Aku pinjamkan catatan ini

simple, but powerfull


They are proud with reasons

Walaupun berasa udah nyeritain semua, ada hal yang gak pernah gw ceritain di sini sebelumnya. Hal-hal yang gw rasa rancu, sensitif, terlalu privat, atau bahkan karna gw malu.

Satu hal ini gak pernah gw ceritain karena malu. Padahal gw udah ngikutin proses ini semenjak beberapa hari yang lalu. It’s called simple: PEMILIHAN ABANG NONE DKI JAKARTA 2009.

Tapi prosesnya enggak se-simple namanya. Biarkan gw bercerita disini sehingga entah nanti ada informasi yang didapat atau bahkan perubahan dari cara pandang terhadap duta pariwisata DKI Jakarta ini.

Proses keseluruhannya seperti ini:
- Seleksi wilayah (28, 29, 30 May 2009)
- Karantina Wilayah (31 May – 11 Juni 2009)
- Malam Final Wilayah (12 Juni 2009)
- Karantina DKI (gw gak tau pastinya, sekitar tanggal 19 Juni – Awal Juli 2009)
- Malam Final Provinsi (Awal Juli 2009)

Gw memilih Jakarta Barat sebagai tempat seleksi. Alasannya ada 2, karena gw lagi ada proyek dimana client-nya ada di Meruya. Yang kedua, karena di Jakarta Barat ada 1 juri yang gw kagumi yang akan gw ceritain nanti.

Hari Kamis (28 May 2009)
Proses pertama dimulai. Namanya Focus Group Discussion (1 group terdiri dari 15 orang, kalau di group gw 7 orang abang 8 orang none). Formatnya ada 3:
- Penyampaian pendapat tiap orang (per orang 1 menit)
- Debat terbuka dengan bahasa Indonesia (45 menit)
- Debat terbuka dengan bahasa asing (45 menit)
Setelah ini akan dipilih 100 orang untuk lanjut ke hari berikutnya (FYI, yang daftar itu sampai lebih dari 100 orang abang dan mungkin lebih dari 100 orang none, soalnya gw ngeliat temen gw itu nomernya 219, berarti dia urutan daftar ke 219/2+1 = 110, karena nomor abang ganjil, none genap)

Hari Jumat (29 May 2009)
Proses kedua dilaksanakan. Namanya Public Speaking. Tempatnya di Mall Puri Land. Yang boleh nonton siapa aja yang lagi ngunjungin mall itu. Karena kebetulan ramai, maka pas gw itu yang nonton banyak. Prosesnya gini:
- Dibagi ke group of 10 (5 abang dan 5 none)
- Setiap group akan maju untuk menyampaikan salam ta’zim.
- Setiap orang akan menjawab pertanyaan yang akan diundi onsite oleh pembawa acara dengan bahasa apa saja (kebetulan gw pakai bahasa inggris)
Setelah ini akan dipilih 60 orang untuk lanjut ke hari berikutnya.

Hari Sabtu (30 May 2009)
Ini seleksi final sebelum menuju karantina. Ini satu-satunya keganjilan yang gw temui dalam jumlah peserta. Karena ternyata 60 orang yang tersisa itu terdiri dari 24 abang dan 36 none. Jadi ada 12 abang yang dapet 2 none :P Akan dipilih 15 abang dan 15 none untuk menjalani karantina yang dimulai 31 May sampai 11 Juni 2009.

Seleksi ini bernama Interview. Kenapa namanya interview? Karena memang seleksinya hanya interview dengan 5 orang dibawah ini:
1. Drs. (lupa) Budaya Betawi
2. Wakil Walikota Jakarta Barat, Pemerintahan
3. Bahasa Asing dan Pariwisata
4. Penampilan dan public speaking
5. Psikologi dan kepribadian

Kita face-to-face dengan kelima orang hebat tersebut. Ada cerita menarik waktu gw lagi di-interview dengan salah satu dari mereka. Ada pertanyaan trivial kayak gini: “What are your motivations to be a Abang Jakarta?”

Gw jawab seperti ini: “Because I want to urge Bang Foke to ride a bicycle to his office.”

Jurinya langsung ketawa, “Hahaha..How come?”

Pulangnya gw bareng sama none angkatan 2008 (gw itu terhitung sebagai abang angkatan 2009), karena ketemu pas di pintu keluar lagi nunggu taksi, eh kebetulan dia mau ke arah selatan, blok m, mau les TV presenter, yaudah kita sekalian bareng.

Dia cerita banyak hal. Termasuk masalah izin mengizin ketika karantina. “Izin waktu karantina wilayah itu masih boleh, tapi kalau udah di DKI, wah ketat banget, den. Dulu temen gw sampai ada yang resign dari kantornya karena dia harus milih, apakah mau kerja, mau izin 2 minggu dari kantornya, ataukah mau resign. Akhirnya dia milih resign.”

Deg..Entah rasa kesal, gemes, atau kecewa yang muncul. Kenapa harus milih. Kata orang2, yang kayak gini justru yang bakal nambah derajat dalam hidup, kalo kita bisa ngelakuin hal-hal yang sulit dalam keadaan kejepit secara maksimal :)

Obrolan tadi mengakhiri perjalanan panjang gw selama 3 hari ini. Gw gak tau dimana dan kapan perjalanan ini akan berakhir.

Satu hal yang mau gw tekankan disini adalah, menjadi protokoler dan duta pariwisata itu bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Apalagi ada banyak orang yang beranggapan kalau jadi abnon yang penting adalah ganteng atau cantik. So, bagi kalian pemuda pemudi berusia kurang dari 25 tahun yang mempunyai rasa tanggung jawab untuk mengembangkan pariwisata Indonesia dan capable untuk menjalankan tugas itu, jangan ragu-ragu lagi untuk mengikuti proses seleksi yang gw yakin bisa nambah banyaaak banget pengalaman plus pengembangan diri ini :)

Blog Favorit

Ada tulisan-tulisan yang bisa menghibur, bikin ketawa, dan kadang bisa lupa sama penatnya hidup. Sayangnya tipe seperti ini hanya bisa bertahan beberapa menit saja. Paling lama itungan jam deh.

