Aku pinjamkan catatan ini

simple, but powerfull


...

There are times when you make me laugh
there are moments when you drive me mad
there are seconds when I see the light
though many times you made me cry

There's something you don't understand
I want to be your man

Nothing to lose
your love to win
hoping so bad that you'll let me in

I'm at your feet
waiting for you
I've got time and nothing to lose

There are times when I believe in you
these moments when I feel close to you
there are times I think that I am yours
though many times I feel unsure

There's something you don't understand
I want to be your man

Nothing to lose
your love to win
hoping so bad that you'll let me in

I'm at your feet
waiting for you
I've got time and nothing to lose

I'll always be around you
keep an eye on you
cos my patience is strong
and I won't let you run
cos you are the only one

Nothing to lose
your love to win
hoping so bad that you'll let me in

I'm at your feet
waiting for you
I've got time and nothing

CCIE Written Passed

Good day for usssss! Because I'm passing CCIE Written 350-001 :D :D :D

Looking forward to the lab..Hongkong, Belgia, atau China? :P

Alhamdulillah ya Allah..

Dan ini cita-citaku

Stay hungry. Stay foolish.

Itu ungkapan yang terkenal banget di film Pirates of Carribean. Film yang muncul beberapa tahun yang lalu ini berkisah tentang berbagai macam hal, tergantung dari sisi penontonnya.

Kalo dari sisi gw, gw ngeliat film ini berkisah tentang dua orang tokoh teknologi yang besar dengan caranya masing-masing. Bill Gates yang dalam buku “why many people hates Gates”(which is udah ada terjemahannya di gramed) diceritakan sangat licik nan jenius, membesarkan Microsoft dengan caranya yang kontroversial. Bahkan diceritakan dalam buku itu, kalau kita lagi 1 pesawat sama Bill Gates, Sadam Hussein, dan salah satu tokoh teroris terkenal (gw lupa), dan kita punya 1 pistol plus 2 buah peluru, kepada siapakah peluru itu diarahkan? Ternyata si pengarang buku mengatakan bahwa seharusnya kita mengarahkan kedua peluru tersebut ke Bill Gates supaya kita yakin kalau Gates sudah tiada.

Berbeda dengan Steve Jobs yang pada tahun 2005 ngasih commencement ke alumni Stanford (hey, school in Stanford and meet Steve Jobs, that’s a double lucky). Jobs begitu mengagung2kan seni yang sampai sekarang begitu terlihat kental di produk-produk Apple.

Melihat daftar urutan top software company, ditinjau dari sisi revenue, merupakan hal yang enggak aneh kalau Microsoft merupakan pemimpin dari industri software ini. Diikuti oleh peringkat 2-5: IBM, Oracle, SAP, dan Nitendo.

Microsoft yang terkenal punya industri tambang emas dari product Windows-nya, dan juga IBM yang punya solusi menyeluruh, dari produk management system sampai network monitoring, merupakan 2 guru yang patut dipelajari.

Tradisi IBM memperkuat lini Software Group-nya dengan membeli banyak sekali perusahaan software, membuat kita pun seakan bermimpi: apakah gw bisa buat company yang kemudian membuat IBM tertarik buat beli company gw? Contohnya pun gak sedikit. Dari mulai pembelian Tivoli yang sudah merupakan 1 paket system besar, sampai SPSS yang ‘hanya’ mengurusi keperluan statistik.

Tentunya berbeda dengan Microsoft yang diawali oleh seorang yang genius, dan diakhiri dengan computer science PhD yang mempunyai inovasi-inovasi yang sering buat kita terkagum-kagum. Atau malah SAP yang diawali oleh 4 orang ex-IBMers yang memulai merintis usaha di Jerman. Sehingga sampai saat ini pun SAP masih dikenal dengan singkatan nama Jermannya.

Terkait juga sama postingan gw disini, mimpi gw adalah menjadi satu diantara beberapa raksasa itu. Pak Arief sering berkali-kali bilang sama gw, mungkin karna beliau juga tau kalo gw termasuk tipe yang “apa yang mau gua bisa” :p Dia bilang gini: apapun pencapaian tengahnya, selama itu masih mendukung usaha kita untuk mencapai main goal hidup kita, maka laksanakanlah. Tentunya dengan sepenuh hati, dan tetap berdoa pada Allah swt :)

Target

Pas lagi diskusi tentang High Availability plus2 backup di milis indo-oracle, tiba2 gw nemu suatu quote yang gw kira bisa berguna buat kita: “Gapailah cita-citamu setinggi langit karena jika kau meleset sekalipun, kau akan tetap berada diantara bintang-bintang”.

