Stay hungry. Stay foolish.
Itu ungkapan yang terkenal banget di film Pirates of Carribean. Film yang muncul beberapa tahun yang lalu ini berkisah tentang berbagai macam hal, tergantung dari sisi penontonnya.
Kalo dari sisi gw, gw ngeliat film ini berkisah tentang dua orang tokoh teknologi yang besar dengan caranya masing-masing. Bill Gates yang dalam buku “why many people hates Gates”(which is udah ada terjemahannya di gramed) diceritakan sangat licik nan jenius, membesarkan Microsoft dengan caranya yang kontroversial. Bahkan diceritakan dalam buku itu, kalau kita lagi 1 pesawat sama Bill Gates, Sadam Hussein, dan salah satu tokoh teroris terkenal (gw lupa), dan kita punya 1 pistol plus 2 buah peluru, kepada siapakah peluru itu diarahkan? Ternyata si pengarang buku mengatakan bahwa seharusnya kita mengarahkan kedua peluru tersebut ke Bill Gates supaya kita yakin kalau Gates sudah tiada.
Berbeda dengan Steve Jobs yang pada tahun 2005 ngasih commencement ke alumni Stanford (hey, school in Stanford and meet Steve Jobs, that’s a double lucky). Jobs begitu mengagung2kan seni yang sampai sekarang begitu terlihat kental di produk-produk Apple.
Melihat daftar urutan top software company, ditinjau dari sisi revenue, merupakan hal yang enggak aneh kalau Microsoft merupakan pemimpin dari industri software ini. Diikuti oleh peringkat 2-5: IBM, Oracle, SAP, dan Nitendo.
Microsoft yang terkenal punya industri tambang emas dari product Windows-nya, dan juga IBM yang punya solusi menyeluruh, dari produk management system sampai network monitoring, merupakan 2 guru yang patut dipelajari.
Tradisi IBM memperkuat lini Software Group-nya dengan membeli banyak sekali perusahaan software, membuat kita pun seakan bermimpi: apakah gw bisa buat company yang kemudian membuat IBM tertarik buat beli company gw? Contohnya pun gak sedikit. Dari mulai pembelian Tivoli yang sudah merupakan 1 paket system besar, sampai SPSS yang ‘hanya’ mengurusi keperluan statistik.
Tentunya berbeda dengan Microsoft yang diawali oleh seorang yang genius, dan diakhiri dengan computer science PhD yang mempunyai inovasi-inovasi yang sering buat kita terkagum-kagum. Atau malah SAP yang diawali oleh 4 orang ex-IBMers yang memulai merintis usaha di Jerman. Sehingga sampai saat ini pun SAP masih dikenal dengan singkatan nama Jermannya.
Terkait juga sama postingan gw disini, mimpi gw adalah menjadi satu diantara beberapa raksasa itu. Pak Arief sering berkali-kali bilang sama gw, mungkin karna beliau juga tau kalo gw termasuk tipe yang “apa yang mau gua bisa” :p Dia bilang gini: apapun pencapaian tengahnya, selama itu masih mendukung usaha kita untuk mencapai main goal hidup kita, maka laksanakanlah. Tentunya dengan sepenuh hati, dan tetap berdoa pada Allah swt :)