Di sisi lain, ada tulisan-tulisan yang kadang bikin gw tersenyum, damai, dan ngerasa dapet banyak ilmu. Tulisan ini bisa mencerahkan berhari-hari. Bahkan kadang sampai itungan bulan. Dan kadang gw selalu nunggu tulisan-tulisan baru itu muncul :)

1 part DREAM, 3 parts ACT! Resulting 1 part SUCCESS, 99 parts FAILED?

Kalau dulu gw pernah nulis tentang one-part-brave-three-parts-fool sekarang saatnya gw ngingetin diri gw sendiri buat menyumbangkan 3/4 hidup gw untuk bertindak, jangan kebanyakan berpikir/bermimpi/berkhayal/apalah itu.

Kalaupun ini akan menghasilkan 99 kegagalan dari 100 kali percobaan, gw yakin itu pasti lebih baik karena kita udah mencoba, mencoba, dan mencoba!

Cheers.

buat mantan manager asrama gw, bapak Moch. Faisal Karim, jangan pernah menyerah apapun yang terjadi! For me, you're still the best. Juara 3 mapres UI itu udah keren banget. Dibanding gw yang tingkat fakultas aja enggak dapet apa2 :D tetep berkarya, bang ical! dan tetep jadi orang yang gw kagumi :)

Presiden Peduli Lingkungan

Mana partai yang paling punya jejak rekam peduli lingkungan?
Mana capres & cawapres yang punya jejak rekam peduli lingkungan?
Dari mana para capres & cawapres membiayai kampanye mereka: dari hasil pembalakan liar, konsesi hutan, perkebunan kelapa sawit, perkebunan pulp dan kertas, pertambangan batubara, atau mana dan dari siapa?

REKAM JEJAK JUSUF KALLA, SALAH SATU CAPRES PARTAI GOLKAR:

Kepentingan JK tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekspansi bisnis keluarga besarnya, karena Indonesia tidak punya peraturan yang melarang konflik kepentingan jabatan publik dengan kepentingan bisnis pribadi dan keluarga serta sahabatnya.

Ada empat kelompok perusahaan yang dikuasai oleh JK (kelompok Bukaka & Hadji Kalla), iparnya, Aksa Mahmud yang Wakil Ketua MPR-RI (kelompok Bosowa), dan adiknya, Halim Kalla (kelompok Intim). Dengan demikian, ekspansi keempat kelompok itu tidak terlepas dari peranan JK dan Aksa Mahmud di arena ekonomi dan politik.

Salah satu spesialisasi kelompok Bukaka dan Hadji Kalla adalah dalam pembangunan PLTA, namun jejak rekam kelompok Bukaka dan kelompok Hadji Kalla di bidang itu tidak begitu bagus: PLTA Poso (rencana 780 MW) mulai dibangun sebelum ada AMDAL yang memenuhi syarat. Juga jaringan SUTET (Saluran Udara Tegangan Eksa Tinggi)nya ke Sulawesi Selatan & Tenggara dibangun tanpa AMDAL.

Di DAS Peusangan di Tanah Gayo, Aceh, “pembebasan” tanah di masa DOM dirasa sangat tidak adil. Tapi ada kemungkinan oposisi rakyat akan dilawan oleh PETA (Pembela Tanah Air), milisi bentukan TNI, yang sekarang membantu TNI melakukan represi terhadap rakyat dan caleg-caleg partai-partai lokal, terutama PA (Partai Aceh) bentukan GAM.

Pembangunan PLTA Peusangan I akan menghancurkan nafkah penduduk yang bertani ikan mas di karamba-karamba di hulu Sungai Peusangan. Mereka sudah dilarang oleh PLN bertani ikan mas di situ, tapi mereka masih bertahan. Belum lagi dampak PLTA Peusangan II nantinya.

Setelah berkunjung ke RRT, JK sangat berambisi mendorong pembangunan 19 PLTU berkapasitas total 10.000 MW di berbagai tempat di Indonesia. Program ini bukan mendorong pengembangan enerji terbarukan yang bersih, tapi justru mendorong pembakaran batubara yang sangat menyumbang pemanasan global. Namun tetap juga program ini didukung oleh JK.

Maklumlah, kelompok-kelompok Bukaka, Bosowa , dan Intim termasuk paket kontraktor pembangunan 19 PLTU itu. Kelompok Bosowa mendapat order pembangunan PLTU Jeneponto di Sulsel, tanpa tender (Rakyat Merdeka, 7 Juni 2006), sedangkan kelompok Intim milik Halim Kalla yang juga salah seorang Komisaris Lion Air akan membangun PLTU berkapasitas 3 x 300 MW di Cilacap, Jateng, dengan bahan baku batubara yang dipasok dari konsesi pertambangan batubara seluas 5.000 ha milik kelompok Intim di Kaltim (GlobeAsia, Sept. 2008, hal. 38).

Setelah 22 DPD Golkar mendukung pencalonan JK sebagai Capres, kita perlu lihat kiprah para pendukung JK di pucuk pimpinan Golkar, seperti Surya Paloh, ketua Dewan Penasehat Golkar. Reputasi Surya Paloh di Aceh di bidang lingkungan sangat buruk, karena Kelompok Media yang dipimpinnya membuka tambang emas, tambang batubaru, dan PLTU di Kabupaten Nagan Raya, Aceh bagian Barat, tanpa AMDAL dan tanpa menghormati pemerintah Gampong dan Mukim, seperti digariskan dalam MoU Helsinki dan UU No. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.


