Fiuhh..
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Friday, December 29, 2006 at Friday, December 29, 2006.Tadi pagi gw berangkat dari rumah jam 6.30, lalu ke tempat kos Freddy, dan mengerjakan Laporan Proyek Akhir PSD disana. Ternyata setelah gw coba lagi, Proyek Akhir PSD gw ternyata bermasalah! Gw gak tau kenapa tiba-tiba bisa begitu, tapi 3 hari yang lalu gw sempet tersenyum lebar ketika Game Smart Racing itu bisa berjalan dengan sempurna tanpa bug apapun. Apa karena gak dibuka 3 hari ya? :D
Akhirnya gw memulai mengerjakan ulang jam 7.00. Dari blank workspace, gw berusaha mengingat kembali bagaimana gw berpikir sewaktu mengerjakan proyek akhir tersebut. Alhamdulillah, jam 9.00 semuanya selesai, dan sampai sekarang gw pun gak tau kenapa file yang lama bermasalah, padahal rangkaian yang baru hampir sama dengan yang lama.
Jam 9.00, mulai bikin Laporan Tugas Akhir dan Slides. Jam 10.00 langsung ngebut ke kampus. Dan gw sampai di kampus jam 10.10, tepat banget 10 menit sebelum mulai presentasi. Ternyata maju presentasinya diundur sampai jam 10.30. Huhuhu, kalo tau gitu mending santai-santai dulu tadi. :p
Kelompok gw kebagian didemo-in oleh Pak Stef. 20 menit yang berharga itu pun berlalu dengan hasil yang (gw perkirakan) gemilang. Ah, sungguh Allah telah memberikan hambanya ini hasil yang maksimal banget.
Yah, akhirnya setelah itu semua berjalan normal lagi, bahkan sangat menyenangkan :D, karena gw ditraktir sama orangyangbegitucantikdenganbajuputihnya hari ini. Jalan-jalan ke Citos, lalu mengantarkan dia pulang, sungguh merupakan closing yang indah banget dari hari-hari yang melelahkan. Meskipun waktu jalan pulang gw sempet sakit perut banget. :p
Pemberitahuan yang mungkin sangat berharga, gw telah meng-uninstall Multisim 9!!!! :)
School Ties
1 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Tuesday, December 26, 2006 at Tuesday, December 26, 2006.Dari judulnya, udah ketahuan bahwa film ini berkisah tentang kehidupan SMA di Amerika tahun 1960-an. Ada seorang pria jagoan Football yang tadinya sekolah di ‘kampung’, namun karena kehebatannya dalam bermain Football, akhirnya sebuah sekolah di perkotaan yang terkenal meluluskan siswanya ke Harvard maupun Princeston pun merekrutnya. Pria yang bernama David Greene ini mendapatkan beasiswa di sekolah itu. Di sekolah barunya, sikap supel Greene membuatnya dengan mudah mendapatkan teman-teman baru. Kendala sebagai siswa tahun terakhir di sekolah itu dengan cepat diatasinya.
Film ini memberikan banyak sekali pesan yang tersirat maupun tersurat. Dibalik kehebatannya dalam Football, kepintarannya dalam berbagai pelajaran, dan ketampanannya, Greene ternyata adalah seorang Yahudi. Film ini begitu kental menggambarkan bagaimana konflik agama sewaktu itu. Penganut Yahudi yang belum diterima karena keserakahan dan kelicikannya membuat Greene tiba-tiba dimusuhi oleh hampir semua teman-temannya. Tetapi Greene mampu membuktikan bahwa dia tetap orang baik yang jujur, setia kawan, dan rendah hati.
Kisah Mac, salah seorang teman Greene juga membuat sebagian orang tersenyum dalam hati mereka sendiri. Mac yang tidak bisa berbahasa Perancis sangat gugup ketika ujian praktek berbicara bahasa Perancis didepan kelasnya. Tekanan dari sang guru rupanya membuat Mac semakin depresi, dan akhirnya dia bunuh diri pada malam hari di kelas bahasa Perancis tersebut.
Ada lagi Dillon, anak seorang bangsawan yang keempat kakaknya telah berhasil masuk Harvard University. Sifat Dillon berkebalikan dengan Greene.
Film ini juga seharusnya ditonton oleh pelajar di Indonesia. Sekolah disana menjunjung tinggi kode etik kejujuran. Sewaktu ujian, semua siswa menandatangani surat kode etik. Bila melanggar, maka semua peserta pelajaran tersebut tidak lulus dan yang mencontek akan langsung dikeluarkan. Budaya mencontek yang sudah mengakar pada pelajar negeri harus diberantas karena konon ada pepatah yang mengatakan, “kecil mencontek, besar korupsi.”
