts of Girlfriend Past.
7. Nonton District 13 Ultimatum.
Eh sempet gak ya?
Oia, FYI ni ya..lagu This I Promise You itu bagus juga. Tapi buat siapa ya?
Teori Utilisasi Waktu
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Wednesday, November 18, 2009 at Wednesday, November 18, 2009.
FYI dan mungkin udah pernah gw ceritain sebelumnya, salah satu film yang jadi favorit gw adalah Eragon. Ada satu quote yang lumayan gw suka: "Time moves quickly. Just think, yesterday you were a farm boy. Today you are a hero."
Selain ngingetin kalau hidup itu kadang kita berada di bawah dan di atas, quote itu juga ngingetin tentang masalah utilisasi waktu. Semenjak masuk kuliah, terus terang gw mempunyai masalah dengan hal yang satu ini. Gw seakan punya prinsip 'Hajar Bleh' yang akibatnya positifnya adalah gw bisa dapat banyak hal, tapi negatifnya, gw gak bisa maksimal di hal-hal tersebut.
Alhamdulillah gw termasuk yang beruntung karena mostly hal-hal yang gw lakukan ternyata gak terlalu butuh effort maksimal. Tapi gimana kalau ada kegiatan yang butuh effort maksimal?
Gw jadi pencundang waktu ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) PTI 2008. Jadi yang terbaik waktu seleksi daerah dengan soal Pilihan Ganda, dan di 33 besar dengan soal Essay, gw masih perform dan melaju sampai ke 9 besar nasional. Satu-satunya faktor adalah lagi-lagi karena sampai masuk ke 9 besar nasional gak dibutuhkan effort yang terlalu besar, karena soalnya kebanyakan basic dan logika.
Tapi kemudian gw gagal masuk ke 3 besar karena seleksinya adalah membuat makalah studi kasus. Gw bikin makalah 1 hari jadi dengan referensi internet yang pastinya KO dibanding dengan yang lain yang bikin dari bulan-bulan sebelumnya dan malah banyak yang mencatut Thesis sebagai bahan referensi.
Oh ternyata gw waktu itu jadi Project Officer (PO) PMB 2008. Oh ternyata gw waktu itu jadi asdos di 3 mata kuliah. Dan oh ternyata gw waktu itu lagi berusaha beradaptasi sama lingkungan kehidupan asrama PPSDMS plus beberapa tugas pertama sebagai Sun Campus Ambassador, dan kadang ada keperluan jadi Accenture High Performer.
Gw sempet bikin diagram yang ngegambarin semua ini. Ini gw namain Teori Utilisasi Waktu versi Deni (kenapa harus ada versi Deninya :P). Di teori ini, hal yang pertama kita harus define adalah Life Goal kita. Apa sih yang kita mau dalam hidup ini? Pengen apa sih?
Mengenai Life Goal ini, konon lagi katanya Bang Arif, orang yang bisa jadi pemimpin bagi orang lain itu adalah orang yang sudah jelas Life Goalnya.
Sudah jelas Life Goal, barulah kita define setiap yang akan kita lakukan kedalam diagram diatas. Kalau kayak kasus gw diatas, mungkin kalau bisa gw putar balik waktu lagi, gw akan memilah semua menjadi seperti ini:
Kiat yang sesuai dengan diagram gw diatas barusan adalah: mencari yang hijau sebanyak-banyaknya, jangan kebanyakan ambil yang kuning, tapi jangan sampai ambil yang merah.
Mungkin kalau gw bisa ngulang waktu, gw akan memilih apakah mau ikut OSN-PTI atau masuk PPSDMS atau menjadi asdos. Karena ternyata ketiganya sama-sama butuh effort yang besar dan ternyata sama-sama sesuai dengan life goal gw. Dan untuk kasus ini, gw seharusnya butuh untuk memilih salah satu diantaranya.
Dengan begitu, insyaAllah deh waktu tidur tidak akan berkurang, pikiran tidak akan terbebani, dan akibatnya, hidup pun akan menjadi hepi :)
Semoga bermanfaat.