REKAM JEJAK SBY, CAPRES PARTAI DEMOKRAT:

Jejak rekam SBY di bidang lingkungan sangat tersembunyi, sebab SBY ‘hanya’ berperan sebagai pelindung berbagai kelompok bisnis besar, terutama kelompok Artha Graha (AG). T.B. Silalahi, penasehat presiden di bidang pertahanan, juga eksekutif kelompok AG dbp Tomy Winata. Melalui mitra bisnisnya di Sumut, AG mengelola perkebunan kelapa sawit PT First Mujur Plantation di Tapanuli Selatan dan Labuhan Batu.
Artha Graha juga milik Sugianto Kusuma (‘Aguan’), pemilik PT Agung Sedayu Permai, holding company Agung Sedayu Group.

Artha Graha dan Agung Sedayu Permai banyak membangun gedung perkantoran & perumahan elit, yang tiap hari diiklankan di layar televisi.

Kurang disadari dampak lingkungan properti-properti mewah itu, yaitu:
(a) pembukaan lahannya menggusur rakyat kecil yang terpaksa bermukim di pinggir kali yang sangat tidak sehat;
(b) sangat rakus air tanah (membuat rakyat kecil tergantung pada air kemasan); dan
(c) ikut menyemburkan udara panas yang menaikkan suhu udara kota Jakarta.
Berlindung di balik nama SBY ada dua yayasan, yakni (1) Yayasan Puri Cikeas & (2) Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam.

Orang-orang dekat SBY menjadid pembina atau pengawas yayasan-yayasan itu. Ketua Dewan Pembina Yayasan Puri Cikeas = Jero Wacik, Menteri Pariwisata dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Ketua Pengawas Yayasan Nurussalam = Brigjen Kurdi Mustofa, Sekpri SBY.

Adik ipar (Hartanto Eddie Wibowo) dan anak bungsu SBY (Eddy Baskoro Yudhoyono) menjadi fungsionaris Yayasan Nurussalam. Hartanto, bendahara, Baskoro, sekretaris.

Sejumlah pengusaha era Orde Baru menjadi fungsionaris kedua yayasan itu, seperti Sukamdhani dan putera mahkotanya, Hariadi Sukamdani (Sahid Group), serta Tanri Abeng dan anaknya, Emil Abeng, serta Aziz Mochdar (Bimantara). Sukamdhani dan Tanri Abeng di Yayasan Cikeas, sedangkan Aziz Mochdar (ipar Yayuk Habibie, adik bungsu BJ Habibie) di Yayasan Nurusalam.

Ada juga pengusaha yang berlindung di balik fungsionaris Yayasan Nurussalam, seperti Gunawan Yusuf (Makindo), kompetitor Salim Group dalam perkebunan tebu di Lampung.

Menteri Lingkungan era SBY-JK, Rachmat Witoelar, memberikan label hijau kepada beberapa konglomerat perusak lingkungan, yakni RGM, Sinar Mas, dan Freeport Indonesia, Inc.

Ekspansi konglomerat- konglomerat yang dekat dengan JK (pernah sama-sama jadi penggalang dana Golkar, seperti Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Hartati Murdaya) ikut berekspansi di era SBY-JK, walaupun di tahun-tahun pertama kejatuhan Soeharto mereka masih berhutang besar pada bank-bank negara.

Kelompok Medco yang 60% milik keluarga Arifin Panigoro (40% milik Mitsui & Mitsubishi) berkembang dari migas (Sulteng, Aceh), PLT panas bumi di Sarulla (Sumut), kelapa sawit (Kalteng, Papua), paper dan pulp di Merauke (Papua), s/d rencana PLTN di Jepara (Jateng).

Namun blunder terbesar kroni-kroni JK adalah ekspansi bisnis keluarga Bakrie di bidang energi (Mega Energi Persada, Bumi Resources, Kondur Petroleum) yang mengakibatkan tragedi Lapindo bagi rakyat Jawa Timur, malapetaka lingkungan paling kurang ajar selama rezim SBY-JK!!


REKAM JEJAK MEGAWATI SOEKARNOPUTRI, CAPRES PDI-P:

Sewaktu masih jadi oposisi di era Soeharto, PDI sekutu gerakan lingkungan dalam menentang pembangunan PLTN. Sesudah jadi Presiden, tidak terdengar suara PDI-P di bidang itu.

Setelah Mega jadi Presiden, keluarga Soekarno-Kiemas, Kiemas bersaudara punya 13 SPBU di wilayah Jabodetabek, di antaranya ada yang menerobos jalur hijau.

Sony Keraf, seorang kader PDI-P yang diangkat menjadi Menteri Lingkungan di era Presiden Gus Dur, bersuara keras terhadap perusahaan-perusaha an perusak lingkungan. Misalnya, terhadap PT TPL (Toba Pulp Lestari) dan PT Freeport Indonesia. Tapi akibat desakan rekan-rekan separtai, Keraf tidak bersuara keras lagi.

Setelah diganti oleh Megawati Soekarnoutri dengan Nabiel Makarim, Sony Keraf yang masih dipilih menjadi anggota Fraksi PDI-P di DPR-RI, ia bahkan tidak bersuara menghadapi rencana tambang emas di P. Lembata, kampung halamannya, walaupun rencana itu ditentang oleh rakyat dan para rohaniwan OFM & SVD.


REKAM JEJAK PRABOWO SUBIANTO, CAPRES GERINDRA:

Dengan mengambilalih konsesi Kiani Group seluas 53 ribu ha dari Bob Hasan, Prabowo ikut melanggengkan penghancuran hutan Kaltim.

Di Aceh, Prabowo & adiknya, Hasyim Djojohadikusumo menguasai hutan seluas 97 ribu ha di Aceh Tengah melalui PT Tusam Hutan Lestari, sumber bahan baku pabrik kertas PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Padahal pinus sangat tidak ramah lingkungan.

Di Kaltim, kakak beradik Prabowo & Hashim menguasai lebih dari satu juta hektar konsesi hutan dan tambang batubara, dan masih berencana membuka 700 ribu ha kebun aren (Warta Ekonomi, 9-22 Maret 2009, Laporan Khusus tentang Duet Bisnis & Politik, Hashim Djojohadikusumo & Prabowo Subianto).