Kedigdayaan Harvard University sewaktu tahun 1960-an tak lupa digembor-gemborkan dalam film ini. Universitas yang sempat menjadi tempat bersinggahnya Bill Gates itu seolah menjadi tujuan setiap siswa SMA disana.
Ada banyak lagi pesan yang terkandung dalam film bedurasi kurang lebih 2 jam tersebut. Film yang tergolong serius ini bagusnya ditonton bersama cemilan atau kopi hangat *gak penting :p*
Satu datang. Dua pergi.
4 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Sunday, December 24, 2006 at Sunday, December 24, 2006.Yang gak wajar adalah jadwal kuliah gw. Di modul muskuloskeletal ini, gw baru memasuki minggu ke 2, itu berarti masih ada 4 minggu lagi menuju liburan semester 3!
Maka, tadi pagi gw harus merelakan kepergian adik dan ibu gw ke Bali gak tau sampai tahun baru apa nggak. Berhubung ayah gw masih kerja dan kemungkinan lagi sibuk menjelang akhir tahun, maka beliau gak ikut, tapi tetep aja pasti lebih sering pulang malam. Jadi kesimpulannya, gw akan lebih sering menghabiskan waktu dirumah sendirian.
Berhubung kuliah gw biasanya hanya sebentar-sebentar aja, makanya akhir-akhir ini gw mulai memikirkan aktivitas bermanfaat ketika sendirian dirumah. Jadi gak cuman nelpon temen-temen atau main internet seharian.
Rencana pertama adalah nyapu ngepel rumah sore hari. Jadi pagi-pagi biarkanlah mbak tetep nyapu ngepel. Itung-itung belajar kalau nanti gw belum nikah dan udah punya rumah sendiri. Hehe.
Nah, abis ngepel, gw akan lari sore keliling komplek. Setelah lari, baru ke tempat fitness. Fitnessnya sampai jam 6 kurang, jadi ada waktu buat mandi, lalu ke mesjid sholat Maghrib. Malamnya baru belajar lagi.
Wah, semoga terwujud ya. Susahnya sih kalo pulang agak siang biasanya gw akan tergoda untuk tidur, trus ketiduran sampai adzan Maghrib. Huh, lagi-lagi masalahnya ketiduran. Kenapa jam tidur gw berbeda sama orang kebanyakan ya. Kayaknya tidur 7 jam sehari gak cukup gituh.
Kalo kayak gini harus minta tolong sama Zahra nih. Selama ini kebanyakan sukses, walaupun lebih seringnya gw ngigo dan ngomong ngelantur kalo dibangunin lewat telpon. Oia, ngomongin Zahra, dia hari ini pulang loh. (Hore!!!) Ya setidaknya ibu dan adik gw pergi, pacar pulang. Hehe.
Btw, kalau rencana diatas terwujud semua, kemungkinan perut buncit gw akan menjadi sixpack seperti SMA dulu lagi. Waaaa.. (sambil ngebayangin dikelilingi wanita-wanita cantik :p) hahahaha..bcanda, ah..
Tadi ngerapihinnya sekaligus ngebenahin file-file yang mulai berantakan di drive D. Kalo gak salah New Folder-nya sampai 30 gitu. :D Sambil ngedengerin musik, gw mulai melihat-lihat file-file yang berumur ‘tua’. Berhubung laptop ini sebentar lagi akan menginjak usia 4 tahun, maka biarpun jelek, didalam laptop ini terdapat berbagai data yang sangat penting dan pribadi tentunya. :)
Yang paling berkesan waktu buka file rekaman kuliah. Jadi karena waktu kuliah gw sering ketiduran, akhirnya gw memutuskan untuk merekam semua yang diomongin sama dosennya. Nah, sewaktu ngerekam itu otomatis suara-suara orang yang lagi pada ngobrol (dan tentunya sambil mendengarkan kuliah) terdengar. Ada yang curhat, ada yang ketawa cekikikan, ada juga suara ngorok (loh, ini mah gw :p).
Ya...kenangan memang sangat mahal sekali..Kalau laptop ini hilang, mungkin gak akan bisa digantikan dengan apapun, bahkan dengan Macbook Pro sekalipun. (duileh, segitunya)
Gagal
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Saturday, December 23, 2006 at Saturday, December 23, 2006.