Selain ngingetin kalau hidup itu kadang kita berada di bawah dan di atas, quote itu juga ngingetin tentang masalah utilisasi waktu. Semenjak masuk kuliah, terus terang gw mempunyai masalah dengan hal yang satu ini. Gw seakan punya prinsip 'Hajar Bleh' yang akibatnya positifnya adalah gw bisa dapat banyak hal, tapi negatifnya, gw gak bisa maksimal di hal-hal tersebut.
Alhamdulillah gw termasuk yang beruntung karena mostly hal-hal yang gw lakukan ternyata gak terlalu butuh effort maksimal. Tapi gimana kalau ada kegiatan yang butuh effort maksimal?
Gw jadi pencundang waktu ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) PTI 2008. Jadi yang terbaik waktu seleksi daerah dengan soal Pilihan Ganda, dan di 33 besar dengan soal Essay, gw masih perform dan melaju sampai ke 9 besar nasional. Satu-satunya faktor adalah lagi-lagi karena sampai masuk ke 9 besar nasional gak dibutuhkan effort yang terlalu besar, karena soalnya kebanyakan basic dan logika.
Tapi kemudian gw gagal masuk ke 3 besar karena seleksinya adalah membuat makalah studi kasus. Gw bikin makalah 1 hari jadi dengan referensi internet yang pastinya KO dibanding dengan yang lain yang bikin dari bulan-bulan sebelumnya dan malah banyak yang mencatut Thesis sebagai bahan referensi.
Oh ternyata gw waktu itu jadi Project Officer (PO) PMB 2008. Oh ternyata gw waktu itu jadi asdos di 3 mata kuliah. Dan oh ternyata gw waktu itu lagi berusaha beradaptasi sama lingkungan kehidupan asrama PPSDMS plus beberapa tugas pertama sebagai Sun Campus Ambassador, dan kadang ada keperluan jadi Accenture High Performer.
Gw sempet bikin diagram yang ngegambarin semua ini. Ini gw namain Teori Utilisasi Waktu versi Deni (kenapa harus ada versi Deninya :P). Di teori ini, hal yang pertama kita harus define adalah Life Goal kita. Apa sih yang kita mau dalam hidup ini? Pengen apa sih?
Mengenai Life Goal ini, konon lagi katanya Bang Arif, orang yang bisa jadi pemimpin bagi orang lain itu adalah orang yang sudah jelas Life Goalnya.
Sudah jelas Life Goal, barulah kita define setiap yang akan kita lakukan kedalam diagram diatas. Kalau kayak kasus gw diatas, mungkin kalau bisa gw putar balik waktu lagi, gw akan memilah semua menjadi seperti ini:
|
| Sesuai Life Goal | Effort |
| OSN-PTI | Ya | 90% |
| Sun Campus Ambassador | Ya | 40% |
| PO PMB | Ya | 60% |
| Asdos | Ya | 70% |
| PPSDMS | Ya | 80% |
| Accenture High Performer | Ya | 20% |
| Jualan Jamu | Tidak | 40% |
| Pacaran | ??? | ??? |
| Tidak | 60% |
Kiat yang sesuai dengan diagram gw diatas barusan adalah: mencari yang hijau sebanyak-banyaknya, jangan kebanyakan ambil yang kuning, tapi jangan sampai ambil yang merah.
Mungkin kalau gw bisa ngulang waktu, gw akan memilih apakah mau ikut OSN-PTI atau masuk PPSDMS atau menjadi asdos. Karena ternyata ketiganya sama-sama butuh effort yang besar dan ternyata sama-sama sesuai dengan life goal gw. Dan untuk kasus ini, gw seharusnya butuh untuk memilih salah satu diantaranya.
Dengan begitu, insyaAllah deh waktu tidur tidak akan berkurang, pikiran tidak akan terbebani, dan akibatnya, hidup pun akan menjadi hepi :)
Semoga bermanfaat.
Dan mengapa semua ini terasa begitu menyesakkan
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Sunday, November 15, 2009 at Sunday, November 15, 2009.