Di Papua, Hashim, mengeksplorasi gas dari Blok Rombebai seluas 11.5900 km2 di Kabupaten Yapen , yang diperkirakan memiliki kandungan gas lebih dari 15 trilyun kaki kubik (idem), dan dapat berdampak negatif bagi nelayan di Teluk Sairera.

Masih di Papua, Hashim berencana membuka perkebunan padi (rice estate) seluas 585 ribu ha dan perkebunan aren seluas 800.000 ha di Kabupaten Merauke (idem).

Berarti, bersama adiknya, Hashim Djojohadikusumo, Prabowo Subianto sudah menguasai lebih dari tiga juta hektar perkebunan, konsesi hutan, tambang batubara dan ladang migas dari Aceh sampai ke Papua, dan masih berencana membuka 1,5 juta hektar lagi di Kaltim dan Merauke.


REKAM JEJAK WIRANTO, CAPRES PARTAI HANURA:

Hampir seluruh bisnisnya dijalankan oleh proxies, tanpa menampilkan nama Wiranto. Kalau mau selidiki kekayaannya, sebaiknya selidiki kekayaan pengurus Partai Hanura.
Sejak menjadi Pangdam V Jaya, Wiranto sering mendapat apartemen gratis di berbagai tower (menara pertokoan dan perumahan) mewah. Yang terbaru dan termahal adalah penthouse di Da Vinci Tower di Jl. Jendral Sudirman, milik Antonio (“Tony”) Munafo, Presiden Da Vinci Eropa yang sering datang dari Singapura.

Wirantolah orang yang mendorong pemekaran kembali Kodam yang dulu diciutkan oleh Benny Murdani dari enambelas menjadi sepuluh Kodam. Lewat berbagai pertumpahan darah, Kodam Pattimura dan Kodam Iskandar Muda telah lahir kembali. Setelah konflik Poso, jumlah Batalyon di Sulteng telah dimekarkan dari satu menjadi tiga.

Berbagai bisnis kelabu itu punya dampak lingkungan yang sangat buruk, seperti pembalakan liar di TN Leuser, eksploitasi kayu hitam di Sulteng dan kayu gaharu di Papua Barat, serta perdagangan liar fauna dan flora langka di seluruh Nusantara.


REKAM JEJAK SUTIYOSO:

Sewaktu masih menjadi Gubernur DKI, Sutyoso merintis program Busway (Transjakarta) , dengan alasan untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan lalulintas di DKI. Kenyataannya, pengambilan satu jalur jalan di rute-rute yang ramai, justru memadatkan lalulintas lain di jalur yang tersisa. Masih diragukan apakah itu mengurangi kemacetan lalulintas dan mengurangi polusi udara.

REKAM JEJAK SULTAN HAMENGKU-BUWONO X, CAPRES PARTAI REPUBLIKAN:

Banyak orang tidak mengetahui bahwa berdasarkan warisan Belanda, Sultan Hamengku Buwono (HB) X menjadi penguasa tanah di seluruh wilayah DIY, bersama Paku Alam. Semua tanah yang bukan milik pribadi orang (eigendom), tergolong SG (Sultan’s Gronden) atau PAG (Paku Alam’s Gronden).

Sultan HB X dan isterinya, Ratu Hemas, tidak punya putera mahkota yang dapat ditahbiskan menjadi Sultan HB XI, sepeninggal HB X, sehingga HB X berusaha mewariskan sesuatu yang lain kepada kelima orang puterinya.

Tiga dari lima orang puteri HB X yang telah menikah, termasuk puteri tertua (Gusti Pembayun) dan puteri kedua, menikah dengan pelaku bisnis. Berbekal tanah kesultanan (SG), puteri-puteri HB X mengikuti jejak sebagian paman mereka, menjadi pebisnis, bermitra dengan orang luar DIY.

Gusti Pembayun menjadi mitra Sampoerna Group, yang telah membangun pabrik rokok di Kabupaten Bantul, menjaring konsumen rakyat bawah, dengan merek Kraton Dalem. Kongsi itu mendapatkan alokasi tanah untuk menanam tembakau di Bantul.

PT JMI (Jogja Magasa Iron), anak perusahaan PT JMM (Jogja Magasa Mining) milik Gusti Pembayun dan pamannya, GBPH Joyokusumo (adik HB X), menjadi mitra Indo Mines Ltd, suatu perusahaan pertambangan Australia yang terdaftar di bursa saham Perth, dalam rencana penambangan pasir besi, yang akan memotong areal sepuluh desa di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Rencana itu ditentang rakyat setempat anggota Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo (Koran Tempo, 12 Nov. 2008, 12 Febr. 2009; Direct Action, Agustus 2008).

Ketika ribuan petani anggota PPLP melakukan unjuk rasa di depan Mendagri Mardiyanto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Selasa, 17 Maret yang lalu, Freddy Numberi bukannya membela para petani pesisir tersebut. Ia menghimbau para calon korban gusuran proyek pertambangan pasir besi itu untuk “melihat ke depan”, karena kerjasama antara keluarga keratin dan kapitalis Australia itu “menguntungkan beberapa pihak”. “Penolakan warga itu hal biasa”, begitu ia tambahkan. Tampaknya kedua Menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu tidak mau mempertimbangkan pertimbangan para petani pesisir, bahwa tanah mereka adalah tanah bersertifikat. Bukan tanah milik Sultan alias Sultan’s Gronden (Harian Yogya, 18 Maret 2009).


KESIMPULAN:

Dari uraian di atas, tampaklah bahwa tujuh orang calon presiden – SBY, JK, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Wiranto, Sutyoso, dan Sultan HB X -- , tidak dapat diharapkan mengatasi berbagai masalah lingkungan di Indonesia. Apa yang dapat diharapkan dari sudut pemeliharaan kelestarian lingkungan di Nusantara, apabila satu di antara mereka terpilih sebagai Presiden?