Gagal. Entah kenapa gw begitu percaya diri kemarin bahwa gw langsung bisa lolos ke ronde 2 lewat Match 1 ini. Pagi ini gw datang ke kampus dengan muka yang sangat suntuk. Gw tau sebenarnya gw gak boleh tidur semalam, tapi entah kenapa setelah jam 10 mata gw begitu berat untuk diajak kompromi. Gw sungguh sangat membenci kebiasaan buruk gw itu, terutama di masa-masa penting seperti saat Imagine Cup ini.
Ketika cerita sama Ricky, Teddy, Charles (yang sama-sama ikut Imagine Cup juga dan sama-sama gagal, hehe), tanggapannya sama semua: “tenang, masih ada Match 2, 3, dan 4”
Tapi mudah-mudahan ini jadi bahan pelajaran lagi. Gw gak boleh terlalu senang dan puas dengan apa yang dicapai. Kemarin begitu jadi IO (peserta dari Indonesia) nomor 1, gw begitu senang sampai sempat lupa diri. Yang gw lihat tadi pagi, akhirnya 50 besar dipenuhi oleh PL (Polandia), XXU (United States), CC (China), II (India) dan JA (Japan). Yah, mereka sungguh hebat sih.
Semangat yang tinggi juga harusnya gw tanamkan pada diri gw. Kalau gw masih semangat, mungkin semalam rasa ngantuk pun bisa ditepis dengan mudah. Ngomongin masalah semangat, entah kenapa sejak masuk kampus ini, dengan begitu mudah mendapatkan ilmu, gw jadi kurang bergairah lagi untuk menggali core-nya computer science itu sendiri. Kayaknya gak ada lagi jaman-jamannya gak bisa tidur karena belum bisa nemu algoritma yang efisien, atau karena penasaran pengen bisa 3dmax.
Ah, memang kalau waktu bisa diputar ulang untuk beberapa hal penting, semua orang pasti mau. Pasti bisa membantai Match 2, 3, dan 4! :)
Gak enak badan
3 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Tuesday, December 19, 2006 at Tuesday, December 19, 2006.Ya Allah, kenapa sekarang. Kan lagi musim-musimnya UAS.
Tapi mudah-mudahan ini yang jadiin gw manusia yang lebih kuat lagi. Caiyo tetep semangat!
Film Cheaper by the Dozen
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Monday, December 18, 2006 at Monday, December 18, 2006.Tadi nonton sama adik berdua. Film ini bagus banget ditonton bareng keluarga. Jadi ada pasangan suami istri yang memiliki anak 12. Mungkin itu pula kenapa judulnya ada kata dozen-nya. Awal cerita, sang suami berkeinginan menjadi pelatih softball di klub ternama dan si istri bercita-cita menjadi penulis terkenal.
Tadinya mereka ber-14 tinggal di sebuah pedesaan, lalu setelah mendapat tawaran menjadi pelatih di klub yang diidamkannya, bapak 12 anak itu pun mengajak semua anaknya untuk ikut. Setelah menempati rumah baru, ternyata sang istri yang dari awal merupakan tulang punggung keluarga dalam mengurus anak pun mendapat tawaran tur keliling kota untuk memasarkan bukunya.
Film ini memberi banyak sekali pesan berharga. Gw pun setelah nonton film ini jadi sadar bahwa apapun yang terjadi, keluarga adalah yang terpenting. Entah keluarga gw yang sekarang, atau keluarga gw nanti. Dalam kehidupan sehari-hari saudara kandung juga hendaknya dijadikan sobat terbaik. Gw sendiri mengakui agak tertutup dengan adik gw, walaupun sampai sekarang semua dia sering bercerita banyak pada gw. Gw ngerasa jadi panutan hidup. Jadi gw seakan takut tidak menjadi manusia sempurna bagi dia.
Yah, nonton film yang tadi itung-itung refreshing abis UAS DDP :p Besok ada UAS MPKT, besoknya lagi Bahasa Inggris, lalu terakhir PSD. Bagusnya lagi hari Jumat gw ada Tes Formatif. Komplit 1 minggu ujian semua. Udah kayak anak sekolah. Hehehe.