Mungkin ini akan sedikit bernada keluhan. Yang pasti gw gak lagi minta simpatik dari siapapun. Tapi kalau ada yang mau ngasih transferan duit boleh2 aja, nanti dikirimkan ke rekening atas nama "Bantuan untuk deni", nomor 3423123123432, Bank Pertanian Fiktif.
Dimulai ketika tadi siang tante Nunung nelpon sambil nangis kalau nenek lagi sesak nafas, dan kita serumah langsung panik. Buat gw pribadi, saat itu yang gw inget cuman satu, pesen nenek yang sampai sekarang belum sempet gw laksanain, yaitu ngaji tiap abis magrib. Gw cuman takut ketika beliau tiba-tiba gak ada, dan gw belum sempet ngelaksanain amanah itu. Tapi ternyata masalah gak semudah itu, karena ternyata nenek kena kanker payudara dan mulai merambat ke bagian-bagian yang lain. Sementara kondisinya sangat lemah untuk dilakukan apapun juga.
Sementara itu, setelah mempelajari framework ITIL sebagai ITSM expert2an, secara tidak sengaja, gw memberanikan masuk ke project ISO 20000 yang ternyata udah idle 8 bulan. Gak tanggung-tanggung memang. Ini project yang gak jelas juntrungannya. Di satu sisi, gw punya challenge buat keluar dari aquarium dan perform sebaik2nya. Di sisi lain, ini semua otomatis jadi nambah beban pikiran gw. Masa malem minggu gw mimpi gimana caranya Configuration Management related ke Asset Management?
Normalnya, film-film bagus yang ada di bioskop seharusnya paling telat gw tonton malam ini. Tapi kenyataannya, besok aja gak jelas schedulenya gimana. Gw gak tau bisa bangun jam berapa, atau worst casenya, entah bisa tidur apa enggak.
Sementara itu, setelah lulus CCIE Written, efek baiknya adalah ada beberapa pihak yang memberikan tawaran yang ternyata tidak cukup menggiurkan. Yaa namanya juga baru written. Tapi ini memberikan efek buruk yang lagi-lagi saling berpengaruh.
Di Certified Ethical Hacker (CEH) course beberapa minggu lalu, gw sempet ketemu sama orang yang abis ikut CCIE Lab tapi gagal. Beliau ujian di Melbourne, dan cerita kalau ujiannya susah. Padahal beliau ujian sebelum 18 Oktober 2009, yang berarti masih belum ada sesi troubleshoot yang sempet dihilangkan beberapa tahun yang lalu untuk kemudian untuk menambah kualitas dari CCIE Lab maka ditambahin lagi semenjak 18 Oktober 2009.
Beliau juga cerita kalau sebelum 18 Oktober 2009 semua tempat ujian penuh karena selain 1 site cuman bisa nampung sedikit orang, dan cuman ada 10 site di worldwide, banyak orang yang nargetin ujian sebelum sesi troubleshootnya muncul lagi.
Obrolan singkat itu yang kemudian langsung ngebuat gw ngebuka lagi dynamips gw yang sempet gak gw buka-buka nyaris 1 mingguan lebih.
Tadi si papah ngajak diskusi lumayan lama, lebih dari 1 jam, kalau beliau nanya pendapat kalau mau membuka bisnis baru. Oh no....andai gw gak lagi ngomong sama bokap gw, pasti gw langsung ngacir plus motong diskusi itu dan bilang: "Low Disk Space".
Ya Allah..apakah ini akibat minggu lalu aku gak ke tempat Bang Arif buat halaqah hanya karena lupa?
Atau apakah ini cobaan yang diujikan karna aku jarang solat tahajud lagi dan keseringan bangun kesiangan?
Ataukah ini bukti kalau engkau sayang aku..
Aku ingin teriak sekeras-kerasnya saat ini.
~yang pasti, mungkin sekarang akan lebih jelas mengapa aku ingin sendiri malam ini..