Sebaiknya kita mulai perhatikan agenda kampanye para capres dan cawapres alternatif, yang masih aktif dalam gerakan pro-demokrasi di Indonesia, seperti pasangan Rizal Ramli dan Eros Djarot, atau capres yang berasal dari partai-partai mapan, seperti Golkar, tapi berani melawan arus, seperti Marwah Daud Ibrahim dan Judy Chrisnandy.

Namun yang paling penting dan paling baik adalah: pilihlah capres alternatif yang sejak dini berani mengungkapkan siapa calon Menteri Lingkungannya, kemudian pilihlah calon presiden dan calon menteri lingkungan yang punya jejak rekam yang tetap setia pada pelestarian lingkungan, penegakan HAM, dan pemberantasan korupsi di Nusantara.

oleh George Junus Aditjondro
Mantan Wakil Ketua Presidium WALHI; mantan Direktur YPMD-Irja; anggota Dewan Penasihat People’s Empowerment Consortium (PEC)

Tiga Puluh Ksatria: Part 2

Ketika Eliminasi Dimulai

Lama kelamaan asrama kami terlihat seperti Akademi Fantasi Indosiar. Acara reality show mencari bibit-bibit penyanyi muda ini sama diekspos-nya dengan kami. Siapa sih yang enggak kenal si anu anak asrama? Bahkan yang terkenal sebagai seorang mahasiswa non-aktivis-dakwah pun bisa langsung jadi terkenal menjadi calon aktivis dakwah yang baru.

Bedanya asrama kami mencetak pemimpin, bukan penyanyi. Namun ternyata perbedaan tidak lepas dari sana.

Perbedaan signifikan juga yang terjadi bahwa di asrama kami tidak ada proses eliminasi tiap minggu. Kami masuk dengan 30 orang untuk kemudian ditunggu 30 orang yang sama keluar asrama sebagai calon pemimpin.

Tadinya aku berpikir seperti itu, hingga hari ini semua asumsiku terbantahkan..

"Hari ini ana akan mengumumkan sebuah kabar duka bagi kita semua. Kita akan kehilangan salah seorang teman kita.."

Duar! Jantungku serasa berhenti sesaat. Aku melirik semua teman-temanku yang sekarang sedang berada dalam sebuah lingkaran besar karena kami baru saja mengikuti acara Diskusi. Tebe, Mario, Agung...Satu persatu aku lirik teman-temanku. Ternyata ada satu yang tidak hadir disana.

Dia adalah seorang adik kelas yang paling rajin bertanya tentang materi-materi perkuliahan, seorang adik kelas yang memegang teguh prinsip 'waktu adalah saya', mempermainkan waktu berarti mempermainkan dirinya. Dan tentunya seorang khalifah di muka bumi ini.

---

Pintu kamarnya terbuka malam itu. Pria berkacamata itu terlihat tertidur pulas dengan buku Kalkulus disampingnya. Bersama Mario, mas'ul asrama, aku masuk ke kamar Erwin tanpa membangunkannya. Kita duduk dan terdiam.

Pandangan mataku menyapu seluruh kamarnya. Tampak deretan buku kuliahnya menghiasi rak meja yang tak lupa tersangkut sebuah sarung, sajadah, dan Al-Quran yang sering ia pakai kapan saja ia memerlukannya.

Ya, memerlukan, bukan diperlukan. Itu Sejak beberapa bulan yang lalu kita pernah mendiskusikan ini dan sepakat bahwa Al-Quran itu adalah kebutuhan kita, bukan kebutuhan Allah. Sebuah diskusi yang masih hangat dalam pikiranku sampai saat ini.

"Boy, lo tau nggak kenapa banyak orang cuman naro Quran di meja belajarnya, di laci, atau bahkan paling parah cuman jadi pajangan? Apa bedanya sama orang yang selalu bawa Quran itu kemana-mana dan selalu membacanya?" ucapku membuka diskusi di awal kita masuk ke asrama perjuangan ini.

"Apa ya..Mungkin karna imannya kurang kuat?" jawab adik kelasku itu.

"Itu terlalu general..Ada yang lebih spesifik lagi gak? Ada kok orang yang sholat 5 waktu tapi enggak pernah ngaji. Kenapa kok ada orang yang bisa ngelupain Quran begitu saja, tapi gak pernah lupa sama makan, tidur, bahkan kalo buatlo gw tambah satu lagi: main facebook!"

Aku tertawa. Lawan bicaraku hanya tertawa miris saja, berhubung baru 1 jam yang lalu aku pergoki dia sedang melihat-lihat profil seorang wanita yang kita sama-sama kenal.

"Gw tau, pasti karena faktor kebutuhan. Orang gak bisa lupa sama makan dan tidur karena mereka butuh itu. Coba aja semua orang bisa tanamkan bahwa kalau gak baca Quran 1 hari aja maka dia bisa mati. Gimana?"

Aku tersenyum mendengar jawabannya.

Tapi senyuman itu tidak dapat muncul kembali malam ini. Entah kenapa hanya ekspresi murung saja yang muncul dari wajahku. Tidak hanya itu, sejuta pertanyaan pun seolah sudah gemas ingin dikeluarkan.

(bersambung, nanti diedit lagi)

Tiga Puluh Ksatria: Part 1

Kita Pun Akan Kehilangan Andi Suatu Saat Nanti

Malam ini aku kembali ke asrama setelah libur 2 hari. Ketika ingin memasuki kamar, pandanganku terpana pada kejadian aneh di kamar tetanggaku. Kamar yang dihuni oleh Andi dan Tino itu penuh oleh beberapa orang. Terlihat Andi menunduk lemas dengan sebuah handphone yang masih tergenggam erat ditangannya.

“Ada apa, akhi?” tanyaku pada salah seorang yang ada disana.

Seseorang menghampiriku sambil berbisik, “ayahnya Andi terkena stroke.”

Innalillahi wa Innailaihi Rajiun..

Aku masih ingat sekali bagaimana Andi begitu ceria saat ia menceritakan dirinya dalam sebuah sesi Deep Sharing. Bahkan aku pun tidak berhenti tertawa saat itu karena muka Andi yang khas Batak rupanya asli Ponorogo.