Oke deh, bagi yang belum nonton film ini, buruan ya, gak bakal rugi kok :D
Waktu pertama kali masuk, terus terang gw agak gak yakin dengan penampilan Pak Indra Budi (IB). Kayaknya muda banget. Tapi seiring waktu yang berjalan, yah sudah tidak diragukan lagi lah kemampuannya. Berhubung dia lulusan SMA 28 juga, gw jadi menghayal nanti kalo kehidupan gw sudah stabil (kerja di tempat yang bagus), gw akan mengajukan diri buat jadi dosen. Bagusnya sih gelarnya juga udah PhD. Hehe
Gw gak bisa nilai mata kuliah ini secara objektif karena sudah akrab dengan bahasa C semenjak SMA. Tapi melihat banyak teman-teman yang tadinya blank tentang bahasa pemrograman sekarang udah jadi jago, ya Pak IB boleh diberi acungan jempol lah. :)
Materi yang disajikan pun sangat bagus, sampai-sampai gw pun harus lebih serius di 1 bulan terakhir karena materi yang diajarkan sama sekali gak gw ketahui. Pokoknya pas mulai linked list tuh. Tapi Alhamdulillah sekarang jadi lebih dari sekedar mengerti. Hehe.
Tapi yang menurut gw kurang adalah metode sorting yang menjadi core dari computer science itu sendiri malah gak ditekankan. Untuk tugas terakhir banyak mahasiswa yang memilih bubble sort dengan alasan mudah diterapkan. Padahal hal ini jadi kebiasaan yang gak bagus kalo udah terjun ke dunia kerja nanti. Vendor besar seperti Microsoft pastinya akan memilih karyawan yang mempunyai skill algoritma yang excellent.
Lalu mengenai ujian terakhir tadi, gw banyak melihat soal-soal yang memberikan banyak doktrin bahwa langkah pertama harusnya ini loh, langkah keduanya begini, seterusnya begini. Padahal itu gak selamanya pemikiran seseorang itu merupakan cara yang paling efektif.
Yah, mungkin itu aja. Semoga tahun depan jadi lebih bagus lagi. Berbeda dengan antipati gw terhadap psd dan multisim-nya, kalo tahun depan ada peluang buat jadi asdos ddp pasti akan gw terima dengan senang hati (itu juga kalo dapet A,hehe).
aku ingin melukis sinarmu di hatinya
embun pagi katakan padanya
biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
bintang malam sampaikan padanya
aku ingin melukis sinarmu di hatinya
embun pagi katakan padanya
biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
tahukah engkau wahai langit
aku ingin bertemu membelai wajahnya
kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya
lagu rindu ini ku ciptakan
hanya untuk bidadari hatiku tercinta
walau hanya nada sederhana
ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
tahukah engkau wahai langit
aku ingin bertemu membelai wajahnya
kan ku pasang hiasnya angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya
lagu rindu ini ku ciptakan
hanya untuk bidadari hatiku tercinta
walau hanya nada sederhana
ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
*untuk seseorang di vietnam sana yang akan bertanding besok :)
Pacaran
2 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Friday, December 15, 2006 at Friday, December 15, 2006.Menembus pelangi
Lewati langit 7 bidadari
Kuyakin ku bisa temani jasadmu sepanjang umurku
Bila malam tanpa bintang
Kuakan menjadi bintang
Kan ku beri terang
Hingga rasa benderang
Membuatmu bahagia sepanjang hangatnya malam
Itu lagu Ada Band: Langit 7 Bidadari. Entah kenapa gw masih sempet nulis blog ketika UAS sudah didepan mata. Tapi gak apa-apa, lah. Alhamdulillah semua tugas sudah selesai, walaupun tadi sempat ketar-ketir sama Mardian tentang Proyek Akhir gw yang kurang menantang. Akhirnya tadi sore langsung dikerjain dan selesai tepat pas adzan Maghrib.
Hari ini lagi bingung mau ngapain. Besok pagi gw akan ikut mengantarkan tante gw yang akan ke tanah suci, sampai bandara aja si, hehe. Setelah itu harus buru-buru pulang karena sky sudah menunggu di kampus. Semoga gak telat. Kalau telat, bisa impas dong. Tugas 1-nya udah ditebus, jangan ampe deh tugas terakhir nol lagi.
Ngomongin lagu Ada Band yang ada di awal postingan ini, sebenarnya yang paragraph pertama agak berlebihan, tapi gw suka yang paragraph kedua. Kalau ngomongin bintang, sebenarnya banyak bintang yang ada di dunia ini, tapi kenapa ya kok ada aja malam dimana kita tidak bisa melihat bintang itu. Entah cuaca lagi mendung, atau kita lagi didalam rumah sepanjang malam, jadi gak sempet melihat langit.