Dimulai ketika tadi siang tante Nunung nelpon sambil nangis kalau nenek lagi sesak nafas, dan kita serumah langsung panik. Buat gw pribadi, saat itu yang gw inget cuman satu, pesen nenek yang sampai sekarang belum sempet gw laksanain, yaitu ngaji tiap abis magrib. Gw cuman takut ketika beliau tiba-tiba gak ada, dan gw belum sempet ngelaksanain amanah itu. Tapi ternyata masalah gak semudah itu, karena ternyata nenek kena kanker payudara dan mulai merambat ke bagian-bagian yang lain. Sementara kondisinya sangat lemah untuk dilakukan apapun juga.
Sementara itu, setelah mempelajari framework ITIL sebagai ITSM expert2an, secara tidak sengaja, gw memberanikan masuk ke project ISO 20000 yang ternyata udah idle 8 bulan. Gak tanggung-tanggung memang. Ini project yang gak jelas juntrungannya. Di satu sisi, gw punya challenge buat keluar dari aquarium dan perform sebaik2nya. Di sisi lain, ini semua otomatis jadi nambah beban pikiran gw. Masa malem minggu gw mimpi gimana caranya Configuration Management related ke Asset Management?
Normalnya, film-film bagus yang ada di bioskop seharusnya paling telat gw tonton malam ini. Tapi kenyataannya, besok aja gak jelas schedulenya gimana. Gw gak tau bisa bangun jam berapa, atau worst casenya, entah bisa tidur apa enggak.
Sementara itu, setelah lulus CCIE Written, efek baiknya adalah ada beberapa pihak yang memberikan tawaran yang ternyata tidak cukup menggiurkan. Yaa namanya juga baru written. Tapi ini memberikan efek buruk yang lagi-lagi saling berpengaruh.
Di Certified Ethical Hacker (CEH) course beberapa minggu lalu, gw sempet ketemu sama orang yang abis ikut CCIE Lab tapi gagal. Beliau ujian di Melbourne, dan cerita kalau ujiannya susah. Padahal beliau ujian sebelum 18 Oktober 2009, yang berarti masih belum ada sesi troubleshoot yang sempet dihilangkan beberapa tahun yang lalu untuk kemudian untuk menambah kualitas dari CCIE Lab maka ditambahin lagi semenjak 18 Oktober 2009.
Beliau juga cerita kalau sebelum 18 Oktober 2009 semua tempat ujian penuh karena selain 1 site cuman bisa nampung sedikit orang, dan cuman ada 10 site di worldwide, banyak orang yang nargetin ujian sebelum sesi troubleshootnya muncul lagi.
Obrolan singkat itu yang kemudian langsung ngebuat gw ngebuka lagi dynamips gw yang sempet gak gw buka-buka nyaris 1 mingguan lebih.
Tadi si papah ngajak diskusi lumayan lama, lebih dari 1 jam, kalau beliau nanya pendapat kalau mau membuka bisnis baru. Oh no....andai gw gak lagi ngomong sama bokap gw, pasti gw langsung ngacir plus motong diskusi itu dan bilang: "Low Disk Space".
Ya Allah..apakah ini akibat minggu lalu aku gak ke tempat Bang Arif buat halaqah hanya karena lupa?
Atau apakah ini cobaan yang diujikan karna aku jarang solat tahajud lagi dan keseringan bangun kesiangan?
Ataukah ini bukti kalau engkau sayang aku..
Aku ingin teriak sekeras-kerasnya saat ini.
~yang pasti, mungkin sekarang akan lebih jelas mengapa aku ingin sendiri malam ini..
Nikah
2 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Friday, November 13, 2009 at Friday, November 13, 2009.
Bukan, ini bukan ngabarain tentang gw yang mau nikah. Ini adalah tentang kisah kuping kanan yang punya blog ngocol, yang mau nikah akhir minggu ini. Haduh jadi terharu....Karena selama ini kuping kananlah yang membuat gw tertawa disaat-saat gentir sekalipun.
Eh ada tambahan lagi, si Praditya Kasworo juga ternyata mau nikah. Huhuhu, kalo yang ini jadi ngiri :P Congratz ya dit! Semoga jadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah :)
Eh ada tambahan lagi, si Praditya Kasworo juga ternyata mau nikah. Huhuhu, kalo yang ini jadi ngiri :P Congratz ya dit! Semoga jadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah :)