Agak lucu membayangkan bagaimana seorang dengan tampang sangar dan serius seperti preman berbicara medok sambil melontarkan guyonan segar.

Cita-citanya menjadi seorang Hakim Agung mengantarkannya masuk ke dalam asrama ini.

“Saya gerah melihat proses pengadilan di Indonesia. Banyak teman-teman saya yang ingin jadi pengacara karena benefit yang didapat lebih banyak. Lebih dari itu, saya melihat negara ini butuh seorang hakim yang adil dan bijaksana.” Andi mengungkapkan semua itu dengan lantang dan tegas.

Mahasiswa Fakultas Hukum semester 5 ini seringkali kulihat tergeletak tertidur di depan rak buku dengan memeluk sebuah buku tentang hukum yang tentunya tak kumengerti. Saat dibangunkan untuk Sholat Qilamul Lail, ia begitu sigap seolah ia sudah siap untuk membereskan sistem peradilan di negri ini.

Namun saat ini calon Hakim Agung itu sedang terduduk lemas karena baru saja ia mendengar kabar bahwa ayahnya terkena stroke. Hampir semua teman-temanku ada disana untuk mendukung dia agar tidak terlarut dalam kesedihan.

Diantara kesehariannya yang tegas dan sangar, Andi tetaplah seorang manusia yang tentunya punya titik lemah. Hari ini aku disadarkan bahwa semua adalah kepunyaan Allah semata. Tidak kurang dan tidak lebih. Tidak ada yang akan kita bawa ketika mati nanti. Dan satu perkataan seorang yang kukagumi itu..

"Sekarang atau nanti, aku pasti akan berpisah dengan ayahku..."

Confession of a Boy

Sebenernya apa sih arti Confession?

Walaupun gw sering denger, tapi ternyata arti dari bahasa Indonesianya pun gw gak ngerti. Kayak kata Contextual yang dalam Bahasa berarti Kontekstual. Lalu kontekstual artinya apa? Kemarin lusa sampe berjam-jam gw buka beberapa paper untuk sekedar mengerti makna Contextual dalam konteks Information Retrieval.

Seperti contextual, ternyata confession pun bisa dicari dengan satu link singkat ini:
http://www.google.com/search?hl=en&q=define%3A+confession&btnG=Google+Search&cts=1242135181103&aq=f&oq=

Oke, sekarang kita dapet makna confession. Yang jadi pertanyaan berikutnya, untuk siapakah confession itu gw tujukan? Dan apa isi dari confession gw itu?

Nah kalau yang ini enggak bisa dicari dimana-mana. Hanya hati gw aja yang tau. Makanya susah juga buat orang bisa percaya begitu aja. Enggak cukup hanya dengan satu kalimat..Jadi percuma deh ketika gw udah ngomong panjang lebar eh taunya enggak ada yang diserap. Lebih baik gw ngomong 1 kalimat tapi langsung bisa diserap dengan sempurna.

:)

The Rest of F1

FORMULA 1 GRAND PRIX DE MONACO 2009 (Monte Carlo)
Thu 21 May 2009

Thursday Practice 1 15:00 – 16:30
Thursday Practice 2 19:00 – 20:30
Sat 23 May 2009

Saturday Practice 16:00 – 17:00
Qualifying 19:00
Sun 24 May 2009

Race 19:00

2009 FORMULA 1 TURKISH GRAND PRIX (Istanbul)
Fri 05 June 2009

Friday Practice 1 14:00 – 15:30
Friday Practice 2 18:00 – 19:30
Sat 06 June 2009

Saturday Practice 15:00 – 16:00
Qualifying 18:00
Sun 07 June 2009

Race 19:00

2009 FORMULA 1 SANTANDER BRITISH GRAND PRIX (Silverstone)

Fri 19 June 2009

Friday Practice 1 16:00 – 17:30
Friday Practice 2 20:00 – 21:30
Sat 20 June 2009

Saturday Practice 16:00 – 17:00
Qualifying 19:00
Sun 21 June 2009

Race 19:00

FORMULA 1 GROSSER PREIS SANTANDER VON DEUTSCHLAND 2009 (Nürburgring)
Fri 10 July 2009

Friday Practice 1 15:00 – 16:30
Friday Practice 2 19:00 – 20:30
Sat 11 July 2009

Saturday Practice 16:00 – 17:00
Qualifying 19:00
Sun 12 July 2009

Race 19:00

FORMULA 1 ING MAGYAR NAGYDIJ 2009 (Budapest)

Fri 24 July 2009

Friday Practice 1 15:00 – 16:30
Friday Practice 2 19:00 – 20:30
Sat 25 July 2009

Saturday Practice 16:00 – 17:00
Qualifying 19:00
Sun 26 July 2009

Race 19:00

2009 FORMULA 1 TELEFONICA GRAND PRIX OF EUROPE (Valencia)

Fri 21 August 2009

Friday Practice 1 15:00 – 16:30
Friday Practice 2 19:00 – 20:30
Sat 22 August 2009

Saturday Practice 16:00 – 17:00
Qualifying 19:00
Sun 23 August 2009

Race 19:00

2009 FORMULA 1 ING BELGIAN GRAND PRIX (Spa-Francorchamps
)
Fri 28 August 2009

Friday Practice 1 15:00 – 16:30
Friday Practice 2 19:00 – 20:30
Sat 29 August 2009

Saturday Practice 16:00 – 17:00
Qualifying 19:00
Sun 30 August 2009

Race 19:00

FORMULA 1 GRAN PREMIO SANTANDER D’ITALIA 2009 (Monza)

Fri 11 September 2009

Friday Practice 1 15:00 – 16:30
Friday Practice 2 19:00 – 20:30
Sat 12 September 2009

Saturday Practice 16:00 – 17:00
Qualifying 19:00
Sun 13 September 2009

Race 19:00

2009 FORMULA 1 SINGAPORE GRAND PRIX (Singapore)

Fri 25 September 2009

Friday Practice 1 18:00 – 19:30
Friday Practice 2 20:30 – 22:00
Sat 26 September 2009