Sama seperti kehidupan kita. Terkadang kita bertanya didalam hati, mengapa bintang yang ditunggu-tunggu tak kunjung muncul. Semua itu bukan salah si bintang, karena sebenarnya dia bersinar setiap hari. Entah ada yang menghalangi, atau kita yang tidak berusaha untuk mencarinya.
Yang berbeda adalah, jika bintang yang beneran hanya bagus kalau dilihat dari jauh, bintang dalam kehidupan kita sehari-hari tidak selamanya jelek bila dilihat dari dekat, walaupun mungkin ada yang seperti itu. Kalau hal ini yang terjadi, maka kata illfeel yang muncul.
Tahun lalu, banyak banget temen gw yang jadian waktu awal masuk kuliah, tapi setelah beberapa bulan akhirnya putus. Entah karena sibuk dengan modul-yang-membuat-tidur-semalaman-ketika-ujian, atau karena illfeel. Waktu itu gw juga pernah suka sama seorang temen gw, tapi entah kenapa kurikulum kampus gw begitu suram, sehingga tiba-tiba terlupakan saja. Padahal waktu itu udah niat banget, sampe nyusun rencana segala. Gw gak tau ini karena illfeel juga atau semata-mata karena sudah mulai sibuk.
Kalau dibilang pacaran melatih kita untuk lebih dewasa, ya mungkin benar juga. Kalau sekedar suka aja, mungkin bisa ganti-ganti. Toh hanya kita yang tahu. Tapi kalau udah pacaran, setidaknya kita dilatih untuk berkomitmen akan sesuatu. Yang salah dari pacaran adalah apabila putus nyambung seenaknya tanpa pemikiran yang matang. Yang seperti ini pasti gak akan dapat manfaat pacaran sebenarnya.
Bosan memang lumrah, tapi kalau setiap pacaran bosan mulu, namanya bukan belajar, tapi doyan. Dan orang-orang seperti ini yang membuat kaum pria masih banyak yang jomblo walaupun kuantitasnya lebih sedikit dibanding kaum wanita.
Yah, jadi begitulah pacaran..Btw kok jadi ngomongin pacaran ya? :p
Nulis
1 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Wednesday, December 13, 2006 at Wednesday, December 13, 2006.Memulai menulis sebenarnya sederhana, tetapi seringkali hal ini yang paling sulit dilalui. Ketika membuka Text Editor yang online maupun yang offline, beberapa diantara kita termenung selama beberapa menit, dengan tangan sudah siap pada keyboard, lalu menutup text editor tersebut tanpa ada hasil apa-apa.
Alasan yang klasik adalah: “belum nemu mood”. Atau alasan yang lebih sedikit bervariasi: “takut gak tau endingnya.” Padahal setiap hari kita menghabiskan waktu rata-rata minimal 1 jam untuk mengobrol. Jika untuk mengobrol saja kita bisa mencari topik (bahkan ketika sedang dalam ruangan kuliah), mengapa menulis tidak? Jika untuk mengobrol saja tahu bagaimana cara mengakhiri pembicaraan, mengapa menulis tidak?
Saya tidak sepenuhnya setuju jika ada yang bilang menulis itu bakat. Kita bisa saja memulai menulis yang ringan-ringan seperti catatan diary, atau mungkin blog. Saya sendiri sering tersenyum ketika membaca catatan harian saya ketika SMP dahulu. Hal ini yang membuat saya rutin menulis diary setiap malam. Kenangan itu tidak dapat ditukar dengan apapun. Kenangan itu juga yang menjadikan kita memiliki pengalaman, yang katanya menjadi tolak ukur kedewasaan seseorang. Saya membayangkan momen saat saya sudah memiliki cucu nanti, dan membaca catatan harian ketika saya baru berumur belasan tahun. Disaat itu saya mungkin akan teringat ketika pertama kali dapat nilai merah di raport, ketika pertama kali nembak perempuan, ketika pertama kali mimpi basah, bahkan ketika diterima di universitas ini.
Terkadang ketika orang banyak mengemukakan alasan mengapa tidak sempat menulis, saya justru sering bertanya kepada diri saya, “kapan saya nulis lagi?”