Mungkin artinya ada banyak kali ya. Tapi kalo gw sendiri ngeartiin itu sebagai kata2 kayak gini: “kurang enggak apa2, selama targetnya masih berlebih.”Apakah prinsip ini baik? Coba deh gampangnya kita tinjau dari angka2. Kalau targetnya dinaikin jadi 150%, sedangkan yang tercapai hanya 50% dari target (kan ceritanya lagi meleset), maka kita hanya akan dapat 75%. Apa ini bagus kalau ternya semua kehidupan kita enggak pernah maksimal?

Tiap ada target ini, dapet cuman 80%, atau hanya 65%, dsb. Wah kalau yang gw pelajari di framework ITIL, enggak ada persen2an kayak gini. Projectnya selesai atau kredibilitas kita sebagai service provider akan terancam.

Prinsip framework ITIL ini menurut gw juga pantes buat diterapin dalam kehidupan. Ambil contoh seorang pedagang yang hanya punya uang 10 juta, lalu dia investasikan semua uangnya itu (dengan rumah yang kontrak, uang yang tersisa tinggal sekian rupiah). Pernah terpikir gak kalau si pedagang itu akan mengorbankan jiwa raganya untuk usahanya tersebut?

Idealnya sih iya. Kecuali kalau si pedagang gak punya rasa tanggung jawab akan hal kecil, misal: besok saya mau makan apa?

Kembali ke quote yang tadi, menurut gw yang paling pas adalah dengan mengubah quote diatas dengan gini: "Gapailah cita-citamu setinggi langit karena jika kau meleset, kau akan jatuh ke jurang."

Hihi, jadi anggota DPR

http://74.125.153.132/search?q=cache:-_kUeBVHCeAJ:222.124.159.131/cms-mjlk-0.5.0-rc3/upload-dir/cms-mjlk-0.5.0-rc3/content/docs/1242705955AR%2520CALON%2520DPRD.doc+%22deni+lukmanul+hakim%22&cd=69&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

Istri Umar Cerewet?

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.

Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. yang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab
yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke
langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal
itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan
pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, "akulah yang membuatnya begitu." Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

The Best

Tanggal 16 Oktober 2009 jam 1:21 AM WIB.

Malam ini begitu cepat sekali berlalunya. Seakan semua kejadian lalu lalang. Seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Secepat diumumkannya Founders Trophy 2009, dimana dulu kita yang ngurusin Founders Trophy 2007.

Banyak orang yang bilang kalau CCIE itu butuh 5 years experience in networking world, jam terbang config yang tinggi, dan yang pasti, keinginan yang kuat dari calon pemiliknya. Gw sering tersenyum ketika ngunjungin blog ini. Kalo dulu gw tersenyum karna ngliat materi yang ada disana udah gw pelajari semuanya. Kalo sekarang gw tersenyum karna dia udah nyebarin pelajaran yang penting buat gw. Itu adalah pelajaran impian.

Ya, impian. Kalo di novel 5 cm, dikasihtau supaya kita gantungin impian dan cita-cita kita 5 cm dari kening kita. Kenapa harus 5 cm? Supaya kita bisa selalu inget tentang apa yang kita ingini kapan saja dan dimana saja.

Yang gw alami hari ini bukan syndrome ketidaksiapan materi, bukan pula syndrome kegagalan config. Ini syndrome kaget akan impian lama yang muncul kembali. Impian yang enggak gw gantungkan 5 cm di depan kening gw, tapi tiba2 muncul begitu aja. Itu kesalahan yang ngebuat gw begitu tegang hari ini. Ketika ngeliat materi CCIE di website cisco, tiba2 badan gw gemeter, even yang dilihat misalkan hanya troubleshooting BGP. Pikiran gw kemana-mana, seolah semua materi yang gw baca di busway, di kereta dan di toilet itu sirna.

Tapi gw sadar, kalau gw lagi kembali berada di track yang benar. Gw kembali berada di track dimana seharusnya gw berada. Dan yang pasti, gw mendapatkan impian gw itu ada di depan kening gw lagi. Dan itulah hal terpenting yang gw butuhkan saat ini. Saat-saat genting dimana gw gak tau apa yang akan terjadi besok, dan yang bisa gw lakukan adalah gw baca sebanyak-banyaknya, tidur sedikit-dikitnya, dan berdoa..berdoa..dan berdoa.

Hari-hari pertama di bulan Desember 2009 yang akan buat gw ngeraih milestone selanjutnya dalam hidup gw. Ya, insyaAllah..

Dan buat seseorang diluar sana, meskipun aku gak tau kamu dimana, lagi apa, wujudnya seperti apa..yang jelas aku akan selalu berdoa yang terbaik untukmu. Dear My Princess, we'll gonna get through this together :) :) :)

*bukan desperate kokk :P




© 2006 Aku pinjamkan catatan ini | Blogger Templates by GeckoandFly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.
Learn how to make money online | First Aid and Health Information at Medical Health