Saturday Practice 18:00 – 19:00
Qualifying 21:00
Sun 27 September 2009

Race 19:00

2009 FORMULA 1 FUJI TELEVISION JAPANESE GRAND PRIX (Suzuka)

Fri 02 October 2009

Friday Practice 1 08:00 – 09:30
Friday Practice 2 12:00 – 13:30
Sat 03 October 2009
Saturday Practice 09:00 – 10:00
Qualifying 12:00
Sun 04 October 2009
Race 12:00

FORMULA 1 GRANDE PREMIO DO BRASIL 2009 (Sao Paulo)

Fri 16 October 2009

Friday Practice 1 20:00 – 21:30
Friday Practice 2 (Sat) 00:00 – 01:30
Sat 17 October 2009
Saturday Practice 21:00 – 22:00
Qualifying (Sun) 00:00
Sun 18 October 2009
Race 23:00

2009 FORMULA 1 ETIHAD AIRWAYS ABU DHABI GRAND PRIX (Yas Marina Circuit)

Fri 30 October 2009

Friday Practice 1 13:00 – 14:30
Friday Practice 2 17:00 – 18:30
Sat 31 October 2009
Saturday Practice 14:00 – 15:00
Qualifying 17:00
Sun 01 November 2009
Race 18:00

Most Valuable Person in My Life

Abis baca tulisannya Aruni Yasmin Azizah mengenai 10 orang yang paling dia kagumi/hebat/apalah itu, disini gw bukan mau berkomentar tentang nama gw yang terlist disana, tapi gw mau ikut-ikutan bikin daftar versi gw :) Tapi bedanya kalau disana Arun nyantumin Rasulullah, ayah, dan ibu, disini gw gak mencantumkan keluarga, Nabi, Rasul, dan bapak ibu guru, karena menurut gw jasa mereka itu melebihi siapapun. Trus bedanya lagi disini pakai inisial aja yah X) Oke2 kita mulai..Dari most recently yaa :)
1. PA
2. IK
3. FH

Ya, cuman 3. Dan ternyata memang cuman 3.

Ada orang yang hebat tapi enggak memberikan nyawa kedalam diri gw. Ada juga orang yang memberikan nyawa kedalam diri gw tapi gak cukup untuk menolong gw pada saat titik terendah. Tapi ketiga orang ini memiliki semuanya. Nanti kapan2 tulisan ini gw edit deh:
1. Memberikan alasan kenapa orang itu yang muncul
2. Menambah list :) mungkin jadi 4 orang, mungkin juga jadi 5, 7, 9, 11, 13, ... (jadi deret bilangan ganjil :P) Karena mungkin aja kemungkinan pertama, gw lupa. Kemungkinan kedua, gw baru ketemu sama orang itu.

Apakah inisial anda kebetulan cocok dengan salah satu nama diatas?

Informasi Berguna bagi Penggemar Kepompong

Berawal dari pengecekan mijon, gw tersesat dalam dunia 'Kepompong'. Ini yang bisa gw rangkum sebagai Informasi Berguna bagi Penggemar Kepompong.

Tasya
Tasya itu nama aslinya Mikha Tambayong. Gadis ini ternyata kelahiran 15 September 1994, yang berarti sekarang baru 15 tahun. OMG lagi, padahal di Kepompong Tasya terlihat sangat dewasa. Panggilan Mikha yang gak terlalu cocok dibandingin Tasya itu ternyata adalah finalis Gadis Sampul 2008. Cewe yang paling gw suka di Kepompong selain Bebi ini ternyata pernah main juga di film Kacamata Mama Mia (filmnya yang mana ya? mau nonton juga deh :P)

Bebi
Ya, satu fakta mengejutkan tentang Bebi adalah dia lahir di Tasik! Haha. Nama aslinya Dinda Kirana. Lebih mengejutkan dari Tasya, Bebi ternyata lahir tahun 1995! Berarti waktu main film Kepompong usianya baru 14 tahun. Ckckck.

Caca
Nah, ini yang paling tua diantara yang lain. Gadis kelahiran tahun 1988 ini juga jadi Gadis Sampul di tahun 2002.

Wah, wah, kurang 1 yah. Yaitu Helen. Nanti yang satunya. Soalnya filmnya udah mulai :P

Seru kan melihat perbedaan umur yang mencapai 7 tahun ternyata gak buat mereka jadi gak kompak. Kalau diliat dari filmnya, keempatnya seperti seumuran. Kalau penasaran, makanya nonton Kepompong setiap hari pukul 16.30 sampai 17.30.

Chapter 1: Savoir

Oh God give me a reason
I'm down on bended knee
I'll never walk again until you come back to me
I'm down on bended knee

Rio berjalan menyusuri jalan setapak di Makau tanpa arah. Menjumpai kehidupan yang tenang disini setali tiga uang dengan mencari makanan halal. Sebuah tempat dengan bau khas Tiongkok yang terkenal, dimana dapat dijumpai dengan mudah prostitusi dan tempat perjudian di berbagai pelosok tempat.

Sekilas gaya kepemimpinan Edmund Ho Hau-wah di wilayah barat daya Hongkong ini memang bisa diibaratkan gaya kepemimpinan Bang Ali Sadikin, dimana di kisaran tahun 1967-1977 judi dan prostitusi dilegalkan di Jakarta. Sampai akhirnya terciptalah pusat prostitusi bernama Kramat Tunggak, yang seolah menjadi legenda yang setara dengan cerita Bang Pitung. Berbeda dengan pusat prostitusi, sampai sekarang pusat perjudian itu masih samar-samar terdengar. Entah dimanakah pusat Las Vegas ala Indonesia yang memberikan keuntungan hingga 80 milyar setahun pada uang kas pemerintah itu berada.