Mau UAS
0 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Tuesday, December 12, 2006 at Tuesday, December 12, 2006.Tiba-tiba ada seorang teman yang mau curhat, tapi lewat chatting. Akhirnya gw mendengarkan (membaca tulisan) dia sambil bermain gitar. Sambil nyanyi, tiba-tiba ada lirik lagu lama yang gw lupa lirik+chordnya. Jadi cuma hapal melodinya gituh. Hehe. Akhirnya gw mencari di file gw. Karena file gw agak banyak, jadi gw buka satu persatu. Ternyata ada buku Mabim gw di kampus ini. Gw pun membacanya satu persatu sampai tiba di halaman tandatangan yang ada pesan+kesannya. Waktu itu minta disuruh minta 2005 min.30, 2004 min.25, 2003 min.15, 2002++ min.10. Gw banyak tersenyum ketika membaca itu semua. Waktu ngeliat 2005, tandatangannya Charles di nomer 1. Konyolnya jelas-jelas waktu mata kuliah MD (beberapa bulan setelah Mabim) gw nanya sama temen gw: “Yang namanya Charles yang mana sih?”
Lalu pas ngeliat komentarnya sky: “datang lebih pagi dari yang lain”.............. oh jadi yang waktu ngomong gw datangnya kepagian itu sky ya..
Pas lagi di Dyta, tepat di baris email...oh jadi yang waktu itu sent message ke messenger gw itu dyta...
Oh ya sebelumnya di bagian BPH..ternyata gw belum dapet tandatangan Joji, Rahmawati, dan Hafiz. Padahal waktu itu hampir setiap hari ketemu, tapi gw jarang bawa buku mabim :)
Lalu ke 2004..Disini gw sangat terkejut lagi, ternyata banyak sekali nama yang ada disini tapi gw gak tau yang mana orangnya. :( Ada lagi tandatangan Oji dipalsuin sama Fenny. Hehe.
Sampai di 2003..ada lebih banyak lagi yang tertulis tapi gw gak tau yang mana orangnya..
Dan 2002..mereka sangat membantu sekali waktu itu. 10 tandatangan kurang dari 15 menit :) Tapi agak lucu ngeliatin komentarnya Ilham: “penipu”. Atau Iang: “jangan takut ngoprek”.
Kalau melihat lembar 2006, maka jelas gw akan lebih banyak tersenyum lagi. Seperti misalnya: “Oh Yuli lahir di Tasik”, “Oh tuaan Adi daripada gw”, “Oh Fadla bukan dari SMA 8”, “Oh Monchi dari 70”, “Kenapa namanya Hendy gw bintangin ya?”, “Oh Adit rumahnya deket sama Ronny”, “Oh Oktaf sama Ronny itu beda ya..gw kira Ronny itu panggilannya Oktaf”, “Oh Angga sama Dimas emang udah 1 kelompok pas Mabim..pantesan nempel mulu”, “Oh ternyata gw wawancarain Hendy, pantesan namanya gw bintangin”..Sebenernya mau lebih banyak lagi, tapi gw lupa.. ^^ Tapi yang paling sensasional adalah: “Ternyata gw belum dapet tandatangannya Fatimah Az Zahra..”
Ya, itulah Mabim. Tak ketinggalan juga selembar janji gw ketika udah masuk kampus ini. Meskipun ada beberapa yang belum tercapai: “jadi tim ACM, jadi MVP Microsoft, bikin Macrohard School (saingannya Microsoft Office,hehe), dll”
Kalaupun belum tercapai, setidaknya gw cukup bersyukur dengan apa yang gw dapet saat ini. Gak akan bisa disebutin satu-persatu, karena banyak banget. Tapi yang jelas, semuanya merupakan ilmu yang sangat berharga.
PS:
1. Doain ya, mau UAS ni
2. Baca Media BEM UI bulan depan ya. Editorialnya gw yang nulis, lho. Haha, gak penting gituh.
Yes, I'm ready!
1 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Friday, December 08, 2006 at Friday, December 08, 2006.Setelah gw buka, ternyata hp itu memang terlalu berharga untuk hilang begitu aja. Ada nomer telepon teman-teman lama, dan juga beberapa sms. Kebanyakan adalah sms sewaktu gw ulang tahun. Masih ada 30-an sms yang isinya ucapan selamat ulang tahun gw yang ke 18. Lalu sisanya yang gak penting untuk dibahas.
Nomer itu adalah yang terdaftar pada buku angkatan FKUI 2005. Jadi beberapa saat memang teman gw agak bingung saat menghubungi gw, karena nomer gw yang berganti.
Selain itu, ada juga aplikasi Java J2ME hasil proyek-asal-asalan waktu masih kelas 3 SMA yang bisa menyimpan sms menjadi text file. Teringat hal itu, gw juga jadi penasaran untuk membuka folder keramat yang telah diproteksi password-yang-hanya-gw-yang-tau. Disana ada simpanan text file sms gw sejak kelas 3 SMA. Sebenarnya ada niatan untuk membetulkan aplikasi tersebut, tetapi apa daya, source code-nya hilang! Padahal metode parsingnya yang-belum-bener-bener-amat memunculkan banyak sekali bug.
Di folder itu tertata rapi text file dari tahun 2004 hingga 2005. Otomatis gw juga baca-baca dong. Dan ternyata, membaca itu semua menghabiskan waktu gw sampai 2 jam. Semuanya tidak terasa karena gw jadi kayak berjalan di masa lalu. Ketika masih SMA, ketika baru lulus SPMB, ketika baru masuk kuliah, dan lain-lainnya.
Dan ternyata, gw disadarkan akan banyak impian gw yang belum terwujud. Seenggaknya ada untungnya juga, minimal jadi sadar bahwa yang gw dapatkan sekarang ini belum ada apa-apanya. Masih ada langit diatas langit. Masih banyak orang Polandia-super yang masih berkeliaran di peringkat atas algorithm contest.
Yeah, the next step will come!
Are you ready for final exam? Are you ready for final project? Are you ready for the next Musculoskeletal Modul? And are you ready for Imagine Cup?
It will be the hardest month of the year. See you in the end of this month! Wish me luck. :)
*mudah-mudahan bisa tersenyum bahagia di akhir tahun
Sekilas mengenai Archives blog gw
1 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Wednesday, December 06, 2006 at Wednesday, December 06, 2006.
Kalau ada yang memperhatikan bagian kanan dari blog ini, tepatnya di bagian Archives, disana ada bulan kapan saja gw pernah ngepost di blog ini. Disana tertulis kalau yang pertama adalah bulan April 2005. Itu tepatnya saat gw pengen UAN+SPMB. Selanjutnya, postingan gw bisa dibilang rutin, meskipun kadang hanya beberapa postingan saja pada bulan tertentu. Sampai bulan Januari 2006, postingan gw berhenti. Disana tidak tertera postingan bulan Februari, Maret, April, Mei, Juni, dan Juni. Mungkin hal itu dikarenakan kesibukan gw yang memuncak.
Jadi inget waktu modul Cell and Genetic dulu. Itu modul pertama setelah semester 1 berfoya-foya dengan PDPT. Waktu itu setiap mau ujian, pasti gak bisa tidur. Bukan gak mau, tapi terpaksa, karena waktu itu karena belum jelas banget ujiannya seperti apa.
Kurikulum angkatan 2005 adalah yang terbaru, dimana untuk menjadi dokter hanya butuh waktu 5 tahun, sudah termasuk koas. Karena baru, jadinya ya gak bisa lihat soal tahun lalu karena berbeda.
Semester 2 awal gw kos di Salemba. Disana hanya bertahan 2 bulan kurang, karena selain kalo malem gw kerjaannya main mulu, dengan kos gw juga mengalami kesulitan mencari makanan. Mengingat kebiasaan dirumah yang selalu ada cemilan yang bergizi, ketika di kos gw pun mengalami masa-masa suram.
Kenangan yang paling indah, waktu itu malam sebelum ujian sering nginep dirumah temen, atau di perpustakaan. Kebiasaan tersebut hilang setelah gw menyadari bahwa kalo nginep pun jadinya cuman main doang.
Sekarang gw kangen semua itu. Disana gw bisa mengalami hal yang jarang orang lain pernah alami.
Dan tidak salah memang kalau terkadang gw berpikir, mempelajari ciptaan Tuhan itu memang lebih menarik...
Tentang malam itu
3 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Tuesday, December 05, 2006 at Tuesday, December 05, 2006.Malam itu ada Share on Sahur, malam dimana gw mengungkapkan perasaan ke dia. Hari itu hari Jumat, tanggal 6 Oktober 2006. Semalaman gw gak bisa tidur karena 2 hal. Yang pertama hati gw terlalu gembira. Yang kedua, gw lagi bawa mobil semalaman. Maka dari itu, ketika sampai dirumah jam 6.30 pagi, perasaan ngantuk pastinya menyerang.
Bagi yang mengambil kuliah DDP semester ini, pasti tau juga kalau tanggal 7 Oktober 2006 itu deadline pengumpulan dan demo Tugas 1. Dan bagi yang sudah mengenal gw, pastinya akan tau 1 sifat gw yang teramat jelek, yaitu deadliner. Padahal tugasnya udah dari 2 minggu sebelumnya, tapi gw memutuskan untuk mengerjakan tepat di hari deadline.