Keadaan Kramat Tunggak sekarang sudah jauh lebih bersih. Di kawasan yang pada tahun 70-an terkenal sebagai tempat lokalisasi itu berdiri sebuah bangunan Jakarta Islamic Centre yang megah seolah mengubur dosa-dosa masa lalu.

Setidaknya wajah Jakarta tidak tercorengi oleh adanya legalisasi prostitusi. Namun pencari nafkah yang bergantung diri sebagai PSK bagai silih berganti, seiring dengan tidak habisnya pria hidung belang yang menanti. Walau kini tempat mangkal mereka menyebar ke segala penjuru. Ada kalanya seorang nenek, ibu, dan anaknya menjadi PSK turun temurun. Itulah yang terjadi dengan seorang wanita yang ditemuinya di sebuah tempat

“Namaku Adis. Kamu siapa?” itulah percakapan pertama mereka setelah bertemu di sebuah tempat prostitusi di Kramat Tunggak.

Ketidaksengajaan Rio bertemu dengan Adis bisa dibilang merupakan kemujuran paling baik yang ditemui dalam kehidupan eksekutif muda yang sehari-harinya bekerja di kawasan Thamrin itu. Rapat direksi yang dijadwalkan hanya sampai pukul 8 malam ternyata molor sehingga baru jam 11 malam bunyi palu diketuk dapat terdengar.

Ajakan Pak Burhan, atasannya yang telah berusia paruh baya, untuk mengunjungi klub malam sebagai traktiran ulang tahunnya tak kuasa ditolak oleh Rio.

“Ayolah anak muda. Kau pasti belum pernah melihat gemerlapnya dunia Jakarta di malam hari,” tutur Pak Burhan.

Rio, seorang lulusan MBA dari universitas bisnis bergengsi di Amerika 3 tahun lalu itu berpikir sebentar, untuk kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Nenek dan ibuku keduanya juga pelacur. Dari kecil aku diajarkan ibu bagaimana supaya selalu tampil cantik dan menarik pria hidung belang.” Naia memang tidak sepenuhnya salah. Teori kehidupan dimana manusia itu terbentuk dari gen dan lingkungan membuat gadis 21 tahun itu ikut terjerumus ke dalam dunia malam.

“Tapi aku masih kuliah lho. Sebentar lagi jadi Sarjana,” sahut Naia kepada Rio yang masih takjub akan cerita gadis yang dikenalkan oleh Pak Burhan 10 menit yang lalu itu.

Baru sebentar mereka berbincang, tiba-tiba Pak Burhan pamit. “Rio, saya ke atas dulu. Naia, kamu temani Rio ya, berikan dia pelayanan yang maksimal…”

“…Rio masih perjaka lho.” Sambung Pak Burhan sambil setengah berbisik kepada Naia. Keduanya pun tertawa. Sementara Rio hanya bisa terdiam. Pak Burhan maklum.

Tidak bisa dibayangkan oleh Rio bagaimana perasaan istri dari Pak Burhan ketika mengetahui rapat yang dihadiri suaminya adalah rapat plus plus. Pun tidak bisa dibayangkan juga oleh Pak Burhan tentang kisah Rio yang berlanjut dengan Naia hingga ke negeri seberang.

A Wise Quote

..from a father to a son:

"Saya senang kamu gagal. Kau harus tahu arti kegagalan, agar nanti berhasil."

One part brave, three parts fool

Seorang sahabat, Nicko Perdana Hardiansyah, pernah bilang gini ke gw: “kalo mimpi buruk itu harus diceritain, Den, supaya gak kejadian..”

Dan kali ini gw akan bercerita tentang worst dream ever yang gw alamin kemarin..Dalam tidur gw yang cuman 3 jam itu, gw ketemu 3 orang tokoh utama, seorang wanita, seorang pria, dan Bu Mirna.

Alkisah si wanita ini pada saat itu akan menggelar resepsi pernikahan hari Sabtu. Ceritanya mimpi gw itu hari Jumat. Pokoknya gw inget kalau resepsinya itu besok. Dan sialnya gw baru tau saat gw dateng ke rumahnya dia. Dia udah dandan dengan sangat cantiknya. Ya, gw gak pernah liat dia secantik itu.

Yang bikin gw kaget adalah kenapa dia harus nikah saat itu..padahal didalam mimpi itu ceritanya gw lagi mau jemput dia buat jalan karena gw baru pulang dari US abis selesain S2. Dan juga yang gak kalah bikin kagetnya adalah orang yang nikah sama dia. Seorang pria yang sangat familiar..

Gw masih sempet2nya buat berharap padahal disaat yang sama si wanita udah bilang kalau malam itu keluarga cowonya akan dateng untuk ngelamar dia, untuk selanjutnya besokannya langsung akad nikah & resepsi.

Ah, gw begitu bodoh saat menyadari bahwa resepsinya itu besok, maka sudah seharusnya gw pergi...

Di akhir cerita, tiba-tiba ada Bu Mirna dateng, selaku perwakilan dari tamu yang dateng waktu resepsi. Dan kata-kata beliaulah yang paling gw inget. Beliau bilang gini: “Deni, kamu udah siap kan buat serah terima penghargaan di resepsinya ***************** sebagai researcher terbaik di information retrieval lab. Oh iya gaji kamu selama 3 bulan belum ditransfer juga ya? Ibu lupa bilang sama sekretariat..Nanti tolong ingatkan ya. Ayo kamu harus move on, jangan terkekang sama situasi yang bikin kontribusi kamu pada bangsa berkurang..”

How a nice teacher..
How a wonderful final project supervisor..
How lucky I am..

Meski kita mencoba tuk bertahan,
Akhirnya kita tahu kita takkan bersatu
Seindah cintaku pada dirimu
Jadikanlah kenangan yang takkan kau lupakan..

..
It’s I who have always needed you
Because you gave me my life back again
And so I pick up the telephone quickly
no matter how difficult the situation was..




© 2006 Aku pinjamkan catatan ini | Blogger Templates by GeckoandFly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.
Learn how to make money online | First Aid and Health Information at Medical Health