Kembali ke paragraf yang tadi, setelah sampai rumah, gw baru membuka komputer dan perasaan ngantuk sudah gak bisa ditahan lagi. Akhirnya gw memutuskan untuk tidur (rencananya) sampai jam 9. Tapi karena sifat jelek gw lagi yang kalau tidur udah gak inget apa-apa lagi, maka saat terbangun dan melihat jam, ternyata sudah jam 2!!!
Gw membuka Scele, dan ternyata sudah ada beberapa postingan dari sky (asdos DDP gw) yang menanyakan bagaimana kabar gw.
Dan berita buruknya, deadline demo dan pengumpulan adalah jam 11.55 AM...
Setelah itu gw berusaha menghubungi sky dan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Ternyata tidak ada toleransi. Saat itu gw pasrah dan menerima kenyataan bahwa nilai Tugas 1 gw nol.
Satu-satunya orang yang gw ceritakan waktu itu adalah Ricky, dan jawabannya cukup menenangkan hati gw: “tenang aja, gw juga waktu itu gak ngumpulin 1 tugas, tapi tetep dapet A. Kan cuma 5% doang dari nilai keseluruhan..”
Gw pun berpikir “iya juga ya”, tetapi beberapa detik pikiran gw berubah “tapi kan Ricky pinter..”
Setelah itu, beberapa mimpi buruk menghantui gw. Tapi ini semua menjadi bahan pembelajaran bagi gw. Ternyata gak baik menjadi seorang deadliner..Tapi sampai sekarang pun gak tobat-tobat :p
Ya, tadi itu semua berita buruknya. Sekarang saatnya gw ceritain yang baik.
Hari Jumat kemarin asdos DDP dipanggil sama Ibu Aminah, dosen DDP. Bu Aminah mempunyai daftar nama orang yang belum mengumpulkan Tugas 1 dan 2. Semuanya disebutkan satu persatu, sampai tibalah nama gw disebutkan.
Bu Aminah nanya: “si D L Hakim kenapa belum ngumpulin tugas? Dia gak bisa atau gak ngerti pelajarannya?”
Karena waktu itu gw sudah bercerita terus terang kepada sky, maka sky pun meneruskan ke Bu Aminah. Dan ternyata, setelah keluar ruangan itu, sky mengatakan suatu hal yang amat penting: “Den, kamu beruntung. Kamu boleh ngumpulin dan demo Tugas 1 paling lambat Kamis depan.”
Dan ternyata..pasti ada sinar di lorong segelap apapun..
#oh ya bagi yang mau tau sebuah fakta lagi, batas waktu bagi gw untuk mengumpulkan Tugas 1 adalah tanggal 9 Desember 2006.
#ini kan pas 2 bulanan gw sama dia
#jangan-jangan Bu Aminah baik karena tau lagi kalau malam itu gw terlalu bahagia sampai-sampai lupa ngerjain tugas (hehe)
TV-ku oh TV-ku..
2 Comments Published by Deni Lukmanul Hakim on Monday, December 04, 2006 at Monday, December 04, 2006.Serial komedi ini tayang 2 kali sehari. Pagi dan malam hari. Untuk yang pagi hari, jam tayangnya jam 7.30-8.00. Hal ini sebenarnya cukup mengganggu gw. Tadi pagi gw sudah bangun jam 7.30, harusnya mandi dan bersiap-siap lalu berangkat ke kampus, tetapi malahan nonton OB. :)
Sebenarnya alasan sederhana mengapa gw begitu menggemari OB adalah karena semuanya terasa begitu ringan. Gw begitu relax ketika menonton serial ini. Tertawa pun tidak terlalu dibuat atau dipaksakan. Bahkan terkadang hati gw yang tersenyum melihat kelakukan setiap pemain disana.
Semua orang disana mempunyai masalah yang kompleks. Namun satu hal yang menjadi bahan pembelajaran bagi gw adalah mereka tidak terpaku dan stres akan masalah yang mereka hadapi. Sebenarnya sepele, namun terkadang dalam situasi emergency, kita seringkali melupakan hal sepele itu.
Harapan gw si semoga acara yang seperti ini diperbanyak. Kan sekarang SmackDown dan ‘kawan-kawannya’ sudah dihapus, jadi mungkin saja stasiun televisi melirik serial komedi seperti OB, Bajaj Bajuri, bahkan Extravaganza. Semoga.
